Catatan Harian Si Boy

Catatan Harian Si Boy
Catatan Harian Si Boy

Musim panas hampir berlalu di negara bermusim empat. Liburan sekolah di sana juga hampir berakhir. Daaaan, kita yang Indonesia dengan sukses berhasil melewatkan semua film blockbuster alias film keren yang biasanya membanjiri bioskop di bulan-bulan seperti ini.

Menyebalkan? Memang. Film-film favorit baik yang digemari karena jalan cerita, tokoh, ataupun efek grafisnya harus menunggu entah sampai kapan untuk bisa ditonton. Tapi selalu ada hikmah di balik semua hal. Lumayan lah, bisa nambah tabungan beberapa bulan ini. Biasanya selalu ada duit yang dianggarkan buat nonton.

Bagi sineas dalam negeri, jelas ini merupakan kesempatan yang sangat besar. Pihak bioskop mau tidak mau harus memutar film apapun bahkan seadanya untuk dapat terus menjalankan roda ekonominya. Maka muncullah film-film Indonesia yang berkualitas ala kadarnya ala Nayato yang gantian membanjiri bioskop.

Hal inilah yang lebih menyebalkan. Masak saya harus membayar mahal-mahal untuk sampah-sampah tersebut? Sampah itu ya harusnya dibuang, bukan malah diperjualbelikan secara besar-besaran seperti itu. Kecuali Anda memang juragan barang loak sih..

Continue reading

Advertisements

Fair Game

Fair Game
Fair Game

Invasi Amerika atas Iraq tahun 2003 memang masih menyisakan banyak tanda tanya. Apakah alasan yang dipakai George W. Bush bahwa Iraq tengah membuat senjata pemusnah massal memang benar adanya? Film ini mencoba memberi jawaban atas pertanyaan besar itu.

Valerie Plame, seorang agen CIA yang juga istri mantan diplomat Joe Wilson ditugaskan untuk menyelidiki isu pembelian uranium oleh Iraq dalam jumlah besar dari Nigeria. Karena Joe pernah bertugas di Nigeria, maka ia meminta bantuan suaminya itu untuk pergi ke sana dan melakukan penyelidikan.

Sesampainya di Nigeria, Joe menemukan fakta bahwa pembelian itu sebenarnya tidak pernah terjadi. Tapi saat CIA melaporkan hasil penyelidikan Joe ini, Scooter Libby, Asisten Wapres menganggap hasil tersebut salah dan memaksa CIA untuk kembali menyelidikinya, meski ujung-ujungnya hasil yang didapatkan tetap sama.

Continue reading

CodeIgniter 2.0

CodeIgniter
CodeIgniter

Akhir bulan Januari kemarin (ya, ini memang basbang), EllisLab merilis versi 2.0 dari CodeIgniter, framework PHP bikinan mereka. Ada yang spesial di rilis kali ini. Sebab ini untuk pertama kalinya CodeIgniter ikut digarap oleh orang-orang di luar EllisLab. Memang sejak Desember kemarin EllisLab mengumpulkan orang-orang di komunitas CI untuk bergabung & membentuk tim “CodeIgniter Reactor” yang nantinya akan menjadi core developers CI.

Pada akhirnya, hal ini akan menjadi seperti hubungan antara Automattic & WordPress. FYI, sejak lama platform CMS WordPress memiliki tim developer sendiri yang bertugas mengembangkan kode-kode WordPress. Automattic sudah tidak bertanggung jawab lagi terhadap perkembangan WordPress, seluruhnya sudah dilepas kepada tim tersebut. Mereka hanya fokus ke bisnis mereka sendiri.

Hal ini jelas menjadi kabar baik bagi pengembang yang menggunakan CodeIgniter. Sebab nantinya mereka akan bisa ikut memberikan sumbangsih lebih terhadap perkembangan CI tanpa terus bergantung kepada EllisLab.

Continue reading

Jika Tuhan Memang Maha Kuasa..

Mengapa tidak Ia buat saja seluruh manusia se-iman dan se-agama?

Mudah. Karena itu membosankan. Dia sudah pernah mencoba, dan menciptakan malaikat. Hasilnya? Sepertinya Dia bosan sendiri melihat malaikat yang nurut aja disuruh-suruh.

Maka Ia pun berimprovisasi dengan menciptakan makhluk yang bernama manusia. DibuatNya manusia memiliki akal yang bisa dipakainya untuk menentukan apa-apa saja yang mau ia lakukan.

Voila, jadilah panggung pertunjukan yang mengasyikkan: manusia-manusia saling membunuh demi mendapatkan label ‘Yang Paling Benar’.

Get Your TwentyTen Ajaxified!

Smells Like Facebook may have been suspended, but it doesn’t mean we can’t use it (or part of it) anymore. In Open Hack session at Wordcamp Indonesia 2011, I came up with an idea to utilize the Javascript used in Smells Like Facebook to ajaxify the WordPress default theme, TwentyTen.

And this is it, as you can see in this site, the TwentyTen has been enhanced by AJAX features, just like we did in Smells Like Facebook (try to click a link!). Right now, it comes as a child theme, so you’ll need WordPress version 3.0 above to use it. But soon in the future it will be available as plugin too, if you have another child theme installed already.

Continue reading

WordCamp Indonesia 2011, Bandung

Wordcamp Indonesia 2011 logo
Wordcamp Indonesia 2011

Puji Tuhan, akhirnya salah satu mimpi saya terwujud. Hari Sabtu & Minggu kemarin (29-30/01) untuk pertama kalinya saya bisa menghadiri WordCamp, event tahunan para pengembang serta peminat WordPress. Gugur sudah salah satu rukun WordPress saya, meski sebenarnya agak sayang, karena bro Matt Mullenweg si empunya WordPress tidak bisa menghadiri event kemarin.

Bagaimana acaranya? Lumayan. Ya, lumayan. Saya belum pernah ikut Wordcamp sebelumnya, jadi tidak bisa membandingkan dengan event sebelumnya. Yang jelas event kali ini yaaa.. lumayan. Materi yang dibawakan banyak yang bagus, meski ada juga beberapa yang, sorry to say, kurang menarik. Kalau mau tahu lebih lengkap jalannya acaranya, silakan baca saja di sana.

Continue reading