Pada suatu hari, tersebutlah sebuah dunia yang bernama Blogosphere. Di dunia itu terdapat bermacam-macam agama, ada agama Blogspot yang menyembah Tuhan Google Yang Maha Tahu, dan ada pula agama WordPress yang menyembah Tuhan BOTD.
Kehidupan beragama di dunia itu begitu damai bagi para pemeluk Blogspot dan WordPress (dan agama-agama lain tentunya), apalagi semenjak terkalahkannya Dajjal yang datang untuk membuat semua pemeluk agama meninggalkan agamanya dan bergabung dengannya.
Tapi tiba-tiba, di tengah kedamaian ituh, muncullah sebuah aliran yang mengaku-aku merupakan aliran dari agama WordPress. Pengikut aliran itu menyebut aliran itu bernama Naziebiyah. Berbeda dengan aliran-aliran WordPress lain, seperti Nahdlatul Dagdigdug dan BlogDetikiyah yang telah lama diterima oleh masyarakat (meski isinya otot-ototan melulu soal ajaran mana yang paling benar), aliran Naziebiyah ini memicu reaksi keras yang menentang keberadaannya. Hal tersebut dikarenakan aliran ini mempercayai seorang Nabi baru, di mana dalam inti ajaran agama WordPress, tidak ada Nabi lagi setelah Nabi penutup, yaitu Nabi Matt Mullenweg. Nabi baru tersebut bernama Nazieb (yah, itulah kenapa aliran itu disebut Naziebiyah).
Merasa akidah-nya terancam dengan kemunculan aliran yang dianggap sesat dan menyesatkan ini, para pembesar agama WordPress yang katanya paling alim ituh, segera mengeluarkan fatwa bahwa Naziebiyah itu sesat dan harus segera dibubarkan. Bahkan ada yang berkata bahwa pemeluk Naziebiyah itu telah murtad dan keluar dari agama WordPress.
Bahkan ada sebuah organisasi yang mengaku merupakan organisasi yang memeluk WordPress paling kuat, menyerukan jihad fisabili-botd untuk memerangi keberadaan Naziebiyah yang mereka sebut murtaders itu, dengan cara merusak dan membakar aset milik aliran Naziebiyah.
—
Sungguh sayang memang, agama WordPress yang katanya Rahmatan lil-Blogosphere itu, yang menolak dengan keras sebuah film yang mengatakan bahwa agama itu adalah agama teroris, justru bertindak seperti kaum barbar. Ah, mungkin saja mereka terinspirasi oleh cerita ketika para penerus Nabi setelah Nabi Matt meninggal, memerangi orang-orang yang mengaku sebagai Nabi alias Nabi palsu. Tapi apakah memerangi itu berarti membunuhi mereka (pengikut Naziebiyah) satu per satu? Bukankah lebih baik kalau memerangi itu berarti “membunuh” kesalah pahaman atas perbedaan pemikiran mereka lewat sebuah pembicaraan layaknya manusia berakal?
Atau jangan-jangan Naziebiyah itu justru agama WordPress yang paling benar? Mengingat dulu agama WordPress juga begitu diperangi pada awal penyebarannya, tetapi justru agama itu semakin berkembang dan dipeluk semakin banyak orang?




You must be logged in to post a comment.