Di Planazieb, dunia yang sama dengan Bumi, tersebutlah negara bernama Endonesa, negeri yang berjuluk gemah ripah ajur bubrah. Negeri itu dipimpin oleh sang proklamator yang memproklamirkan kemerdekaan negara itu bernama Soekarto.
Di negeri itu pula hidup seorang Jendral Besar, yang pernah berhasil memimpin sebuah operasi bernama Trikoar (Tri Koar-koar) yang bernama Jendral Soeharno. Jendral itu sebenernya ndak seneng jadi tentara, beliau pengennya jadi presiden, seperti pas dulu sekolah ditanyai bu guru pengen jadi apa, dianya njawab “Jadi presiden, Bu”. Tapi dia ndak punya bakat politik untuk bisa maju ke pemilihan presiden.
7 haru 7 malam dia ndak bisa tidur, gara-gara kebelet jadi presiden terus, membayangkan tidur di Istana Negara… naik mobil mewah… ah, semuanya membuat hidupnya gundah gulana. Akhirnya diapun pergi ke dukun untuk meminta pencerahan. Kata mbah dukun: “Kalo ndak bisa pake politik, ya pake militer donk”
Jendral Soeharno yang cerdas itu mengerti apa maksud mbah dukun. Diapun mengontak temennya di tentara yang habis membikin sebuah Parte baru bernama PKE (Parte Komunis Endonesa). Temennya itu bernama Letkol Laba (bukan Letkol Untung). Mereka janjian ketemu di rumah baru sang Jendral di Jalan Cendela. Setelah melewati penjagaa yang ketat, sang Letkol pun bertemu sang Jendral di ruang tamu.
You must be logged in to post a comment.