Feedwordpress + ACE = My Great Aggregator

Aha, sejak dari dulu, sebenernya saya pengen memilah-milah konten dari blog saya sesuai dengan topik yang saya bahas dalam postingan. Misalnya kalau mau ngomongin soal film ya ada blognya sendiri, mau cerita soal kegiatan sehari-hari, ya ada sendiri. Ide pertama yang muncul di otak saya adalah: menggunakan layanan blogging gratis layaknya wordpress.com atau dagdigdug. Ah, tapi satu hal merintangi saya: Bagaimana kalau blog-blog saya yang lain sepi pengunjung dan komen?๐Ÿ˜›

Hmmm, dengan bodohnya saya lalu memiliki ide untuk membuat sub-domain saja di blog saya. Semacam anak blog begitulah. Sehingga saya nanti bisa utak-utek skrip blog utama agar bisa menjadi semacam aggregator bagi subdomain-subdomain saya. Tapiiiiii…. sungguh “mahal” untuk membuat anak blog macam itu, lantaran saya harus install WP di setiap sub-domain, sementara space hostingan saya terbatas (paket termurah soalnya๐Ÿ˜€ ). Dan akhirnya saya menemukan WordPress MU (Multiple User) layaknya yang dipakai penyedia layanan blog gratis itu. Dan, lagi-lagi dengan bodohnya, saya pun me-remove semua instalasi WordPress saya dan menggantinya dengan file-file WP MU yang ternyata instalasinya tak sesederhana WP. Jadilah, domain saya terlantar beberapa hari.

Setelah WP MU selesai terinstall, saya lalu mengutek-utek file untuk menampilkan RSS pada blog utama agar bisa menampilkan feed-feed dari subdomain saya. Maksudnya adalah agar orang yang sudah terlanjur berlangganan feed saya tidak perlu subscribe satu-satu tiap anak blog, cukup berlangganan feed utama saja. Yes, it works. Tapi ternyata hal ini punya sebuah kendala. Feed-feed dari subdomain saya akan muncul telat sekali di RSS reader macam Google Reader. Bisa-bisa saya posting hari ini, baru besok malam muncul di Reader.

Dengan putus asa, saya ternyata menemukan sebuah plugin untuk aggregator macam begitu (ah, tau gitu dari dulu) ketika membaca blog dari komunitas batagor (komunitas bloger kota Bandung) yang memang menjadi aggregator bagi blog-blog membernya. Plugin itu bernama Feedwordpress. Tak pake lama, langsung saya unduh dan pasang di blog (yang kemudian jadi aggregator, sementara blog utamanya pindah ke anak blog).

Selesai perkara (semua feed dari subdomain saya bisa muncul tepat waktu), saya jadi teringat akun saya yang ada di layanan blog gratis (wordpress & 3D). Kemudian saya putuskan bahwa kedua akun itu akan saya pakai untuk posting tentang hal-hal umum selain di blog utama. Alasannya, bila saja saya over-productive, dalam satu hari bisa posting lebih dari sekali, saya tidak mau posting saya yang paling awal terlewatkan oleh pengunjung baru. Biasanya kan pengunjung baru hanya akan membaca (or not?) postingan terakhir saja.

Dan jadilah, kedua akun itu saya aktifkan lagi dan saya daftarkan ke aggregator. Tapi-tapi-tapi, tetep saja di aggregator posting-posting dari WP.com atau 3D tetap muncul sebagai yang teratas, karena saya mem-postingnya terakhir setelah di blog utama. Kalau muncul di Reader sih tak masalah bagi saya (dasar bloger aneh).

Hmmmm, lantas sebuah ide muncul lagi, saya ingat dulu pernah diberitahu oleh om Gun tentang plugin yang dipake di blognya yaitu Advanced Category Excluder yang berguna untuk memfilter postingan-postingan yang akan ditampilkan di halaman utama sesuai dengan kategorinya. Well, akhirnya saya pun mengubah setting Feedwordpress untuk blog-blog saya yang ada di WP dan 3D agar dimasukkan ke dalam sebuah kategori khusus, dimana kategori itu nanti akan di-exclude oleh plugin ACE (Advanced Category Excluder) agar tidak tampil di halaman depan, hanya di RSS Feed saja.

Daaaannn… jreng-jreng, jadilah aggregator itu…:mrgreen:

Ohohoho… Cerita yang panjang dan membosankan..๐Ÿ˜›

9 thoughts on “Feedwordpress + ACE = My Great Aggregator

  1. kemaren ada yang bukanya lambat banget, ngga tahu yang mana๐Ÿ˜€
    oya untuk yang agregator tampilannya kok mirip blog biasa, zieb?
    maksudnya ngga meriah macam punya gun, atau CA.org?
    saya sok sedang tahu saja sebenarnya, hihi

    Like

  2. bukan main, yang ini cepet banged, apa karena koneksi saya yang dudulz?
    oya kalimat terakhir seharusnya :
    saya sedang sok tahu saja sebenarnya!
    *terbetulkan*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s