How to Make Your Own Plugins/Themes Updating Service

INTRO

Several times ago, my Smells Like Facebook theme was suspended from being updated in WordPress Theme Directory. It’s still being available to download, but I can’t submit a new version, therefore the theme users can’t get a notification and auto update from their dashboard.

So I try how to override WordPress auto update check routine and make it check the latest version of Smells Like Facebook to my own server. Here’s how:

Continue reading “How to Make Your Own Plugins/Themes Updating Service”

Statpress vs Google Analytics

Seperti layaknya seorang bloger (halah), tentu saya ingin tahu tentang statistik kunjungan orang lain ke blog saya. Tidak bermaksud munafik, tentu saja saya masih merasa senang bila ternyata blog saya banyak dikunjungi. Berarti tulisan saya memang layak baca. Berarti pula popularitas saya meningkat, dan statu seleblog sudah semakin dekat 8) .

Okay, forget it, intinya saya ingin tahu tentang data-data orang yang mengujungi blog saya. Titik. Nah, maka daripada itu, dulu saat awal-awal meng-install WordPress di domain ini, saya menggunakan salah satu plugin-nya yang bernama Statpress. Statpress ini akan mencatat semua kunjungan (kecuali user yang login tentu sajah) dan disimpan di dalam database kita, tidak seperti plugin-plugin statistik pada umumnya, yang menggunakan third-party, alias server orang lain, sehingga kita nggak punya hak penuh dan hanya bisa pasrah kepada siapa data itu dititipkan :mrgreen: .

Awalnya cool, karena semua data, mulai dari referrer dari mana si visitor datang, sampai keyword apa yang dia pakai di search engine sehingga bisa nyasar ke sini, semuanya terekam dengan baik. Tapi… karena jumlah kunjungan semakin banyak (yang berarti saya semakin terkenal 8) ) *ahem*, jumlah data yang dimasukkan ke dalam database blog ini juga semakin banyak. Ya mau bagaimana lagi, setiap ada kunjungan, si Statpress ini pasti nambahin satu row di database. Dan bayangkan, sudah berapa juta orang yang berkunjung ke blog ini? *lebay* Sudah pasti database saya kebanjiran data. Dan mulai beberapa hari yang lalu, permasalahan ini semakin serius, saya semakin lemot membuka dashboard WordPress, apalagi membuka report statistik, sounds impossible.

Continue reading “Statpress vs Google Analytics”

Blocks the Annoying goooogleadsence.biz Iframe

Hey, in the middle of my work finishing the Smells Like Facebook Theme, I realize that somehow my blog always load something from http://goooogleadsence.biz/. The browser status bar always show “Connecting to http://goooogleadsence.biz/” every time I load my blog page. I thought it is my ads script. But after I check, it isn’t. Then scan blog directories and found some malicious script in some files like this

echo “?click=7B42BF“;

Feeling suspicious, I google about it. Then I find this post: http://www.diovo.com/2009/03/hidden-iframe-injection-attacks/. I finally know that the script was added somehow to my files by a virus. Yes, it is my own mistake. I often connect to my blog ftp to edit themes in a public computers. After I clean all the script from my blog directories and change my ftp password, the script always get back to the files. I don’t know why. I’m very afraid that Google will index my blog as a malicious site because of that script.

Then I got an idea. I made a very simple plugin that will end the execution of PHP script after the theme footer is loaded. So the malicious script will never be executed and the iframe will never shown in the blogpage. Of course, the plugin doesn’t remove the script, it just prevent the iframe for being shown. You’ll still need to remove the script from your files manually (or if you’ve found tool to do it). This plugin also useful in case the script get back to your files somehow after you removed them.

You can download the plugin here. It is still in beta version, so if you found some bugs, please report it here. Oh yes, you’ll need to make sure that your theme have a call to wp_footer() function right before </body> close tag.

PS: some of Joomla users have found the tool to remove the script, but.. it has a price, not free. Thanks God, I’m using WordPress..

Hosting Plugin di WordPress Plugin Directory

Baru saja, saya membuat sebuah plugin sederhana, yang berfungsi untuk menyortir jumlah komentar sebuah postingan. Dengan plugin tersebut, komentar-komentar Anda tidak akan ikut dihitung, sehingga jumlah yang muncul adalah benar-benar jumlah komentar pengunjung blog Anda. Berguna sekali untuk yang gemar membalas komentar, apalagi fitur tersebur disediakan tersendiri di WordPress 2.7.

Seperti biasa, plugin tersebut saya buatkan postingan tersendiri di blog WP-Project saya, tapi kemudian saya tergelitik untuk mencoba meng-upload plugin tersebut di Direktori Plugin WordPress. Setelah membaca petunjuk-petunjuknya, ternyata caranya cukup rumit. Pertama, Anda harus login terlebih dahulu, menggunakan username/password tersendiri. Kemudian Anda harus mengisi form informasi tentang plugin Anda. Data dari form ini nantinya akan dimoderasi oleh pihak WordPress. Bila diterima, Anda akan menerima email konfirmasi. Di dalam email diterangkan bahwa di server WordPress Direktori, si admin telah menambah sebuah folder khusus untuk plugin Anda.

Untuk mengakses folder tersebut, Anda harus menggunakan subversion client. Setelah itu, dengan menggunakan subversion client, upload file-file plugin Anda. Untuk langkah-langkah penggunaan subversion ini, bisa Anda baca di sini. Setelah selesai, tunggu 15 menit sampai ada update di WordPress Plugin Directory. Setelah 15 menit, lihat di halaman profil Anda, dan plugin Anda pun akan ada di sana.

Dan, plugin saya pun sudah ada di sana 😛

Berikut petunjuk lengkap cara mengupload plugin.

Embedded Flash is Blocked in Firefox

Have you ever installed Adblock plugin to your Firefox? Right, in the plugin preferences, you can set the browser to block the ads and embedded object. But now, the same effect, occurs in my without-Adblock-Firefox. When I open a site that contains an embedded Flash object, a strange gray box hide it, so I can’t interact with the object. First I thought that the Flash Player plugins didn’t work, but the browser didn’t show a notification about the ‘Missing plugin’. I get confused why does it happen? I never installed adblock before. Plugins installed in my Firefox only Firebug and Web Developer, for work purpose.

After I cleared all cookies and the private data, the flash player work well again. One thing that I realized is, the gray box will appears again, after I open a file sharing site, http://indowebster.com. Indeed, in that site there are a lot of ads and Flash object. After those objects loaded, pooff!!, the gray box suddenly appears. Not only in that site tab, but in every tab in my Firefox.

Until now, I didn’t get that problem solved, even after I re-installed the browser. Maybe anyone can help?
Thanks in advance

Feedwordpress + ACE = My Great Aggregator

Aha, sejak dari dulu, sebenernya saya pengen memilah-milah konten dari blog saya sesuai dengan topik yang saya bahas dalam postingan. Misalnya kalau mau ngomongin soal film ya ada blognya sendiri, mau cerita soal kegiatan sehari-hari, ya ada sendiri. Ide pertama yang muncul di otak saya adalah: menggunakan layanan blogging gratis layaknya wordpress.com atau dagdigdug. Ah, tapi satu hal merintangi saya: Bagaimana kalau blog-blog saya yang lain sepi pengunjung dan komen? 😛

Hmmm, dengan bodohnya saya lalu memiliki ide untuk membuat sub-domain saja di blog saya. Semacam anak blog begitulah. Sehingga saya nanti bisa utak-utek skrip blog utama agar bisa menjadi semacam aggregator bagi subdomain-subdomain saya. Tapiiiiii…. sungguh “mahal” untuk membuat anak blog macam itu, lantaran saya harus install WP di setiap sub-domain, sementara space hostingan saya terbatas (paket termurah soalnya 😀 ). Dan akhirnya saya menemukan WordPress MU (Multiple User) layaknya yang dipakai penyedia layanan blog gratis itu. Dan, lagi-lagi dengan bodohnya, saya pun me-remove semua instalasi WordPress saya dan menggantinya dengan file-file WP MU yang ternyata instalasinya tak sesederhana WP. Jadilah, domain saya terlantar beberapa hari.

Setelah WP MU selesai terinstall, saya lalu mengutek-utek file untuk menampilkan RSS pada blog utama agar bisa menampilkan feed-feed dari subdomain saya. Maksudnya adalah agar orang yang sudah terlanjur berlangganan feed saya tidak perlu subscribe satu-satu tiap anak blog, cukup berlangganan feed utama saja. Yes, it works. Tapi ternyata hal ini punya sebuah kendala. Feed-feed dari subdomain saya akan muncul telat sekali di RSS reader macam Google Reader. Bisa-bisa saya posting hari ini, baru besok malam muncul di Reader.

Dengan putus asa, saya ternyata menemukan sebuah plugin untuk aggregator macam begitu (ah, tau gitu dari dulu) ketika membaca blog dari komunitas batagor (komunitas bloger kota Bandung) yang memang menjadi aggregator bagi blog-blog membernya. Plugin itu bernama Feedwordpress. Tak pake lama, langsung saya unduh dan pasang di blog (yang kemudian jadi aggregator, sementara blog utamanya pindah ke anak blog).

Selesai perkara (semua feed dari subdomain saya bisa muncul tepat waktu), saya jadi teringat akun saya yang ada di layanan blog gratis (wordpress & 3D). Kemudian saya putuskan bahwa kedua akun itu akan saya pakai untuk posting tentang hal-hal umum selain di blog utama. Alasannya, bila saja saya over-productive, dalam satu hari bisa posting lebih dari sekali, saya tidak mau posting saya yang paling awal terlewatkan oleh pengunjung baru. Biasanya kan pengunjung baru hanya akan membaca (or not?) postingan terakhir saja.

Dan jadilah, kedua akun itu saya aktifkan lagi dan saya daftarkan ke aggregator. Tapi-tapi-tapi, tetep saja di aggregator posting-posting dari WP.com atau 3D tetap muncul sebagai yang teratas, karena saya mem-postingnya terakhir setelah di blog utama. Kalau muncul di Reader sih tak masalah bagi saya (dasar bloger aneh).

Hmmmm, lantas sebuah ide muncul lagi, saya ingat dulu pernah diberitahu oleh om Gun tentang plugin yang dipake di blognya yaitu Advanced Category Excluder yang berguna untuk memfilter postingan-postingan yang akan ditampilkan di halaman utama sesuai dengan kategorinya. Well, akhirnya saya pun mengubah setting Feedwordpress untuk blog-blog saya yang ada di WP dan 3D agar dimasukkan ke dalam sebuah kategori khusus, dimana kategori itu nanti akan di-exclude oleh plugin ACE (Advanced Category Excluder) agar tidak tampil di halaman depan, hanya di RSS Feed saja.

Daaaannn… jreng-jreng, jadilah aggregator itu… :mrgreen:

Ohohoho… Cerita yang panjang dan membosankan.. 😛

Introducing WP Project

Ah, akhirnya saya bisa posting di sini.
Akhir-akhir ini nafsu posting saya benar-benar buntu, saya juga bener-bener bingung mau melakukan apa.. Akhirnya saya pun menyibukkan diri dengan sebuah “proyek” 😀

Bukan proyek besar kok, cuma sepele.. Saya habis bikin satu blog lagi lho… Namanya WP Project. Blog itu saya pakai untuk mem-posting serta mempublikasikan WP stuff yang saya bikin macam theme dan plugin.

Tapi ya gitu, theme-nya sama sekali gak bagus, sementara plugin-nya sepele dan useless. Maklum, masih nyubi. 😛

Silahkan dilihat-lihat dan didownload kalo tertarik 😀 Terima kasih ^:)^