Categories
Blogs internet

Blocks the Annoying goooogleadsence.biz Iframe

Hey, in the middle of my work finishing the Smells Like Facebook Theme, I realize that somehow my blog always load something from http://goooogleadsence.biz/. The browser status bar always show “Connecting to http://goooogleadsence.biz/” every time I load my blog page. I thought it is my ads script. But after I check, it isn’t. Then scan blog directories and found some malicious script in some files like this

echo “?click=7B42BF“;

Feeling suspicious, I google about it. Then I find this post: http://www.diovo.com/2009/03/hidden-iframe-injection-attacks/. I finally know that the script was added somehow to my files by a virus. Yes, it is my own mistake. I often connect to my blog ftp to edit themes in a public computers. After I clean all the script from my blog directories and change my ftp password, the script always get back to the files. I don’t know why. I’m very afraid that Google will index my blog as a malicious site because of that script.

Then I got an idea. I made a very simple plugin that will end the execution of PHP script after the theme footer is loaded. So the malicious script will never be executed and the iframe will never shown in the blogpage. Of course, the plugin doesn’t remove the script, it just prevent the iframe for being shown. You’ll still need to remove the script from your files manually (or if you’ve found tool to do it). This plugin also useful in case the script get back to your files somehow after you removed them.

You can download the plugin here. It is still in beta version, so if you found some bugs, please report it here. Oh yes, you’ll need to make sure that your theme have a call to wp_footer() function right before </body> close tag.

PS: some of Joomla users have found the tool to remove the script, but.. it has a price, not free. Thanks God, I’m using WordPress..

Categories
Blogs Hobbies

Hosting Plugin di WordPress Plugin Directory

Baru saja, saya membuat sebuah plugin sederhana, yang berfungsi untuk menyortir jumlah komentar sebuah postingan. Dengan plugin tersebut, komentar-komentar Anda tidak akan ikut dihitung, sehingga jumlah yang muncul adalah benar-benar jumlah komentar pengunjung blog Anda. Berguna sekali untuk yang gemar membalas komentar, apalagi fitur tersebur disediakan tersendiri di WordPress 2.7.

Seperti biasa, plugin tersebut saya buatkan postingan tersendiri di blog WP-Project saya, tapi kemudian saya tergelitik untuk mencoba meng-upload plugin tersebut di Direktori Plugin WordPress. Setelah membaca petunjuk-petunjuknya, ternyata caranya cukup rumit. Pertama, Anda harus login terlebih dahulu, menggunakan username/password tersendiri. Kemudian Anda harus mengisi form informasi tentang plugin Anda. Data dari form ini nantinya akan dimoderasi oleh pihak WordPress. Bila diterima, Anda akan menerima email konfirmasi. Di dalam email diterangkan bahwa di server WordPress Direktori, si admin telah menambah sebuah folder khusus untuk plugin Anda.

Untuk mengakses folder tersebut, Anda harus menggunakan subversion client. Setelah itu, dengan menggunakan subversion client, upload file-file plugin Anda. Untuk langkah-langkah penggunaan subversion ini, bisa Anda baca di sini. Setelah selesai, tunggu 15 menit sampai ada update di WordPress Plugin Directory. Setelah 15 menit, lihat di halaman profil Anda, dan plugin Anda pun akan ada di sana.

Dan, plugin saya pun sudah ada di sana 😛

Berikut petunjuk lengkap cara mengupload plugin.

Categories
woro-woro

Rebirth

Yak.. akhirnya blog saya berganti lagi. Dari yang multiple blogs menggunakan WordPress MU, di mana saya bisa membuat subdomain sebanyak-banyaknya, menjadi single blog lagi menggunakan WordPress biasa. Entah kenapa tiba-tiba berpikiran untuk mengganti lagi engine blog ini. Padahal sebenarnya agak berat juga, menghapus subblog-subblog yang sudah ber-page rank tinggi itu B-) cukup banyak itu.

Kalau dilihat dari sisi komersil, cara lama saya itu memang cukup ampuh. Masalah yang sering dihadapi oleh orang yang memiliki banyak blog adalah, sub-blog yang lainnya biasanya jarang terupdate dan sepi pengunjung. Nah, kalau cara saya, justru blog utama yang tidak di update, sub-sub blog yang lainnya yang terus diupdate, tapi nantinya postingan-postingan di sub blog tersebut diposting lagi di blog utama menggunakan aggregator plugin. Sehingga ketika ada orang yang mengunjungi blog utama, kemudian membaca sebuah postingan, maka dia akan diarahkan ke sub blog asal postingan tersebut, dan voila! jumlah hits di blog utama dan blog-blog yang lain pun akan jadi sama rata. Ranking pun dipastikan tidak akan jauh beda.

Tapi… rasanya jadi aneh, seperti orang plin plan, sekarang posting di sini, besok posting di situ… Aneh. Mending begini sajalah..

😀

*maaf bagi yang Readernya kebanjiran.. ^:)^

Categories
woro-woro

New Theme

Maaf, theme untuk blog ini sedang dalam masa pembuatan.. Masih ada beberapa fungsi yang masih belum selesai dikerjakan. Mohon maaf bila terjadi ketidaknyamanan.

Saran, masukan, kritik atau cemoohan sangat diterima.. Terima kasih..

Categories
Blogs

A Little Bug at WordPress

I’m developing a theme for wordpress now. The theme use the javascript color picker, like the WordPress default theme, Kubrick. There’s a button that will be the anchor for the Color Picker when it’s shown. I’m using DIV-type color picker, not the Window-type one, which means that the color picker is shown at a DIV element, not a new pop-up window. So much like Kubrick.

When I tried it up in Firefox, the color picker DIV is not shown up right under the button. The Error Console said that “error in parsing value top, bla bla bla”, means that the top property for the color picker DIV has a wrong value. FYI at Opera, that error doesn’t occur.

Wordpress Color Picker Bug

And then I try to take a look at the javascript file, colorpicker.js which is located inside wp-include/js directory. After some times, I found something missed at the function PopupWindow_showPopup that manages how will the DIV be shown.

At line 295, it said:

document.getElementById(this.divName).style.top = this.y;

See? The command to set the “top” property is incomplete. At Firefox, it needs a “px” if you want to change a size or dimension of an element. After I put the “px”, it works fine.

But of course, that’s not a suitable solution since I’ll release this theme, so the user of this theme (I hope there will be some users 😀 ) will have to change that file too. Fortunately, I can override that function. Owkey, but that makes my script seems so long. 😦

Actually, I’d like to report this little bug to WordPress team, but I find that’s not easy, so much things to do, instead of just send email to Matt and say “Hi, Matt, I found a bug at WordPress here, maybe you can fix it.” So I changed my mind at write it out here. And hopefully they will read this. 😛

Oh, yes… the post above is written in English. Bad grammar or tenses? ^:)^

Categories
Blogs

Feedwordpress + ACE = My Great Aggregator

Aha, sejak dari dulu, sebenernya saya pengen memilah-milah konten dari blog saya sesuai dengan topik yang saya bahas dalam postingan. Misalnya kalau mau ngomongin soal film ya ada blognya sendiri, mau cerita soal kegiatan sehari-hari, ya ada sendiri. Ide pertama yang muncul di otak saya adalah: menggunakan layanan blogging gratis layaknya wordpress.com atau dagdigdug. Ah, tapi satu hal merintangi saya: Bagaimana kalau blog-blog saya yang lain sepi pengunjung dan komen? 😛

Hmmm, dengan bodohnya saya lalu memiliki ide untuk membuat sub-domain saja di blog saya. Semacam anak blog begitulah. Sehingga saya nanti bisa utak-utek skrip blog utama agar bisa menjadi semacam aggregator bagi subdomain-subdomain saya. Tapiiiiii…. sungguh “mahal” untuk membuat anak blog macam itu, lantaran saya harus install WP di setiap sub-domain, sementara space hostingan saya terbatas (paket termurah soalnya 😀 ). Dan akhirnya saya menemukan WordPress MU (Multiple User) layaknya yang dipakai penyedia layanan blog gratis itu. Dan, lagi-lagi dengan bodohnya, saya pun me-remove semua instalasi WordPress saya dan menggantinya dengan file-file WP MU yang ternyata instalasinya tak sesederhana WP. Jadilah, domain saya terlantar beberapa hari.

Setelah WP MU selesai terinstall, saya lalu mengutek-utek file untuk menampilkan RSS pada blog utama agar bisa menampilkan feed-feed dari subdomain saya. Maksudnya adalah agar orang yang sudah terlanjur berlangganan feed saya tidak perlu subscribe satu-satu tiap anak blog, cukup berlangganan feed utama saja. Yes, it works. Tapi ternyata hal ini punya sebuah kendala. Feed-feed dari subdomain saya akan muncul telat sekali di RSS reader macam Google Reader. Bisa-bisa saya posting hari ini, baru besok malam muncul di Reader.

Dengan putus asa, saya ternyata menemukan sebuah plugin untuk aggregator macam begitu (ah, tau gitu dari dulu) ketika membaca blog dari komunitas batagor (komunitas bloger kota Bandung) yang memang menjadi aggregator bagi blog-blog membernya. Plugin itu bernama Feedwordpress. Tak pake lama, langsung saya unduh dan pasang di blog (yang kemudian jadi aggregator, sementara blog utamanya pindah ke anak blog).

Selesai perkara (semua feed dari subdomain saya bisa muncul tepat waktu), saya jadi teringat akun saya yang ada di layanan blog gratis (wordpress & 3D). Kemudian saya putuskan bahwa kedua akun itu akan saya pakai untuk posting tentang hal-hal umum selain di blog utama. Alasannya, bila saja saya over-productive, dalam satu hari bisa posting lebih dari sekali, saya tidak mau posting saya yang paling awal terlewatkan oleh pengunjung baru. Biasanya kan pengunjung baru hanya akan membaca (or not?) postingan terakhir saja.

Dan jadilah, kedua akun itu saya aktifkan lagi dan saya daftarkan ke aggregator. Tapi-tapi-tapi, tetep saja di aggregator posting-posting dari WP.com atau 3D tetap muncul sebagai yang teratas, karena saya mem-postingnya terakhir setelah di blog utama. Kalau muncul di Reader sih tak masalah bagi saya (dasar bloger aneh).

Hmmmm, lantas sebuah ide muncul lagi, saya ingat dulu pernah diberitahu oleh om Gun tentang plugin yang dipake di blognya yaitu Advanced Category Excluder yang berguna untuk memfilter postingan-postingan yang akan ditampilkan di halaman utama sesuai dengan kategorinya. Well, akhirnya saya pun mengubah setting Feedwordpress untuk blog-blog saya yang ada di WP dan 3D agar dimasukkan ke dalam sebuah kategori khusus, dimana kategori itu nanti akan di-exclude oleh plugin ACE (Advanced Category Excluder) agar tidak tampil di halaman depan, hanya di RSS Feed saja.

Daaaannn… jreng-jreng, jadilah aggregator itu… :mrgreen:

Ohohoho… Cerita yang panjang dan membosankan.. 😛

Categories
Blogs

Introducing WP Project

Ah, akhirnya saya bisa posting di sini.
Akhir-akhir ini nafsu posting saya benar-benar buntu, saya juga bener-bener bingung mau melakukan apa.. Akhirnya saya pun menyibukkan diri dengan sebuah “proyek” 😀

Bukan proyek besar kok, cuma sepele.. Saya habis bikin satu blog lagi lho… Namanya WP Project. Blog itu saya pakai untuk mem-posting serta mempublikasikan WP stuff yang saya bikin macam theme dan plugin.

Tapi ya gitu, theme-nya sama sekali gak bagus, sementara plugin-nya sepele dan useless. Maklum, masih nyubi. 😛

Silahkan dilihat-lihat dan didownload kalo tertarik 😀 Terima kasih ^:)^