Categories
Blogs internet

Bandwith Limit Exceeded

Bandwidth Limit Exceeded
Bandwidth Limit Exceeded

Ough, it’s my first!
*berasa seleblog* 8)

Categories
internet

Up to date

Salah seorang teman saya, di suatu malam sepulangnya ia kerja, dengan bangga mempertontonkan laptop-nya sambil berkata, “Lihat nih, operating system-nya sudah saya update, sekarang sudah pake Ususbuntu versi Jangkrik Jamput. Ini yang pertama lho, bahkan dirilis saja belum, tapi saya sudah up to date.” Tapi setelah itu, yang dibuka ya tetep Music Player, PDF Reader dan hal-hal lain yang sebenarnya sudah ada di versi sebelumnya.

Heran rasanya, buat apa membuang bandwith sebanyak itu, tapi tidak ada peningkatan fungsi yang dirasakan? Kalau memang cuma memakai “itu-itu” saja, kan bisa memakai versi sebelumnya. Apakah label “up-to-date” itu sedemikian pentingnya? Kalau saya pribadi sih, bila tidak ada kegunaan yang penting, saya malas untuk upgrade software-software yang saya pakai. Daripada buang-buang waktu & bandwith sia-sia.

Tapi kalau memang jelas ada manfaatnya, baru saya akan upgrade. Seperti WordPress yang dipakai sebagai engine blog ini. Saya upgrade langsung ke versi 2.7 karena saya memang ingin memanfaatkan fungsi Automatic Upgrade-nya. Versi-versi di antara 2.5 sampai 2.7 sama sekali tidak saya gunakan. Toh, di changelog-nya sendiri biasanya cuma minor change saja.

Tampilan yang lebih bagus, biasanya menjadi faktor yang membuat orang mau repot-repot untuk upgrade. Padahal dia tidak mengetahui ada apa di balik versi yang terbaru itu. Upgrade Windows XP ke Vista, karena tampilannya lebih cool. Lebih nggilap. Padahal ya sama saja, cuma dipakai nge-game yang itu-itu saja. Kalau memang dipakai buat game khusus Vista sih mungkin tak masalah.

Tapi yah, itu kembali ke masing-masing individu. Memang ada beberapa orang yang ingin selalu tampil “baru” atau “mengikuti trend”. Padahal yah, kalau dengan yang lama saja sudah bisa, buat apa repot-repot cari yang baru?