Bartimaeus Novel: Ring of Solomon

Novel Ring of Solomon
Novel Ring of Solomon

Saya merupakan penggemar trilogi novel Bartimaeus karya Johnathan Stroud. Jadi ketika melihat judul buku ini di salah satu rak toko buku, maka gak pake lama langsung saya sambar.

Solomon Ring merupakan prequel dari trilogi aslinya. Settingnya bukan lagi di Inggris modern versi sejarah-alternatif, tapi di Kerajaan Jerusalem, tempat Raja Solomon berkuasa dengan kekuatan sihirnya yang luar biasa. Konon kekuatan sang Raja diperoleh dari cincinnya yang sanggup mendatangkan makhluk gaib terkuat di seluruh dunia. Mirip dengan cerita di 3 buku awal, cerita di Solomon Ring tidak jauh-jauh dari intrik politik kerajaan, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, dll.

Continue reading “Bartimaeus Novel: Ring of Solomon”

Agatha Christie

Agatha Christie
Agatha Christie

Belakangan ini, gara-gara kesibukan serta kemalasan yang cukup akut, rasa-rasanya saya jadi jarang menjalankan hobi membaca saya. Sering belanja buku, tapi ya begitu, langsung masuk rak buku lalu terlupakan. Entah kenapa, begitu melihat buku yang agak tebal, mood membaca saya langsung turun. Padahal waktu di toko buku rasanya bergairah banget pengen menamatkan.

Akhirnya sebagai “terapi” untuk memulihkan kembali minat membaca saya, saya pilih buku-buku yang tidak begitu tebal untuk dibaca-baca. Pilihan saya pun jatuh pada novel-novel karangan sang maestro kriminal, Agatha Christie.

Continue reading “Agatha Christie”

Pompeii – Robert Harris

Pompeii by Robert Harris
Pompeii by Robert Harris

Novel ini bercerita tentang Attilius, seorang aquarius (ahli air) muda yang menemukan kejanggalan di kanal air terbesar dan terpanjang di dunia, Aqua Augusta. Kanal yang melewati banyak kota di sepanjang pesisir Campania, Italia ini menunjukkan tanda-tanda penyusutan debit air. Air yang mengalir pun terkadang bercampur belerang yang dapat meracuni tubuh. Penasaran, diapun menyusuri tiap kota yang dilewati Augusta untuk menemukan letak kesalahan. Sampai akhirnya ia tiba di Pompeii, kota besar tempat Ampliatus sang mantan budak berkuasa. Menyaksikan semua tingkah laku bejat para penduduk Pompeii, Attilius segera mengetahui bahwa kota itu akan segera dihancurkan oleh gunung Vesuvius yang sudah lama dikira telah mati. Ia pun berusaha menyelamatkan penduduk di sana dan terutama kekasihnya, Corelia.

Membaca buku ini terasa seperti membaca buku sejarah, ilmu teknik, geologi dan roman sekaligus. Seperti yang diceritakan di sinopsisnya, Robert Harris berusaha membangun kembali kota Pompeii di detik-detik terakhir sebelum kota itu hancur ditelan letusan gunung Vesuvius di tahun 79 Masehi. Melalui 4 orang tokoh, Robert bercerita hampir tentang semua aspek berbeda. Dari seorang aquarius Attilius, ia bercerita tentang bagaimana majunya peradaban kekaisaran Romawi kala itu. Melalui Ampliatus dan putrinya, Corelia, Robert menggambarkan keadaan sosial, yang bisa dibilang sudah hampir bobrok, yang terjadi kala itu. Sementara Pliny, seorang ilmuwan nyata, lebih banyak bercerita tentang sejarah.

Novel ini cukup bagus kok, cerita-nya tertata dengan rapi, meski sempat pusing juga membaca tentang ilmu-ilmu teknik. Tapi bagi saya yang paling menarik justru cerita tentang manajemen air di zaman itu. Kekaisaran Romawi memiliki kanal-kanal raksasa yang berfungsi mengalirkan air dari sumber di gunung ke kota-kota besarnya. Hal ini membuat Kaisar memiliki hak penuh atas air. Tidak seperti kita saat ini, air kala itu adalah barang mewah yang tidak bisa dimiliki semua orang. Oleh karena itu, di kota-kota Romawi, sebagian besar rumah tidak mempunyai kamar mandi sendiri. Penduduk kota mandi bergantian di sebuah kamar mandi umum yang disediakan oleh pemerintah. Air untuk kebutuhan sehari-hari juga diambil dari air mancur umum yang tersebar di penjuru kota. Penggunaan fasilitas air ini diawasi oleh tentara yang ada di kota itu. Hanya orang-orang kaya yang mampu membayar pajak air dan memiliki kemewahan air di rumahnya, seperti kamar mandi, kolam renang atau sauna.

Untuk mengelola semua kanal di seluruh penjuru Kekaisaran, sang Kaisar menunjuk seorang Curator Aquarum yang membawahi banyak aquarius yang ditempatkan di setiap kanal. Nah, aquarius-aquarius inilah yang bertanggung-jawab atas semua aspek operasi kanal.

Sistem inilah yang saya kira menarik, bagaimana sang Kaisar mampu mengontrol semua penggunaan air di seluruh Romawi. Saking bagusnya sistem manajemen air ini, konon kota Roma kala itu mampu menyediakan air 5 kali lebih banyak daripada yang bisa dilakukan kota New York di tahun 1985. Kalau sistem ini diaplikasikan di Indonesia saat ini, kira-kira bagaimana ya?

Oh ya, ada satu fakta mengerikan yang baru saya ketahui dari buku ini. Zaman itu, jika ada bayi yang terlahir sungsang (kaki di bawah), maka sang suami harus memilih salah satu: anaknya atau istrinya. Jika ia memilih anaknya, maka perut sang istri akan dirobek menggunakan sebuah gunting besar mirip gunting tanaman. Jika ia memilih istrinya, maka kaki sang anak yang sudah keluar sebagian akan dipotong dengan gunting yang sama, kemudian sisa-sisa tubuhnya yang masih di dalam kandungan akan dikeluarkan menggunakan semacam pengait besar.

*) gambar dari wikipedia

Dan Brown: The Lost Symbol

Akhirnya, setelah sekian lama penantian, saya berhasil mendapatkan buku ini. Sekitar sebulan yang lalu, buku ini datang sebagai kado ulang tahun dari Nyonya saya. Makasih, sayang :*

The Lost Symbol
The Lost Symbol

Setelah dengan sukses dengan 4 novel-nya, Dan Brown kembali membuat decak kagum dengan novel kelimanya ini, The Lost Symbol, yang bercerita tentang ahli simbol Robert Langdon, menelusuri jejak misterius kaum Freemason di jantung Amerika, Washington D. C. Buku ini bisa dibilang adalah hasil tumbukan novel-novel Dan Brown sebelum-sebelumnya. Digital Fortress dan Deception Point, novel pertama dan ketiga, bercerita seputar lembaga-lembaga negara Amerika yang misterius dan intrik-intriknya, sementara dua novel lainnya, Angels and Demons dan Da Vinci Code bercerita tentang Robert Langdon yang berusaha menemukan jawaban di balik simbol-simbol kuno yang sangat rahasia. Dan keduanya bertemu di Lost Symbol: Amerika vs Robert Langdon.

Robert Langdon diceritakan harus menolong temannya, Peter Solomon, grand master kelompok Freemason yang diculik seorang penjahat misterius. Si penculik menginginkan Langdon menemukan Kata yang Hilang yang disembunyikan di balik piramida suci Freemason. Konon Kata yang Hilang itu bisa membuka kekuatan rahasia yang tersembunyi dalam tubuh setiap manusia. Membuatnya memiliki kekuatan yang mendekati kekuatan Tuhan. Berhasilkah Robert Langdon menemukannya? Baca saja sendiri.

Seperti biasa, selain bercerita tentang simbol-simbol kuno, Dan Brown juga menyisipkan tentang teknologi-teknologi mutakhir yang masih jaran diketahui umat manusia. Setelah mesin pemecah TRNSLTR dan antimatter, kini dia bercerita tentang ilmu Noetic, ilmu yang mempelajari bagaimana benak manusia dapat memberikan pengaruh nyata terhadap benda-benda fisik di sekitarnya. Menurut pengamatan saya, ilmu inilah yang dapat membuat manusia menjadi seperti Tuhan, seperti yang tertulis dalam Kata yang Hilang yang disembunyikan kaum Freemason.

Namun sayang, dibandingkan novel-novel sebelumnya, novel ini terasa lebih filosofis dan kurang begitu terasa suspense-nya. Tampaknya Dan Brown ingin menguatkan kembali pesan yang disampaikannya di novel sebelumnya, bahwa agama dan teknologi sebenarnya adalah hal yang dapat berjalan secara bersama-sama.

Dalam novel ini Dan Brown menjelaskan bahwa agama yang cenderung mistis sebenarnya adalah teknologi yang belum dapat dijelaskan oleh akal manusia. Dan ilmu Noetic, adalah mata rantai yang hilang di antara keduanya. Ia menjelaskan bagaimana keajaiban dan mukjizat yang diceritakan dalam kitab suci agama-agama sebenarnya dapat dijelaskan dengan teknologi modern. Tapi sayangnya, entah kenapa Dan Brown tidak bercerita lebih jauh mengenai ilmu ini.

Super villain-nya juga mudah sekali ditebak. Tidak perlu sampai akhir cerita, saya bisa mengerti siapa sebenarnya dalang segala kejadian misterius. Mungkin Anda yang sudah khatam novel-novel Dan Brown pun tidak akan terlalu kesulitan menebak.

Tapi tetap saja, Dan Brown gitu loh, tetap saja saya merasa puas setelah menutup halaman terakhir, karena saya baru saja tercerahkan dengan filosofi-filosofi Dan Brown serta pengetahuan dan sejarah yang mencengangkan. Ya, saya baru sadar kalau para pendiri Amerika ternyata adalah orang-orang yang menganggap simbol-simbol bangsa kuno. Dan mereka berusaha memunculkan kembali simbol-simbol tersebut di Tanah Baru, di mana mereka jauh dari pengaruh monarki Eropa yang mengekang. Saya baru tahu bahwa:

1. Washington D.C sebenarnya diberi nama Rome oleh para founding fathers-nya Amerika

2. Obelisk terbesar di dunia ada di Washington, bukannya di Mesir

3. Gedung Capitol, gedung DPR-nya Amerika, adalah replika dari kuil Yunani yang dipadukan dengan Basilika St. Petrus di Vatikan.

4. Sama seperti Kapel Sistine di Vatikan, langit-langit bagian kubah (Rotunda) Capitol juga dilukis oleh seorang seniman. Bila Michaelangelo menggambar The Creation of Adam, maka di Capitol terdapat The Apotheosis of Washington karya Constantino Brumidi yang menceritakan George Washington yang naik level ke tingkat “Godlike”

5. Jiwa manusia memiliki massa dan dapat ditimbang dengan cara yang sangat sederhana.

6. Sandi kotak di pramuka ternyata adalah sandi milik Freemason.

Dan masih banyak misteri lain. Silakan baca sendiri kalau mau tahu. 😀

Oh ya, satu hal unik yang saya temukan adalah, Dan Brown memang menyebut sedikit plot cerita Angels and Demons serta Da Vinci Code sebagai masa lalu Langdon, tapi ia secara implisit novel pertamanya, Digital Fortress sebagai “novel thriller murahan”. :)) Pengarang yang aneh.

The Alchemyst: The Secret of the Immortal Nicholas Flamel

The Alchemyst: The Secret of the Immortal Nicholas Flamel
The Alchemyst: The Secret of the Immortal Nicholas Flamel

Buku karangan Michael Scott ini bercerita tentang sepasang anak kembar, Josh & Sophie Newman, dua orang remaja biasa-biasa saja yang harus terlibat dalam pertempuran penuh sihir. Gara-garanya ternyata pemilik toko buku tempat Josh bekerja ternyata adalah seorang manusia abadi, seorang Alchemyst termasyhur dalam sejarah dan legenda, yaitu Nicholas Flamel. Saat Josh sedang bekerja, tiba-tiba musuh bebuyutan Flamel, Dr. John Dee datang untuk merebut Codex, buku Abraham sang Magus yang berisi rahasia-rahasia sihir paling kuat.

Di tengah pertarungan sihir, Dee berhasil merebut Codex serta menculik Paranelle, istri Nicholas. Nicholas membawa Josh & Sophie kabur untuk mencari bantuan. Mereka menemui para Tetua untuk meminta bantuan melawan Dee dan majikannya, para Tetua Gelap serta untuk merebut kembali Codex dan menyelamatkan Paranelle. Saat itulah Josh & Sophie menemukan bahwa dalam diri mereka ada sebuah bakat terpendam yang telah diramalkan sejak 10 ribu tahun yang lalu.

Continue reading “The Alchemyst: The Secret of the Immortal Nicholas Flamel”

Brisingr

Brisingr
Brisingr

Bagi yang mungkin belum tahu, bahwasanya buku ketiga dari Tetralogi Inheritance (Warisan) karangan Christopher Paolini kini telah terbit, untuk versi bahasa Inggris tentunya. Ya, tetralogi. Inheritance memang awalnya direncanakan untuk menjadi trilogi, tapi Paolini merasa buku ketiga akan jadi sangat panjang bila seluruh akhir cerita ditulis di situ. Makanya cerita ini dibuat menjadi 4 bagian.

Dan “Brisingr: The Seven Promises of Eragon Shadeslayer and Saphira Bjartskular” inilah, yang mungkin merupakan edisi paling ditunggu para penggemar novel karya Paolini. Maklum, jarak antara penerbitan buku ini dengan buku keduanya cukup jauh, sekitar 3 tahun. 😯 Entah berapa lama lagi baru akan ada versi Indonesianya.

Continue reading…