Categories
politic

Selamat Nyoblos

Saya dan rekan ngeblog saya,
mengucapkan selamat menunaikan ibadah nyoblos dalam pilkada Jawa Timur 2008 kepada yang menjalankan.

Semoga pilihan Anda dapat mengubah wajah negeri ini. Amin.


Lha saya? Saya hanya mengikuti Tuhan saya.

update: Kota Malang hari ini juga ya? Saya ndak tau… 😛 Kalau iya, ya selamat menunaikan juga..
update: Maksud saya yang Kota Malang itu Pemilihan Walikota Malang 😀

Categories
Movie

The Dark Knight? Sepi tuh…

Semenjak pindah kembali ke kota kelahiran saya, ada satu hal yang harus saya korbankan, yaitu hobi saya nonton di bioskop. Ya, sungguh berbeda rasanya ketika saya di Jakarta dulu. Satu-satunya hal yang saya harus khawatirkan ketika di sana, hanyalah soal duit. Tapi kalau di sini, ah, sungguh repot. Film paling baru belum tentu akan langsung tersedia di bioskop yang cuma ada 2 yang layak itu. Tahukah Anda? Kungfu Panda pun saya belum nonton, lantaran belum diputar. Belum lagi Wanted, Hancock atau Hellboy 2 nanti. 😥

Memang, Juni kemarin Incredible Hulk diputar hampir bersamaan dengan kota-kota lain, hanya saja waktu itu saya baru saja pindahan, sehingga kondisi ekonomi belum memungkinkan. Ouch. Saya jadinya harus menyeberang ke Surabaya untuk mengejar ketertinggalan saya di dunia perfilman. Halah.

Tapi ada satu keuntungan dalam kondisi seperti itu. Hari Sabtu (19/07) kemarin, ketika Nyonya saya mengajak nonton, saya sebenarnya sudah putus asa ketika membuka situs 21Cineplex. Paling juga film Indonesia yang, kalau tidak “hot” ya serem itu. Tapi alangkah terperanjatnya saya ketika di list paling atas film yang ditayangkan di kota ini, ada titel yang berbunyi “THE DARK KNIGHT” 😯

Kontan saja saya langsung loncat-loncat kegirangan mengiyakan ajakan Nyonya saya. Saya lihat jam pemutaran kedua sekitar pukul 15.15. Sementara jam saat itu menunjukkan waktu pukul 14.45. Nyonya saya mengajak saya cepat-cepat berangkat agar tidak kehabisan tiket, mengingat film itu film baru yang cukup booming di kota-kota lain. Iya juga, batin saya. Tapi entah kenapa, firasat saya mengatakan bahwa saya tidak akan kehabisan tiket meski nanti datang mepet.

Dan benar saja, pukul 15.00 ketika saya membeli tiket, karcisnya masih cukup banyak. Kami yang memesan tiket di barisan F, ternyata merupakan penonton yang duduk paling depan! 😯 . Jadinya yaaa, saya dan nyonya bisa nonton dan lain lain dengan nyaman dan leluasa. :mrgreen:

Entah apa yang salah, padahal film itu begitu bombastis di mana-mana, yang jelas, hal itu menyenangkan bagi saya.. 😛

Categories
Movie

The Dark Knight

The Dark Knight ini adalah film tentang superhero Marvel, Batman. Entah kenapa tidak ada embel-embel nama Batman di judul film tersebut layaknya film-film superhero pada umumnya.

Seperti film-film sebelumnya, tokoh utama film ini adalah Bruce Wayne, milyarder muda asal kota Gotham yang mempunyai kepribadian ganda di kala malam, yaitu sebagai pahlawan berdarah dingin, yang dikenal sebagai Batman.

Para gang boss di Gotham diceritakan risau dengan munculnya seorang “pahlawan” baru di kota Gotham selain Batman, yaitu D.A. (district attorney / jaksa wilayah) Harvey Dent, yang benar-benar serius dalam mengatasi masalah kriminal di kota Gotham. Perampokan yang dilakukan Joker pada bank milik mereka, ternyata mempunyai buntut. Uang “haram” mereka terendus oleh polisi serta Dent. Lau, seorang mafia, menawarkan sebuah solusi untuk membawa uang mereka jauh dari jangkauan hukum Gotham.

Joker, sang perampok, tiba-tiba muncul dan menawarkan cara yang lebih tepat, yaitu dengan membunuh Batman. Meski awalnya dia ditertawakan, para gangster itu akhirnya menyetujuinya seiring diculiknya Lau oleh Batman dari tempat persembunyiannya di Hong Kong.

Di luar dugaan para gangster, Joker ternyata sama sekali tidak tertarik dengan uang. Uang para gangster yang berhasil diselamatkannya justru ia bakar semuanya (wow). Ia ingin lebih dari itu. Ia terobsesi untuk menciptakan kekacauan. Chaos. Berulang kali ia berusaha mempermainkan perasaan para warga Gotham, antara lain dengan mangancam akan terus membunuh sampai Batman membuka topengnya, atau dengan mengadu domba penumpang dua buah kapal agar salah satu dari mereka meledakkan kapal yang lain sebelum penumpang kapal yang lainnya itu meledakkan kapal mereka.

Batman sampai merasa frustasi menghadapi Joker yang begitu licin. Sempat ia tertangkap, tapi ternyata ia sendiri yang merencanakan untuk ditangkap, agar rencananya yang lebih besar dapat terlaksana. Ia bahkan sempat ingin membuka topengnya untuk menghentikan kegilaan Joker, tapi Harvey Dent, sang jaksa wilayah, sudah terlebih dahulu mengaku bahwa dirinya adalah Batman untuk memancing keluar Joker.

Di sisi lain, Dent, sang pahlawan-putih-tanpa-topeng, berhasil diubah menjadi monster oleh Joker. Ia benar-benar merasa depresi lantaran kekasihnya, yang juga mantan kekasih Bruce Wayne, Rachel Dawes, dibunuh oleh Joker. Joker berhasil meyakinkan dirinya bahwa kematian Rachel disebabkan oleh pejabat serta polisi korup yang bersekongkol dengan para gangster. Terbakar dengan rasa dendam, Dent pun berubah menjadi monster Two Face yang memburu orang-orang yang dianggapnya bersalah atas kematian Rachel.

Dalam film ini, Batman tampil dalam sisi tergelapnya. Ia tidak menjadi seperti Superman yang dielu-elukan warga Metropolis. Hal ini cukup kontras dengan film-film sebelumnya, seperti Batman Forever, Batman Returns atau Batman & Robin. Dalam film-film tersebut, Batman hanya digambarkan sebagai sosok yang dingin dan misterius. Tapi dalam film ini, ia benar-benar tampil dalam sosok yang has no limits alias bersedia melakukan apa saja untuk menegakkan keadilan, mulai dari mengatasi para penjahat dengan cara “radikal” sampai dengan menculik mafia yang kabur ke Hong Kong untuk menghindari hukum kota Gotham. “I am whatever Gotham needs me to be”, katanya.

Dan perhatian besar yang lain tertuju pada sosok kriminal Joker. Permainan-permainan jahatnya benar-benar membuat gregetan, lantaran ia selalu bisa membuat kejutan di setiap rencananya. Tingkah laku serta kata-katanya benar-benar mampu membolak-balikkan hati.

Film ini terasa begitu cepat dan menegangkan, seolah tidak memberi sedikit jeda pada para penonton untuk meresapi apa yang sebenarnya terjadi. Hampir setiap detik selalu ada konflik, apalagi dengan aksi Joker yang ugh itu. Perkenalan tokoh pun tidak disajikan secara bertele-tele. Malah bisa dibilang tokoh-tokohnya dikenalkan ketika dalam konflik, tidak seperti tiga film terdahulu Batman yang saya sebutkan di atas, di mana awal dari film selalu bercerita tentang masa lalu para penjahat.

Sayangnya, durasinya yang cukup lama membuat film ini terasa sedikit membosankan. Ya, melihat penjahat selalu menang itu cukup membuat bosan. Tapi secara keseluruhan, film ini menurut saya benar-benar luar biasa!

Rating for this movie: :-bd

Categories
Agama & Tuhan politic

Tuhan Saja Golput

Saya baru saja baca soal MUI Madura yang mengharamkan Golput pada Pemilu 2009 nanti di blognya Kang Slamet. Mbanyol. Atas dasar apa pengharaman Golput itu? Dari Al Quran dan Hadist, katanya.

Ahahaha… Lha masak ya saya mau maksa milih orang yang sama sekali ndak saya percayai memimpin negara ini lantaran nanti Tuhan akan murka dan mencemplungkan saya ke neraka? Bukankah tambah bahaya kalau saya memilih tidak dengan hati nurani? Negara bisa saja dipimpin orang yang salah, dan tambah kacau balau. Bukannya tambah dosa itu?

Lagipula, Tuhan sendiri lho Golput. Kenapa Anda tidak? ;))

Categories
Agama & Tuhan Blogs

Inti Dari Beragama

Beberapa inti dari beragama itu berdoa dan ber-silaturrahmi.

Asal jangan terlalu sering silaturrahmi, sebab hal itu akan membuatmu lupa berdoa..


Ikut-ikutan postingannya om Geddoe 😀

Categories
my life

Fasilitas Itu Penjara

… or vice versa?

Jadi begini, di tempat kerja saya yang baru, berhubung baru saja pindahan (untuk menyambut saya mungkin :mrgreen: ), para petinggi-petinggi itu mendatangkan dan membangun banyak sekali fasilitas guna memanjakan para pegawainya, dengan harapan nantinya mereka akan kembali semangat bekerja dan hasil kerja mereka dapat bertambah.

Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain, pembaharuan PC, yang meski hanya ganti monitor jadi LCD, it is still an upgrade, eh? Kemudian ada 3 layar televisi plasma yang ditempel di tembok kantor, 2 di ruang para pegawai, sementara 1 di tempat bos. Ya, timing-nya pas sekali sebab televisi-televisi itu dipasang tepat saat Euro dimulai awal Juni lalu, sehingga manusia kalong seperti saya tidak khawatir ketinggalan informasi soal Euro.

Ada juga fasilitas cafetaria, err… saya tidak tahu gimana enaknya nyebutnya, pokoknya sudah ada ada nasi + lauk di dapur (or pantry?) serta meja makan dengan peralatan makan yang lengkap, serta ada satu set sofa tempat para ahli hisab (ahli hisab rokok alias smoker) melampiaskan nafsunya. Tak tanggung-tanggung, asbak yang disediakan ndak cuma satu, tapi sekitar 10 buah 😯 . Buat apa? Alasannya agar setiap smoker bisa pegang satu asbak sehingga asbak tidak sampai penuh.

Lantas ada satu rak penuh sandal jepit yang dapat digunakan di lingkungan kantor. Memang sejenis, tapi ada berbagai macam ukuran, mulai 36 – 43. Ya, di sini Anda tidak perlu pakai sepatu. Untuk masalah yang merasa ber-KTP dengan kolom agama bertuliskan Islam, telah disediakan musholla yang, yaaaahh… cukup luas lah, di mana tempat wudhunya tersedia sendiri (tidak perlu di toilet / kamar mandi) yang juga dilengkapi banyak handuk kecil sekali pakai (setelah dipakai untuk mengeringkan air wudhu, handuk akan masuk keranjang untuk kemudian dibuang dicuci).

Well, semuanya tampak menyenangkan bukan? Tapi, efek dari semua itu, mau tidak mau para pekerja harus bisa mengimbangi dengan mematuhi segala aturan serta dituntut untuk bekerja lebih baik. Hmmm, ya ya ya, memang begitu sebaiknya. Tapi saya agak “bosen” juga mendengar pak bos beberapa kali berteriak “Tolong sandal & sepatu yang belum masuk di rak, silahkan dimasukkan” atau “Bagi para perokok, silahkan pegang asbak tiap orang satu. Saya tidak mau lihat ada puntung atau abu rokok di taman” atau “Yang selesai minum di meja makan, tolong dikembalikan ke dapur”.

Oke-oke, itu memang contoh atasan yang baik, yang menegur bawahannya bila ada yang tidak mematuhi aturan. But ummm.. tidakkah itu terlalu berlebihan? Atau saya saja yang terlalu rule-breaker? Kalo soal kerjaan, datang terlambat misalnya (yang untungnya sudah jarang saya alami), bolehlah. Tapi kalo soal itu?

Kalau melakukan sebuah aktivitas di luar pekerjaan, makan atau ngobrol saat istirahat misalnya, jadi agak kurang nyaman, soalnya harus begini, mesti begitu. Tapi untungnya, bagi pekerja kalong macam saya, pada saat malam hari pak bos sudah tiada (pulang ke rumah maksudnya), sehingga yaaa… ada sedikit kebebasan lah.. 😛


Hmmm… tampaknya memang saya yang terlalu “ugal-ugalan” :mrgreen:

Categories
miscellanous

What’s Wrong With My Phone Number??

Saya bingung apa yang salah dengan dengan nomer HP saya saat ini. Nomer itu sepertinya tidak mampu *halah, menerima pesan / SMS dari berbagai macam service provider. Bukan yang REG-REG itu, saya sama sekali ndak tertarik untuk itu. Tapi saat saya daftarkan nomor ini untuk registrasi beberapa layanan macam SMS-Banking nya BCA sampai layanan SMS Blogging seperti Jaiku, tidak ada yang bisa lantaran SMS yang mereka kirim untuk konfirmasi nomor tidak pernah sampai di hape saya.

Apa yang salah ya? Padahal seingat saya nomor itu telah saya daftarkan ke 4444 dengan data yang benar. Ya, akurat sampai ke huruf kapitalnya sekalian. Sekedar informasi, saya menggunakan operator “mahal” tapi bagus, Telkomsel, di mana hanya lowbat (serta pulsa yang habis) yang bisa memutuskan pembicaraan, bukannya sinyal yang hilang atau saluran yang tiba-tiba terputus. *halah, malah promosi.

Nomor ini juga rutin saya recharge tidak pernah sampai melewati masa aktif & memasuki masa tenggang. Yah, meski hanya 5 ribu kalau sedang bokek 😛 Apa yang salah ya kira-kira? 😦 Padahal saya sedang ingin memanfaatkan kedua layanan itu, karena di rumah saya masih jarang ada warnet & ATM 😳 , sehingga kalau mau online atau cek saldo cukup susah.

Sayang ndak bisa tarik duit lewat SMS Banking.. :mrgreen:

Categories
Blogs

Feedwordpress + ACE = My Great Aggregator

Aha, sejak dari dulu, sebenernya saya pengen memilah-milah konten dari blog saya sesuai dengan topik yang saya bahas dalam postingan. Misalnya kalau mau ngomongin soal film ya ada blognya sendiri, mau cerita soal kegiatan sehari-hari, ya ada sendiri. Ide pertama yang muncul di otak saya adalah: menggunakan layanan blogging gratis layaknya wordpress.com atau dagdigdug. Ah, tapi satu hal merintangi saya: Bagaimana kalau blog-blog saya yang lain sepi pengunjung dan komen? 😛

Hmmm, dengan bodohnya saya lalu memiliki ide untuk membuat sub-domain saja di blog saya. Semacam anak blog begitulah. Sehingga saya nanti bisa utak-utek skrip blog utama agar bisa menjadi semacam aggregator bagi subdomain-subdomain saya. Tapiiiiii…. sungguh “mahal” untuk membuat anak blog macam itu, lantaran saya harus install WP di setiap sub-domain, sementara space hostingan saya terbatas (paket termurah soalnya 😀 ). Dan akhirnya saya menemukan WordPress MU (Multiple User) layaknya yang dipakai penyedia layanan blog gratis itu. Dan, lagi-lagi dengan bodohnya, saya pun me-remove semua instalasi WordPress saya dan menggantinya dengan file-file WP MU yang ternyata instalasinya tak sesederhana WP. Jadilah, domain saya terlantar beberapa hari.

Setelah WP MU selesai terinstall, saya lalu mengutek-utek file untuk menampilkan RSS pada blog utama agar bisa menampilkan feed-feed dari subdomain saya. Maksudnya adalah agar orang yang sudah terlanjur berlangganan feed saya tidak perlu subscribe satu-satu tiap anak blog, cukup berlangganan feed utama saja. Yes, it works. Tapi ternyata hal ini punya sebuah kendala. Feed-feed dari subdomain saya akan muncul telat sekali di RSS reader macam Google Reader. Bisa-bisa saya posting hari ini, baru besok malam muncul di Reader.

Dengan putus asa, saya ternyata menemukan sebuah plugin untuk aggregator macam begitu (ah, tau gitu dari dulu) ketika membaca blog dari komunitas batagor (komunitas bloger kota Bandung) yang memang menjadi aggregator bagi blog-blog membernya. Plugin itu bernama Feedwordpress. Tak pake lama, langsung saya unduh dan pasang di blog (yang kemudian jadi aggregator, sementara blog utamanya pindah ke anak blog).

Selesai perkara (semua feed dari subdomain saya bisa muncul tepat waktu), saya jadi teringat akun saya yang ada di layanan blog gratis (wordpress & 3D). Kemudian saya putuskan bahwa kedua akun itu akan saya pakai untuk posting tentang hal-hal umum selain di blog utama. Alasannya, bila saja saya over-productive, dalam satu hari bisa posting lebih dari sekali, saya tidak mau posting saya yang paling awal terlewatkan oleh pengunjung baru. Biasanya kan pengunjung baru hanya akan membaca (or not?) postingan terakhir saja.

Dan jadilah, kedua akun itu saya aktifkan lagi dan saya daftarkan ke aggregator. Tapi-tapi-tapi, tetep saja di aggregator posting-posting dari WP.com atau 3D tetap muncul sebagai yang teratas, karena saya mem-postingnya terakhir setelah di blog utama. Kalau muncul di Reader sih tak masalah bagi saya (dasar bloger aneh).

Hmmmm, lantas sebuah ide muncul lagi, saya ingat dulu pernah diberitahu oleh om Gun tentang plugin yang dipake di blognya yaitu Advanced Category Excluder yang berguna untuk memfilter postingan-postingan yang akan ditampilkan di halaman utama sesuai dengan kategorinya. Well, akhirnya saya pun mengubah setting Feedwordpress untuk blog-blog saya yang ada di WP dan 3D agar dimasukkan ke dalam sebuah kategori khusus, dimana kategori itu nanti akan di-exclude oleh plugin ACE (Advanced Category Excluder) agar tidak tampil di halaman depan, hanya di RSS Feed saja.

Daaaannn… jreng-jreng, jadilah aggregator itu… :mrgreen:

Ohohoho… Cerita yang panjang dan membosankan.. 😛

Categories
internet

Trying The Folks: Flock

Setelah membaca postingan simbok yang ini, saya jadi kepengen nyobain Flock, yang katanya dibikin pake teknologi Mozilla itu. Setelah saya unduh di websitenya dan saya install. Woh.. Bener-bener rasa Firefox!!

So, what is the difference? Just at the appearance?

Dan saya pun mulai menggerayangi browser itu… Hmm, lumayan, seperti yang ditulis simbok, ternyata Blog Editornya bekerja dengan baik. Tapi itu ketika saya coba di akun (?) saya yang di blogspot (oh, yes, I have). Ketika saya coba di blog saya yang pake hostingan sendiri, entah kenapa kok error terus. Katanya ndak isa login pake username sama password yang saya isi. Lha dalah??

Kemudian saya coba juga Feed Sidebarnya… Hmm, lumayan juga ini, ndak perlu pake Google Reader buat baca feed. Sayangnya… lantaran PC yang saya pakai di kantor ini di-Beku-Dalam-kan, setiap saya restart, feed-feed yang sudah saya add jadi hilang semua. Aneh, padahal folder instalasi sudah saya alihkan ke drive yang tidak di-Beku-Dalam-kan, tapi kok tetep ilang? Ada yang bisa bantu?

Jadi kesimpulannya, saya memang belum mencoba seluruh fitur yang ditawarkan Flock. Tapi dari dua fitur di atas yang telah saya pakai, sebenarnya juga bisa saya lakukan di Firefox, alias mbikin Firefox rasa Flock. Ya, cari aja addon-nya. Kalau mau blog editor, ada ScribeFire. Kalau mau feed reader, ada NewsFox (serta banyak yang lain-lain). Meski begitu, saya seneng pake browser ini, entah kenapa…

Categories
Agama & Tuhan internet

Google Reader Yang Tak Pandai Menghitung

Ternyata Google Reader yang merupakan salah satu manifestasi dari Tuhan Google Yang Maha Tahu itu, masih tidak pandai berhitung…

Bahkan setelah saya tekan tombol Refresh yang ada di situpun, dia masih ngeyel, kalau 1 + 1 + 1 + 1 = 3. Setelah saya Refresh Flock saya, baru dia sadar atas kesalahannya.

Ah, nothing is perfect..

BUT IS GOD A THING??