Categories
my life off topic

A Foggy Morning

Pagi ini Malang berkabut..
Dingin..
Ah, biarlah.. Aku memang rindu kabut..
Setelah lama menghirup gumpalan asap di sana..
Ah, kabut..
Sengajakah engkau mewakili pikiranku?*


*cuplikan lagu Menjaring Matahari karya Ebiet G. Ade

Categories
off topic

Warung Bu Haji vs Ayam Goreng Roker

Hari Sabtu kemarin (07/06) ketika tengah berkencan dengan nyonya saya, ternyata warga kampung tengah berontak. Minta dikasih jatah. Ah, sial. Pagi-pagi begitu masih jarang ada warung yang sudah buka di daerah Rajajowas. Setelah sempat muter-muter, pandangan mata kami pun terpaku pada sebuah warung yang belum pernah kami lihat sebelumnya di saat masa-masa indah SMA dulu. Namanya Warung Bu Haji. Entah Bu Haji siapa, tidak ditemukan petunjuk lebih jauh. Sebut saja Bunga.

Warung itu terletak pas di samping warung P. To yang sudah familiar dengan kami sebelumnya. Tepatnya di Jl. Danau Maninjau Selatan D1-D25 Sawojajar, Malang, Jawa Timur, Indonesia. Tidak diketahui secara pasti hubungan P. To dengan Bu Haji ini. Beredar isu bahwa mereka adalah suami-istri yang menikah secara diam-diam. Ah, daripada makan yang sudah pernah, maka saya dan nyonya saya pun memutuskan untuk mencoba warung baru itu.

Membaca daftar menu yang ditempel di dinding, saya jadi teringat ayam goreng roker yang juga ada di Rajajowas itu. Menunya hampir sama, yaitu ayam bakar dan ayam goreng kriuk. Mirip dengan ayam goreng manis dan ayam goreng krutug ala Roker. Fasilitas yang disediakan pun hampir mirip, yaitu adanya paket murah 5000 yang sudah mendapat ayam, nasi serta minum.

Dan dilatarbelakangi oleh keinginan membandingkan dengan menu Roker serta keterbatasan dana, saya dan nyonya pun memutuskan untuk memesan paket hemat itu. Agar bisa saling mencoba, saya pesen yang ayam bakar sementara nyonya pesen yang ayam goreng kriuk.

Setelah sekitar 15 menit terlewati sementara saya dan nyonya tengah berasyik-masyuk, mbak pramusajipun datang membawa pesanan kami. Dan, wow… satu hal yang jarang saya temui di restoran yang tidak mengizinkan pembeli mencangkul mengambil nasi sendiri, nasinya ternyata seambreg!! Warga kampung tengah pun semakin brutal berdemo dan mulai terlibat aksi saling pukul dengan FPI.

Categories
budaya

Ayas Genaro Ngalam, jess…

DISCLAIMER: Bagi Anda yang ndak ngerti basa Jawa, saya mohon maap, hampir 68%â„¢ 100% bahasa yang saya pakai di postingan ini adalah bahasa Jawa, bahasa Malang-an tepatnya. Bukannya saya bersikap rasis atau chauvinis, saya hanya kangen memakai bahasa itu.

Suwatu hari, di sebuah kota-yang-katanya-adem-tapi-ndak-adem-lagi-ituh, di sebuah warung nasi, terjadilah sebuah percakapan…

Ainun: Sam, tuku oges karo oskab ageh, ayas ewul durung nakam blas..
Nazieb: Orip?
Ainun: Ubires ae..
Nazieb: Lha ojobmu gak masak ta?
Ainun: Kadit, nang owutrem, kangen jarene..
Nazieb: Lha dadi umak saiki rudit dewe?
Ainun: Oyi

Nazieb: Owutrem-mu dadi opo seh?
Ainun: Sing Ebes biyene silup, tapi wes ketam, kewut soale..
Nazieb: Lha sing kodew?
Ainun: Mbuh ayas kadit itreng..
Nazieb: Ooo.. mantu nade!!

Ainun: Adapes-e sampeyan ndi?
Nazieb: Kenek silup wingi..
Ainun: Lha gak sampeyan kek-i ojir ta?
Nazieb: De’e kadit uam
Ainun: Lha opo’o?
Nazieb: Ayas mek nggowo amil ubir
Ainun: Yo mesti ae jess…
Nazieb: Lha mari tak gawe tuku kitip karo pakane sudew..
Ainun: Lha tekan hamur iki maeng uklam?
Nazieb: Kadit, melok libom-e nawak-ku..
Ainun: Owalah.. Yowis Sam.. aku tak ngalup disik..
Nazieb: Oyi, ati-ati..

[Update]
Ternyata masih banyak kesalahan dalam kemampuan saya berbahasa Ngalam. Untuk koreksinya silakan lihat komen dari om Gum ini. ^:)^

Categories
Agama & Tuhan

Front Pembela Siapa?

Berikut ini jawaban beberapa orang yang dimintai komentarnya seputar penyerangan FPI

Ainun : Ah, saya ini orang Islam tapi gak merasa dibela sama Front Pembela Islam ituh..
Ah, berarti Anda Islam ga bener!! Sesat!! Murtad!!

Nazieb: Hmm.. Ternyata film Fitna itu ada benernya juga yak..
Apanya yang bener?! Yang diceritakan di situ salah semua!! FPI-lah yang bener, soalnya kekerasannya sesuai dengan petunjuk penggunaan Tuhan!

Nuina : Sebenernya yang sesat itu siapa sih?
Yang sesat itu ya bloger-bloger itu

Zibane : FPI itu fraksi DPR dari partai mana sih?
Haiah, OOT!!

Zanieb : Saya ini bekas tukang pukul, dulu saya ditakut-takuti dengan api neraka biar tobat, lha kok ini mukuli orang kok malah dijanjikan sorga…
Ah ya.. Ternyata harga sorga itu cuma sebesar harga sorban & baju koko

Categories
my life

See you later, Mr. J

Hoh..
Tak terasa sudah 10 bulan saya lalui di tanah gersang ini…
Mengadu nasib di negeri orang…
Dengan mimpi setinggi ubun-ubun Tuhan di Kahyangan..
Tapi ternyata..
Saya hanya membuang waktu saya saja di sini..

Entah apa yang salah dengan diri saya..
Semua seolah sempurna awalnya..
Tapi ternyata..
Fatamorgana..

Ah, tampaknya saya memang salah..
Terlalu nekat berlayar dengan gethek tambal sulam..
Mungkin sudah saatnya saya berbalik arah..
Kembali ke pantai dan membangun kapal yang lebih kokoh..

Biarlah mereka melihat saya seolah pecundang yang kabur dari perang..
Setidaknya saya telah mencoba dan belajar satu hal..
Bahwa saya belum siap..

Baiklah..
Kini biarkan aku pulang..
Memeluk ibuku tersayang..
Yang menyambutku dengan tangan terbentang..
Malang oh Malang..
Aku datang..


Terima kasih kepada semua bloger yang pernah kopdar dengan saya selama di Jakarta, khususnya tante cK & sista, tukangsusu, suprie, om didut & sista, Sri Sultan dan Permaisurinya serta Om Iqbalibul yang datang di acara kopdar farewell kemarin.. Tak lupa juga Om Edy meski ga dateng kemaren.. Saya merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan Anda-Anda semua.. Maafkan saya bila saya yang Anda temui ternyata sangat membosankan.. Meski saya memang tampan

Mungkin kelak jika karma kita kembali bersinggungan, kita akan kembali bersua.. Dan saya harap Anda masih berkenan untuk itu..

Terima kasih..
Sampai jumpa..

Categories
off topic

Jancuk

Disclaimer: Postingan ini mengandung pisuhan yang sangat parah. Bagi Anda yang masih di bawah usia 17 tahun atau dalam kondisi dilarang misuh oleh orang tua Anda atau Anda adalah orang yang anti pisuhan atau Anda sedang memburu surga, silahkan tutup browser Anda atau ganti url browser Anda dengan url lain yang kontennya sesuai dengan selera Anda.

jancuk…

jancuk!

Jancuk!!

JANCUK!!!

JANCUKKK!!!!!

JIANCUKKKK!!!!!!!!

JUANNCUKKKKK!!!!!!!

JANNNNCUKKKKK!!!!!!!!!

JIANNNNCUKKKKKK!!!!!!!!!!!

Categories
my life

Glassesless

Sigh…

Di pagi buta di saat harusnya menjadi awal kebahagiaan saya (soalnya libur, bisa bermalas-malasan 😛 ), saya menjumpai kenyataan pahit bahwa saya kehilangan harta saya yang paling berharga. Separuh nyawa saya. Hidup dan mati saya *halah…

Saya kehilangan kacamata saya!! :((

Memang sih, saya masih terlihat tampan menawan meski tanpa kacamata ituh B-) , tapi saya jadi tak berdaya tanpanya. Tiap detil dunia mengabur. Saya jadi setengah buta!! :((

Mau nonton tipi susah, apalagi pas nonton film yang dari luar, jadinya harus listening comprehension, lha wong subtitle-nya ndak kelihatan… Iya kalo nonton shit-netron, baru baca judulnya yang gede-gede itu saja saya sudah bisa menebak jalan ceritanya… Mau maen komputer & nge-game juga susah, musti nyipit-nyipit gitu de.. 😦

Apalagi pas harus nyegat bus pas mau berangkat kopdar. Buset, saya sampe salah naek bus, ndak kelihatan soale nomer trayeknya :(( . Lha baru nyadar pas uda setengah jalan.. :(( Pas sampe juga, bingung nyari para peserta kopdarnya.. Lha pada ndak kelihatan hare ituh muka-muka mesum para bloger ituh. Untung sayah ketemu bung tukangsusu, yang ternyata juga bingung nyari peserta laen yang ternyata belum pada dateng.. 😛

Ah siaul!!! ~X(

Hai kalian manusia bermata normal, bersyukurlah kalian!!! Jangan sampai mata kalian kucungkil sebagai pengganti mataku!!!
________

*weleh, ternyata saya curhat 😛

Categories
off topic

Ada Apa Antara Chika Sama Tika?

Woh, judulnya unik juga yaâ„¢, berakhiran “a” semua 😀

Well, bukan itu yang akan saya bahas dalam postingan ini. Ini menyangkut sebuah hal serius, yang mungkin menggegerkan jagad blogosphere. Ya, ini tentang identitas dua orang seleblogâ„¢ yang selalu menjadi perhatian publik.

Mereka adalah Chika dan Tika….

Well, ada apa dengan mereka? Bukannya mereka sudah menampakkan diri dan tidak anonim? Ya memang, tapi yang saya maksud adalah: siapa sebenarnya mereka berdua ituhâ„¢? Perhatikan baik-baik, ada beberapa kesamaan dalam diri mereka:

1. Nama mereka yang hampir mirip: Chika dan Tika
2. Sama-sama seorang bloger, seleb pula..
3. Hobi berat sama yang namanya kopdar
4. Dan, yang mungkin banyak yang tidak tahu, mereka berbagi blog di sini!!

Nah lho, bagaimana ini? Siapa Chika? Siapa Tika? Ada hubungan apa antara keduanya? Bagaimana mereka bisa sedekat itu? Saya punya 2 dugaan atas pertanyaan-pertanyaan itu, yaitu:

1. Teori Saudara Kembar
Sebenarnya mereka adalah saudara kembar yang lahir bareng-bareng. Entah kembar siam dempet di bagian mana, saya tidak tahu. Lalu karena suatu hal, kedua orang tua asli mereka berpisah, si ibu ke Jogja membawa bayi dari Tika dan ayah ke Jakarta membawa bayi Chika. Dan setelah saling berkenalan di dunia maya, mereka kemudian merasakan adanya sebuah persamaan dalam diri mereka yang seolah-olah menyatukan mereka, kemudian mereka pun bertemu dan saling berbicara sampai mereka yakin bahwa mereka adalah saudara kembar yang terpisah sejak bayi. Mereka kemudian berpelukan dan bertangisan, dan setelah itu mereka hidup bahagia bersama selamanya… 8-|

2. Teori Kepribadian Ganda
Menurut teori ini, mereka sebenarnya adalah satu orang yang sama. Menurut teori tersebut, dia memiliki dua kepribadian yang berbeda, yaitu sebagai mahasiswa serta sebagai seorang jurnalis. Tapi tentang bagaimana mereka bisa berada di dua tempat sekaligus (Jogja dan Jakarta), masih menjadi misteri yang sedang diselidiki para pakarâ„¢. Beredar desas-desus bahwa dia menggunakan kekuatan makhluk alam lain. Kemungkinan besar, sebenarnya dia hanya memiliki satu nama, yaitu Tika. Akan tetapi ketika tengah berada di Jakarta, dia bertemu Cincha Lawra yang dengan logat khasnya memanggil dirinya “Chika”. Sehingga nama itu pun dia pakai sebagai nama samaran ketika tengah di Jakarta.

Bagaimanapun juga misteri ini masih tetap kabur, belum ada kejelasan tentang penjelasannya. Entah, mungkin hanya Tuhan yang tahu…

Categories
social

FOSS: The Solution for HaKI Crisis

Hak Cipta atau Hak Atas Kekayaan Intelektual memang tak hanya menjadi milik para pembikin film dan buku saja. Para pembikin piranti lunak komputer sebenarnya juga punya hak atas ciptaan mereka. Bila diperhatikan lebih teliti, jumlah pelanggaran hak cipta pada produk piranti lunak akan jauh lebih banyak daripada ciptaan yang lain. Bentuknya pun beragam, mulai dari pembajakan software yang memiliki lisensi berbayar, sampai dengan penjiplakan source code sebuah program yang kemudian dikomersilkan dengan nama yang lain tanpa penyertaan sumber code yang asli.

Faktor-faktor yang banyak menimbulkan hal tersebut terjadi, biasanya karena software tersebut memiliki keunggulan-keunggulan yang canggih, akan tetapi memasang bandrol yang tinggi untuk dapat menggunakannya, sementara biasanya user yang menggunakannya biasanya berkantong cekak. Akhirnya jalan pintas pun diambil. Dan terjadilah software piracy yang kian marak itu.

Sebenarnya ada satu cara lagi yang sudah ada sebelumnya, dan juga lebih safe. Yaitu penggunaan Free Open Source Software. Tak sedikit pula para pembikin piranti lunak yang memberi label software bikinan mereka sebagai free atau open source alias “milik umum”. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah demi kemajuan produk itu sendiri. Khalayak umum jadi mempunyai hak untuk mengubah source code program dan syukur-syukur memberi tambahan pada produk tersebut. Kalaupun hanya untuk dipakai pun tidak masalah, bukankah tujuan membuat software itu memang untuk dipakai? 😛

Masalahnya adalah, biasanya software semacam ini, bila dibandingkan dengan produk-produk wah yang berbayar, memiliki fitur dan teknologi yang kurang serta tidak terlalu user-friendly. (Ya, maklumlah, namanya juga membuat tanpa bayaran). Sehingga kebanyakan end-user akan lebih memilih software wah tadi, meski lewat jalan yang tidak halal. Tapi sebenarnya bukan pada hal tersebut letak permasalahannya, tetapi pada kemauan untuk belajar. FOSS, juga ikut memberi jalan bagi para developer pemula untuk ikut memberi sumbangsih kepada masyarakat. Daripada mereka menghabiskan waktu membuat program-program cracking, bukankah lebih baik ikut memberi bantuan agar program tersebut lebih friendly dan lengkap?

Categories
social

The Dying Nation

Pemerintahan amburadul ?

Pejabat-pejabat korup ?

Kacaunya kehidupan sosial ?

Harga hidup yang semakin tinggi ?

Ketidakmerataan kesejahteraan sosial pada seluruh rakyat Indonesia ?

Para agamawan yang sibuk adu aliran ?

Hukum yang semakin tak terjangkau ?

Aktivis-aktivis yang semakin gemar rusuh ?

Politikus yang sibuk berebut tahta ?

Lingkungan yang semakin tak mendidik ?

Pendidikan yang semakin kacau ?

Dan seorang bloger yang kerjanya protes saja ?

Maaf, bagi saya negeri ini sudah mati. Teronggok di puing-puing “NKRI Harga Mati“.
Ya, saya sudah terlalu skeptis pada negeri ini. Negeri gemah ripah loh Jiancuk!!