Chocolate Pancake

image

@ Warung Pasta Kemang

Advertisements

Lovely February

Februari, bulan yang katanya penuh cinta. Yap, bagi saya itu memang benar, namun bukan karena bulan ini adalah bulan kematian seorang saint bernama Valentine, tapi justru karena bulan ini adalah bulan lahirnya saint pribadi saya. Yah, siapa lagi kalo bukan Nyonya saya yang satu itu.

Tepat 5 Februari kemarin, saint saya itu genap berusia sekian-sekian. (Demi kepentingan bersama, silakan tanya saja sendiri usianya. She is a she, you know πŸ˜† ).

Selamat ulang tahun ya Sayang, semoga kamu semakin dewasa, semakin gak riwil dan semakin bisa menjalani hidup dengan tegar.

Oh ya, aku cuma minta satu hal saja: Jangan buru-buru minta dilamar dulu ya.. πŸ˜†

Very Rock Air Guitar Video

Sebenernya ini berita basbang. Jadi, Microsoft membikin sebuah event unik untuk mempromosikan produk unggulan terbarunya, Internet Explorer 8. Event tersebut berjudul Rock Air Guitar, di mana setiap peserta yang ikut berpartisipasi diharuskan membuat sebuah video di mana mereka bermain Air Guitar. Apa itu Air Guitar? Ya gitar yang terbuat dari udara, maksudnya gitar-gitaran. Jadi si peserta akan berakting seolah-olah mereka memegang gitar dan bermain dengan gitar imajiner tersebut. Ide yang unik, karena jadinya yang ditantang bukan skill bermain gitar, tetapi kretivitas dan akting dalam berimajinasi πŸ˜€

Saya kurang begitu tertarik sebenernya karena ada beberapa faktor:

  1. Saya gak suka (bahkan anti) Internet Explorer. Meski versi terbaru katanya dah bagus, but your grandpa had done a great evil to me πŸ˜₯
  2. Youtube diblok. Jadi ga bisa liat video-videonya
  3. Saya ga bisa maen gitar. Nasib kaum fanatik pemuja otak kiri

Tapi beberapa hari yang lalu ada seorang teman yang mengirimkan sebuah pesan di Facebook. Pesan tersebut berisi informasi yang mengatakan bahwa dia juga ikut kompetisi Air Guitar tersebut. Tertarik, saya buka link yang disertakan di pesan tersebut. Dan saya pun hanya bisa terkagum melihat video bikinan temen saya itu. Iri juga sebenarnya, sama-sama berangkat dari garis start yang sama, tapi saya malah belum ngapa-ngapain :))

Silakan dicekidot video-nya gan.. Silakan juga dicek TKP buat ngasih komentar

Btw good job guys! Godspeed. πŸ˜‰

Ternyata Sakit itu Mahal, Excuses Part II

Kelanjutan dari part I

Setelah di rontgen, saya kembali menghadap ibu dokter yang baik. Beliau sedang mengamati foto X Ray dada saya. Saya sudah ga enak aja melihat foto itu. Dan saat ibu dokter yang baik ngomong ke saya, perasaan saya semakin tidak karuan. Perkataan ibu dokter tersebut membawa kabar baik sekaligus kabar buruk. Kabar baiknya, prasangka saya yang menduga bahwa jantung saya yang bermasalah ternyata salah! Jantung saya sehat-sehat saja. Berita buruknya: “Mas, ada cairan yang menyumbat paru-paru Mas”. Mampus!

Saya lemes mendengar diagnosis itu. Lha wong saya ini jarang sakit, lha kok sekali sakit kok ya bagian itu yang kena. Ibu dokter yang baik ini kemudian memberi saya suratΒ  rujukan agar saya bisa menemui dokter spesialis paru-paru. Mendengar kata spesialis, saya menjadi tambah lemes. Yaaa.. dokter spesialis bagi saya berarti semakin banyak duit yang harus keluar hari itu. Tapi mau bagaimana lagi, nafas saya sudah semakin menyakitkan waktu itu. Akhirnya dengan lemas, saya berjalan ke poli paru-paru. Singkat cerita, saya diterima pak dokter yang budiman. Beliau melihat foto X Ray saya dan membaca rujukan dari ibu dokter umum yang baik. Sambil masih menerawang foto X Ray, pak dokter berkata dengan enteng. “Wah ini sih harus operasi”. Semakin lunglai saya.

Pak dokter yang budiman tersebut kemudian memeriksa saya kembali. Setelah beberapa lama beliau mengatakan satu hal yang (seharusnya) sedikit melegakan saya. “Ga usah operasi bisa kok, Mas. Tapi harus opname. Gimana?”. Wanjrot! Opname? Euthanasia saya saja dok!! Saya gelagapan menjawab pertanyaan pak dokter. Lha wong pilihannya sama-sama ga enak dari segi moral maupun finansial. Saya mikirnya kalo saya opname, siapa yang bakal menemani saya di rumah sakit? Keluarga ga ada, temen-temen pada sibuk. Bisa-bisa mati bengong saya di sana, bukan gara-gara paru-paru ini.

Melihat gelagat saya ini, pak dokter yang budiman sepertinya paham. “Rawat jalan sih juga bisa, cuma sembuhnya agak lama. Dan juga belum tentu sembuh sampai tuntas”. Melihat ada sedikit celah untuk berkilah, saya pun menyambarnya. “Rawat jalan saja Dok!”. Pak dokter yang budiman, meski tampak enggan, menjawab “Ya sudah kalau gitu. Saya ambil dulu cairannya sedikit buat dites”. What?! Paru-paru saya mau dikeluarin terus diperes gitu?! Lagi-lagi pak dokter paham. “Cuma disedot pake suntikan sedikit di dada”.

Continue reading

Re-Hello World!!-isasi

Haha! Hampir lupa kalo punya blog ini (doh).

Mohon maaf pemirsa, blog ini sempat tidak bisa diakses selama 2 minggu. Gara-garanya disuspend pihak hosting dikarenakan ada skrip iklan yang habisin resource CPU server πŸ˜€ . Pada saat yang sama, saya, sohibul blog (bahasa keren-nya bloger selain narablog) sedang berada di kampung halaman yang sejuk, nyamain, damai dan jauh dari internet. Jadi yaaa.. sekalian aja blognya ikut libur Lebaran.

Dan setelah jumlah visit yang menurun, Google PageRank yang jatuh bebas, dan beberapa pemasang iklan yang mencak-mencak, akhirnya blog ini dapat dinikmati kembali. Untuk saat ini belum ada postingan bermutu yang layak dibaca, tapi yaaaa.. daripada ga bisa diakses.

Sekian kata-kata pembukaan re-launch blog ini. Selamat menikmati dan tak lupa sohibul blog mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin πŸ˜€

Out of Topic

Hari ini sebenarnya saya ingin memposting tentang kebatalan kunjungan tim Manchester United ke Indonesia. Entah kenapa akhirnya saya malah nyasar ke situs salah satu partai di Amerika Serikat yang mempunyai nama unik: Boston Tea Party.

Jadi, begini ceritanya (gambar berubah ngeblur kayak di tipi-tipi):

Sepakbola, Drama & Emosi

Anda menonton pertandingan Chelsea vs Barcelona tadi pagi? What a game! Sebuah drama yang sangat emosional. Bagaimana tidak? Setelah satu kaki Chelsea sudah ada di Roma, tempat final Liga Champions digelar, di menit terakhir, Iniesta membuyarkan segalanya. Keunggulan 1-0 yang tampaknya sudah akan menjadi hasil akhir, musnah dengan satu gol, yang membuat Barcelona lolos karena unggul dalam away goal. Fans Chelsea yang sudah terbang di atas langit, seolah langsung jatuh berdebam di tanah yang keras. Sementara fans Barcelona yang sudah pasrah, seolah merasa surga pindah ke bumi. Saya memang bukan fans keduanya, tapi saya menjadi saksi euforia salah seorang fans tersebut.

Tapi bukan itu maksud postingan ini. Tapi lihatlah bagaimana reaksi manusia-manusia yang terlibat dalam drama tersebut. Drogba mungkin memang emosi dan mengejar wasit dan melontarkan kata-kata yang pedas padanya seusai pertandingan. Tapi ya itu saja, tidak ada bogem yang melayang atau kaki yang tiba-tiba terangkat. Begitu pula dengan Ballack saat ia memprotes keputusan wasit yang tidak memberikan penalti. Dengan berteriak-teriak penuh emosi, ia mengejar wang wasit. Tapi ya cuma itu saja.

Josep Guardiola, pelatih Barcelona, bahkan menyalami Hiddink saat ia mengira tim-nya sudah kalah. Kalo soal pelatih Chelsea, Guus Hiddink, saya benar-benar menaruh hormat padanya. Ia sama sekali tak terprovokasi dengan tensi panas yang terjadi di dalam lapangan. Ia tetap memasang tampang cool. Tidak ada aksi caci maki atau bahkan tendang-tendangan.

Fans, bagian yang paling rentan, pun bereaksi sama. Mereka memang menangis dan beberapa kali melontarkan hinaan kepada wasit. Tapi ya itu saja, tidak ada batu atau botol minuman yang terbang ke lapangan. Tidak ada yang ngguruduk ke lapangan sambil mempertontonkan jurus karate.

Ah, tampaknya kita masih jauh dari itu. *menghela nafas*