DeKwek Resto, Spesial Bebek

Seperti abegeh-abegeh pada umumnya, saya juga ikut-ikutan trend untuk makan enak sebelum memulai puasa. Maka jadilah, ketika jam makan siang hari ini (10/08), saya dan teman-teman kantor memberanikan diri untuk mencoba restoran dekat kantor yang baru saja buka. Namanya DeKwek Resto.

deKwek Resto
Suasana di dalam deKwek Resto

Restoran ini menjual masakan-masakan bebek. Tapi menu andalannya (setidaknya yang ditampilkan di banner-bannernya) adalah Sate Bebek Peking. Menu-menu yang lain cukup bervariasi, mulai dari bebek goreng Surabaya saus merah sampai bebek Peking bakar madu. Karena penasaran, dua orang teman saya memesan sate bebek peking, sementara saya mencoba bebek Peking bakar madu.

Continue reading “DeKwek Resto, Spesial Bebek”

Happy F(e)asting!

Astaga, saya sama sekali ndak ngerasa kalau sudah masuk Ramadhan lagi. Sumpah, setahun ini terasa begitu cepat. Yah, mungkin efek dari 4 bulan menjadi sampah masyarakat itu :D.

Ya sudah, saya cuma mau mengucapkan:
Selamat berpuasa,
Selamat makan yang enak-enak,
Selamat berburu diskon,
Selamat memakai baju yang bagus-bagus,
Selamat berleha-leha di tempat kerja,
Selamat menikmati tunjangan hari raya,
Selamat bermalas-malasan dan bermanja-manja,

Happy f(e)asting, everybody!!

Mendadak Agamis

Ramadhan memang telah datang seminggu yang lalu. Hmm ya, bulan suci ini memang membawa berkah, rahmat dan hidayah bagi seluruh umat Islam. Ya, tampaknya ketiga hal itu yang sedang dibagi-bagikan Tuhan. Ndak percaya? Ndak usah jauh-jauh berpikir tentang seorang penjahat yang langsung insyaf dan bertaubat ketika Ramadhan, tengok saja grup band Indonesia yang harus kita cintai sepenuh hati demi tidak disebut tidak cinta tanah air itu.

Hidayah

Ya, tiba-tiba saja para musisi-musisi berbakat itu banting stir. Lagu-lagu ciptaan mereka yang sangat tidak agamis, seperti ajakan untuk cium-ciuman, kekasih gelap dan hal-hal yang berbau cinta-cintaan lain, mendadak berubah menjadi lagu-lagu relijius. Yang bercerita tentang mencari Tuhan lah, dan lain sebagainya. Sangat Islami! Oh, Tuhan itu memang Maha Pemberi Hidayah.

Berkah dan Rahmat

Dan tentu saja, mereka akan disebut-sebut sebagai manusia-manusia mulia yang berdakwah demi Tuhan dan agamanya, yang berarti lagu-lagu baru mereka akan segera laris di pasaran. Apa artinya? Tentu saja aliran uang serta penghargaan akan segera mereka dapatkan. Alhamdulillah, Tuhan memang Maha Pemberi Rahmat.

Oh Tuhan, limpahkanlah hidayah dan berkahmu kepada kami di bulan suci ini.

It’s not ended yet…

Quotes of The Day

Berikut ini bukan quote-quote orang terkenal, hanya saya saja yang iseng membuat quote bertema relijius dalam rangka menyambut bulan Ramadhan šŸ˜€

Jika kau membutuhkan ide, sholatlah. Jika bukan karena Tuhanmu yang memberi hidayah, maka itu adalah setan yang menggoda sholatmu

Hai orang-orang yang berpuasa, hormatilah orang-orang yang tidak berpuasa, dengan berhenti menyuruh mereka menghormatimu

Agama Manja

Ramadhan telah tiba. Musimnya promosi lagi, musimnya diskon lagi, musimnya si ormas ituĀ obrakan lagi. Haha, lucu sekaligus miris mendengar si ormas itu mengobrak warung yang jualan di siang hari pada Ramadhan tahun lalu. Alasannya, tidak menghormati orang yang berpuasa.

Alasan yang aneh. Jika puasa itu harus menahan godaan untuk makan dan minum, ya sudah, harus dijalankan dalam kondisi apapun. Baik dalam kondisi darurat militer, pasca bencana alam, ataupun di antara warung-warung yang menyajikan makanan dengan aroma menggoda.

Puasa kok malah manja. Justru seharusnya godaan tersebut dijadikan tantangan, mampu tidak untuk berpuasa dalam kondisi seperti itu. Bukannya malah mengobrak-obrak warungnya. Puasa kok malah melampiaskan amarah begitu.

Atau jangan-jangan para obrakers itu sebenarnya tidak kuat menahan godaan? Tapi gengsi jika mau membatalkan puasa, jadinya mereka mengobrak-abrik warung-warung nasi tersebut lagi-lagi dengan slogan usang mereka “Jidah fi sabilillah”. Tai.

Jihad kok merusak penghidupan orang. Jihad kok malah melampiaskan amarah di bulan puasa. Terinspirasi dari perang Badr tampaknya, yang katanya berlangsung di bulan Ramadhan. Perang kok melawan orang-orang kere yang hidupnya bergantung dari jualan di warungnya.

Ah, sudahlah, saya hanya memuaskan nafsu ngrasani saya sebelum puasa tiba. Sebab katanya pahala puasa kita akan berkurang kalau kita ngrasani orang, sebejat apapun, bahkan selevel ormas itu sekalipun. Saya ini banyak dosa, jadi ndak mau pahala saya berkurang. Takutnya nanti ndak bisa merasakan nikmatnya perawan-perawan surga.

Ndak seperti para obrakers itu, mentang-mentang punya pahala banyak, jadi ndak butuh pahala puasa. Makanya mau ngobrak-ngobrak warung dengan nama jihad.

Selamat berpuasa. Semoga Anda bukan tipe orang puasa yang manja.. seperti.. ah sudahlah..