Categories
Blogs event social

Pesta Blogger+ 2010

Me at #pb2010
Me at #pb2010. Courtesy of Taufikn

Iya, saya kemarin datang ke Pesta Blogger+ 2010 ituh. Meski diawali dengan buruk lantaran saya ditilang Pak Polisi dengan sukses ketika dalam perjalanan menuju Epicentrum Walk yang belum jadi ituh, saya benar-benar menikmati momen di PB+ 2010 kemarin.

Datang agak telat dikit untuk menghindari sesi pidato-pidato dan sambutan-sambutan, saya langsung shock melihat goodie bag yang disediakan panitia di meja registrasi. Tas laptop. Ya, tas laptop. Bukan cuma soft case, tapi bener-bener tas laptop segede gaban. Jadilah saya rempong karena bawa 2 tas gede-gede, goodie bag ituh dan tas punggung saya sendiri.

#pb2010 Goodie Bag
#pb2010 Goodie Bag

Cerita soal bagaimana jalannya Pesta Blogger+ 2010 kemarin nggak akan saya tulis. Sudah banyak bertebaran di mana-mana dan ditulis oleh blogger beneran pula 😛 Saya cuma mau pamer apa saja yang saya dapatkan sepanjang acara kemarin:

Categories
Blogs my life

Menjelang Pesta Blogger+ 2010

Pesta Blogger+ 2010
Pesta Blogger+ 2010 | Merayakan Keragaman

Tak terasa, Pesta Blogger+ 2010, event akbar para aktivis dunia maya sudah di depan mata. Tapi tahun ini sepertinya ada yang beda dari PB kali ini. Bukan dengan PB-nya, tapi dengan diri saya sendiri.

Maklum, rasanya saya gak pantas untuk hadir di acara tersebut. Mau datang sebagai siapa? Blogger? *lirik arsip blog yang berlobang-lobang*. Embel-embel “+” yang disematkan untuk menjaring para aktivis maya selain Blogger rasanya juga tidak begitu berpengaruh besar. Saya nge-tweet jarang-jarang. Lha wong daftar udah sejak setahun yang lalu jumlah tweet kok baru 2000-an. Akun Twitter macam apa itu. Facebook saya pun yang njalanin malah nyonya saya. Dan saya malah lupa akun Plurk saya 😐 Foursquare? Saya jarang check-in di tempat-tempat gahul. Mayorship saya rata-rata di warteg dan warkop yang venue-nya saya bikin sendiri.

Maklum, beberapa bulan terakhir saya sibuk dengan dunia offline saya sendiri. Bukan sok sibuk sih, cuma sayanya aja yang ga bisa multi-tasking. Kangen sebenernya dengan kegiatan online yang dulu saya jalani. Blogwalking, maen game Facebook dan nyampah di Plurk. Tapi itu dulu, waktu saya masih kebanyakan nganggur. Semenjak pindah ke kantor baru ini alhamdulillah tanggung jawab saya semakin banyak, jadi susah buat magabut.

Tapi tentu saya tetap datang ke PB+ 2010 hari Minggu, 30 Oktober 2010 di Epicentrum besok. Hitung-hitung buat reboot eksistensi saya di dunia online. Btw, sampeyan sendiri gimana, mau datang di PestaBlogger+ 2010 dan bertemu saya? 8)

Eh iya, Selamat Hari Blogger Nasional bagi yang merayakan!

Categories
internet Technology

How to Create Twitter Bot using OAuth

Twitter has announced to shut down the Basic Authentication API on August 31st and recommend Twitter application developers to migrate their apps to OAuth Authentication. What about bots? That’s the same. If you have bot created using Basic Authentication, then you should migrate your bot to OAuth. Here’s how, but first..

What is OAuth?

OAuth is a new authentication method that doesn’t use plain username & password to authenticate. OAuth uses a pair of tokens to check your credentials, therefore you don’t need to worry about leaking your password. These tokens are unique per user and per application. For further info about OAuth, check http://oauth.net/

So how?

Categories
kuliner

DeKwek Resto, Spesial Bebek

Seperti abegeh-abegeh pada umumnya, saya juga ikut-ikutan trend untuk makan enak sebelum memulai puasa. Maka jadilah, ketika jam makan siang hari ini (10/08), saya dan teman-teman kantor memberanikan diri untuk mencoba restoran dekat kantor yang baru saja buka. Namanya DeKwek Resto.

deKwek Resto
Suasana di dalam deKwek Resto

Restoran ini menjual masakan-masakan bebek. Tapi menu andalannya (setidaknya yang ditampilkan di banner-bannernya) adalah Sate Bebek Peking. Menu-menu yang lain cukup bervariasi, mulai dari bebek goreng Surabaya saus merah sampai bebek Peking bakar madu. Karena penasaran, dua orang teman saya memesan sate bebek peking, sementara saya mencoba bebek Peking bakar madu.

Categories
my life

4th August 4th

Happy Anniversary, my dear..

Tak terasa waktuku bersamamu berlalu begitu cepat. Setitik cinta yang dulu menggetarkan hati kita kini sudah berkembang sebagai bunga yang cantik. Semoga Tuhan memberi kekuatan agar kita bisa memetiknya bersama suatu saat nanti.

I love you 🙂

Categories
Blogs

It's Good To Be Back!

Okay, guys. Ternyata Demam Berdarah itu sangat tidak menyenangkan! Jaga diri baik-baik yah. Daripada kena penyakit menyebalkan itu 😆

Okay, jadi saya barusan mengupdate blog ini ke WordPress 3.0. Saya jatuh hati ke theme default-nya, Twenty Ten, dan mungkin akan memakainya untuk beberapa waktu ke depan.

Untuk Smells Like Facebook, nanti saja yah, sekalian mau diupdate biar compatible dengan WordPress versi terbaru. Kalau mau nyari preview-nya, Google aja. Dah banyak kok yang make theme itu 8)

Categories
social

Komjen (Pol) Hans Landa

Hans Landa
Hans Landa

Sudah nonton film Inglorious Basterds? Kalau belum silakan tonton dulu, keren kok. Film karya sutradara Quentin Tarantino ini bercerita tentang Perang Dunia kedua dalam versinya sendiri. Dalam film ini, super villain alias tokoh antagonis utamanya bukanlah si “Jojon” Adolf Hitler, tapi seorang Kolonel (Standartenführer) tinggi di organisasi Schutzstaffel (SS), semacam polisi rahasia Nazi, bernama Hans Landa. Landa adalah seorang pemimpin yang cakap dan ahli strategi. Dialah orang kepercayaan Hitler untuk melakukan pemusnahan bangsa Yahudi sebagai kebijakan anti-semit Nazi. Saking ahlinya dalam menumpas bangsa Yahudi, ia mendapatkan gelar yang sangat dibanggakannya: Jews Hunter alias Pemburu Yahudi.

Meski terlihat sangat loyal di awal-awal cerita film, ternyata Landa membelot saat mendekati akhir cerita. Saat pasukan Basterds menjalankan operasi Kino untuk membunuh semua petinggi Nazi, Landa mengetahui hal itu. Tapi bukannya menangkap para anggota Basterds, Landa malah mengajak berdiskusi Kapten Aldo “the Apache” Rein, pemimpin Basterds. Ia bersedia membiarkan para Basterd melakukan aksinya asal ia mendapat jaminan dari pemerintah Amerika Serikat. Ia “menjual” rekan-rekan dan atasannya demi mendapatkan penghargaan dari tentara Sekutu. Ia meminta pemerintah Amerika Serikat mengakuinya sebagai double-agent dan menganggap semua kejahatannya sebagai “necessary evil” yang harus ia lakukan demi menggulingkan Hitler. Bahkan ia minta sebuah pulau di daerah tropis untuk dijadikan properti pribadinya.

Sampai di situ, saya merasa ada sesuatu yang mengganjal. Sebuah deja vu. Saya seperti melihat implementasi nyata adegan di film tersebut di dunia nyata ini. Tepatnya di negara yang saya tinggali saat ini, Indonesia. Saat membaca media-media saya seperti tengah menonton film Inglorious Basterds tadi. Di mana ada adegan seorang perwira tinggi di sebuah institusi hukum “menjual” rekan-rekannya demi mendapat “perlindungan hukum dan politik” dan mungkin untuk menghapus kejahatan masa lalu-nya.

Saat organisasi yang dibelanya selama ini sedang terancam oleh organisasi lain, tiba-tiba dia muncul, bernegosiasi dengan organisasi “lawan” agar mereka bisa menumpas penjahat-penjahat yang ada dalam organisasinya. Hanya satu perbedaannya, dia mengaku bahwa dia “bukan” seorang penjahat, tidak seperti Landa yang mengakui semua kejahatannya. Lucu juga sih kalau si Hans Landa Indonesia ini mengaku lantas minta semuanya disebut sebagai “necessary evil“. Ah, tapi itu kan menurut dia saja, hati orang siapa yang tahu.

Jadi bagaimana nasib Hans Landa Indonesia ini? Apakah dia akan mendapatkan tanda penghargaan karena jasa-nya mengungkapkan borok institusi yang dibelanya selama ini? Atau dia akan ikut tersandung masalah yang dimulainya sendiri? Kita lihat saja nanti. Sebagai perbandingan, di akhir film Inglorious Basterds, Hans Landa masih belum jelas dia dapat pulau pribadi atau tidak. Yang ada dia malah mendapat sayatan berbentuk swastika di dahinya.

Categories
internet Technology

Firefox: Persona vs Theme

Recently, Mozilla launches a new feature for their Firefox browser, called as Firefox Persona. It’s an addon that allow you to change the skin of your Firefox with your favorite brands. They’ve made a new site for the Persona Gallery where you can download the Personas made by many designers. One thing in my mind when I know this: “What about the Firefox theme?”.

As you know Firefox has already had the Theme Gallery, which is integrated to the Addon Gallery. What about them after the Persona is launched? In their FAQ page, they said that Persona is a special type of theme that changes the look of your browser without changing the navigation buttons, toolbars, and menus, while Themes change the appearance of Firefox.

Still curious, then I made a test: install Persona and a theme at the same time. And here is my conclusion: Persona is made to re-skin your Firefox, it is only capable to give a new background for toolbar and statusbar, while it can’t make any modification to the style of the buttons, tabs and any color like Themes do. Imagine that installing Persona is like making a tattoo to your body, while installing theme is like getting a plastic surgery on it. And happily, you can combine both!

Here is the screenshot of my Firefox tattoo-ed with WordPress Vintage Persona and altered with Vista-aero theme. Nice, eh?

Firefox Persona
Firefox Persona

Oh, I just realize that the Personas is much like Google Chrome themes. Hmm..

Categories
Agama & Tuhan book

Dan Brown: The Lost Symbol

Akhirnya, setelah sekian lama penantian, saya berhasil mendapatkan buku ini. Sekitar sebulan yang lalu, buku ini datang sebagai kado ulang tahun dari Nyonya saya. Makasih, sayang :*

The Lost Symbol
The Lost Symbol

Setelah dengan sukses dengan 4 novel-nya, Dan Brown kembali membuat decak kagum dengan novel kelimanya ini, The Lost Symbol, yang bercerita tentang ahli simbol Robert Langdon, menelusuri jejak misterius kaum Freemason di jantung Amerika, Washington D. C. Buku ini bisa dibilang adalah hasil tumbukan novel-novel Dan Brown sebelum-sebelumnya. Digital Fortress dan Deception Point, novel pertama dan ketiga, bercerita seputar lembaga-lembaga negara Amerika yang misterius dan intrik-intriknya, sementara dua novel lainnya, Angels and Demons dan Da Vinci Code bercerita tentang Robert Langdon yang berusaha menemukan jawaban di balik simbol-simbol kuno yang sangat rahasia. Dan keduanya bertemu di Lost Symbol: Amerika vs Robert Langdon.

Robert Langdon diceritakan harus menolong temannya, Peter Solomon, grand master kelompok Freemason yang diculik seorang penjahat misterius. Si penculik menginginkan Langdon menemukan Kata yang Hilang yang disembunyikan di balik piramida suci Freemason. Konon Kata yang Hilang itu bisa membuka kekuatan rahasia yang tersembunyi dalam tubuh setiap manusia. Membuatnya memiliki kekuatan yang mendekati kekuatan Tuhan. Berhasilkah Robert Langdon menemukannya? Baca saja sendiri.

Seperti biasa, selain bercerita tentang simbol-simbol kuno, Dan Brown juga menyisipkan tentang teknologi-teknologi mutakhir yang masih jaran diketahui umat manusia. Setelah mesin pemecah TRNSLTR dan antimatter, kini dia bercerita tentang ilmu Noetic, ilmu yang mempelajari bagaimana benak manusia dapat memberikan pengaruh nyata terhadap benda-benda fisik di sekitarnya. Menurut pengamatan saya, ilmu inilah yang dapat membuat manusia menjadi seperti Tuhan, seperti yang tertulis dalam Kata yang Hilang yang disembunyikan kaum Freemason.

Namun sayang, dibandingkan novel-novel sebelumnya, novel ini terasa lebih filosofis dan kurang begitu terasa suspense-nya. Tampaknya Dan Brown ingin menguatkan kembali pesan yang disampaikannya di novel sebelumnya, bahwa agama dan teknologi sebenarnya adalah hal yang dapat berjalan secara bersama-sama.

Dalam novel ini Dan Brown menjelaskan bahwa agama yang cenderung mistis sebenarnya adalah teknologi yang belum dapat dijelaskan oleh akal manusia. Dan ilmu Noetic, adalah mata rantai yang hilang di antara keduanya. Ia menjelaskan bagaimana keajaiban dan mukjizat yang diceritakan dalam kitab suci agama-agama sebenarnya dapat dijelaskan dengan teknologi modern. Tapi sayangnya, entah kenapa Dan Brown tidak bercerita lebih jauh mengenai ilmu ini.

Super villain-nya juga mudah sekali ditebak. Tidak perlu sampai akhir cerita, saya bisa mengerti siapa sebenarnya dalang segala kejadian misterius. Mungkin Anda yang sudah khatam novel-novel Dan Brown pun tidak akan terlalu kesulitan menebak.

Tapi tetap saja, Dan Brown gitu loh, tetap saja saya merasa puas setelah menutup halaman terakhir, karena saya baru saja tercerahkan dengan filosofi-filosofi Dan Brown serta pengetahuan dan sejarah yang mencengangkan. Ya, saya baru sadar kalau para pendiri Amerika ternyata adalah orang-orang yang menganggap simbol-simbol bangsa kuno. Dan mereka berusaha memunculkan kembali simbol-simbol tersebut di Tanah Baru, di mana mereka jauh dari pengaruh monarki Eropa yang mengekang. Saya baru tahu bahwa:

1. Washington D.C sebenarnya diberi nama Rome oleh para founding fathers-nya Amerika

2. Obelisk terbesar di dunia ada di Washington, bukannya di Mesir

3. Gedung Capitol, gedung DPR-nya Amerika, adalah replika dari kuil Yunani yang dipadukan dengan Basilika St. Petrus di Vatikan.

4. Sama seperti Kapel Sistine di Vatikan, langit-langit bagian kubah (Rotunda) Capitol juga dilukis oleh seorang seniman. Bila Michaelangelo menggambar The Creation of Adam, maka di Capitol terdapat The Apotheosis of Washington karya Constantino Brumidi yang menceritakan George Washington yang naik level ke tingkat “Godlike”

5. Jiwa manusia memiliki massa dan dapat ditimbang dengan cara yang sangat sederhana.

6. Sandi kotak di pramuka ternyata adalah sandi milik Freemason.

Dan masih banyak misteri lain. Silakan baca sendiri kalau mau tahu. 😀

Oh ya, satu hal unik yang saya temukan adalah, Dan Brown memang menyebut sedikit plot cerita Angels and Demons serta Da Vinci Code sebagai masa lalu Langdon, tapi ia secara implisit novel pertamanya, Digital Fortress sebagai “novel thriller murahan”. :)) Pengarang yang aneh.

Categories
my life off topic

Lovely February

Februari, bulan yang katanya penuh cinta. Yap, bagi saya itu memang benar, namun bukan karena bulan ini adalah bulan kematian seorang saint bernama Valentine, tapi justru karena bulan ini adalah bulan lahirnya saint pribadi saya. Yah, siapa lagi kalo bukan Nyonya saya yang satu itu.

Tepat 5 Februari kemarin, saint saya itu genap berusia sekian-sekian. (Demi kepentingan bersama, silakan tanya saja sendiri usianya. She is a she, you know 😆 ).

Selamat ulang tahun ya Sayang, semoga kamu semakin dewasa, semakin gak riwil dan semakin bisa menjalani hidup dengan tegar.

Oh ya, aku cuma minta satu hal saja: Jangan buru-buru minta dilamar dulu ya.. 😆