Categories
Agama & Tuhan

Front Pembela Siapa?

Berikut ini jawaban beberapa orang yang dimintai komentarnya seputar penyerangan FPI

Ainun : Ah, saya ini orang Islam tapi gak merasa dibela sama Front Pembela Islam ituh..
Ah, berarti Anda Islam ga bener!! Sesat!! Murtad!!

Nazieb: Hmm.. Ternyata film Fitna itu ada benernya juga yak..
Apanya yang bener?! Yang diceritakan di situ salah semua!! FPI-lah yang bener, soalnya kekerasannya sesuai dengan petunjuk penggunaan Tuhan!

Nuina : Sebenernya yang sesat itu siapa sih?
Yang sesat itu ya bloger-bloger itu

Zibane : FPI itu fraksi DPR dari partai mana sih?
Haiah, OOT!!

Zanieb : Saya ini bekas tukang pukul, dulu saya ditakut-takuti dengan api neraka biar tobat, lha kok ini mukuli orang kok malah dijanjikan sorga…
Ah ya.. Ternyata harga sorga itu cuma sebesar harga sorban & baju koko

Categories
my life

See you later, Mr. J

Hoh..
Tak terasa sudah 10 bulan saya lalui di tanah gersang ini…
Mengadu nasib di negeri orang…
Dengan mimpi setinggi ubun-ubun Tuhan di Kahyangan..
Tapi ternyata..
Saya hanya membuang waktu saya saja di sini..

Entah apa yang salah dengan diri saya..
Semua seolah sempurna awalnya..
Tapi ternyata..
Fatamorgana..

Ah, tampaknya saya memang salah..
Terlalu nekat berlayar dengan gethek tambal sulam..
Mungkin sudah saatnya saya berbalik arah..
Kembali ke pantai dan membangun kapal yang lebih kokoh..

Biarlah mereka melihat saya seolah pecundang yang kabur dari perang..
Setidaknya saya telah mencoba dan belajar satu hal..
Bahwa saya belum siap..

Baiklah..
Kini biarkan aku pulang..
Memeluk ibuku tersayang..
Yang menyambutku dengan tangan terbentang..
Malang oh Malang..
Aku datang..


Terima kasih kepada semua bloger yang pernah kopdar dengan saya selama di Jakarta, khususnya tante cK & sista, tukangsusu, suprie, om didut & sista, Sri Sultan dan Permaisurinya serta Om Iqbalibul yang datang di acara kopdar farewell kemarin.. Tak lupa juga Om Edy meski ga dateng kemaren.. Saya merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan Anda-Anda semua.. Maafkan saya bila saya yang Anda temui ternyata sangat membosankan.. Meski saya memang tampan

Mungkin kelak jika karma kita kembali bersinggungan, kita akan kembali bersua.. Dan saya harap Anda masih berkenan untuk itu..

Terima kasih..
Sampai jumpa..

Categories
off topic

Jancuk

Disclaimer: Postingan ini mengandung pisuhan yang sangat parah. Bagi Anda yang masih di bawah usia 17 tahun atau dalam kondisi dilarang misuh oleh orang tua Anda atau Anda adalah orang yang anti pisuhan atau Anda sedang memburu surga, silahkan tutup browser Anda atau ganti url browser Anda dengan url lain yang kontennya sesuai dengan selera Anda.

jancuk…

jancuk!

Jancuk!!

JANCUK!!!

JANCUKKK!!!!!

JIANCUKKKK!!!!!!!!

JUANNCUKKKKK!!!!!!!

JANNNNCUKKKKK!!!!!!!!!

JIANNNNCUKKKKKK!!!!!!!!!!!

Categories
Uncategorized

Chronicles of Narnia: Prince Caspian

Film yang diadaptasi dari buku yang berjudul sama ini, dimulai dengan cerita tentang seorang Pangeran dari negri Telmarine bernama Caspian X (Ben Barnes) yang melarikan diri dari Pamannya. Sang Paman yang bernama Miraz (Sergio Castellitto), bermaksud membunuh sang pangeran untuk merebut tahta-nya, setelah dia mendapat anak laki-laki. Karena Miraz tidak dapat naik tahta bahkan seandainya Caspian telah mati, jika dia tidak memiliki putra sebagai ahli waris.

Dibantu gurunya, Dr. Cornelius (Vincent Grass), Pangeran Caspian melarikan diri ke hutan dengan membawa sebuah terompet ajaib yang katanya bisa mendatangkan bantuan di saat darurat. Di tengah hutan ternyata di bertemu bangsa dwarf dan bangsa Narnia lainnya yang telah disangka punah sejak lama oleh bangsa Telmarine. Karena ketakutan melihat si dwarf, sang Pangeran meniup terompet ajaibnya.

Caspian yang tadinya pingsan, terbangun di dalam sebuah pondok kecil milik Trufflehunter, seekor tikus tanah yang bisa berbicara. Awalnya dia ketakutan melihat si tikus dapat berbicara, tapi kemudian dia sadar bahwa si tikus dan bangsa Narnia lainnya sebenarnya baik, tidak seperti yang diceritakan di negeri Telmarine tentang bangsa Narnia yang liar dan buas.

Caspian pun mulai merasa senang terhadap bangsa Narnia. Masalahnya adalah, justru bangsa Narnia yang membencinya karena bangsa Telmarine telah menjajah Narnia sangat lama dan berusaha memusnahkan bangsa Narnia. Akan tetapi dengan bantuan centaurus yang bisa meramal bintang, Caspian mendapat dukungan dari bangsa Narnia untuk mengalahkan Miraz dan merebut tahta Telmarine, serta mengembalikan kedamaian di Narnia.

Sementara itu, Caspian tidak menyadari bahwa terompet yang ditiupnya tanpa sengaja itu telah memanggil Raja-Raja dan Ratu-Ratu Narnia dari masa lampau yang kini tengah berada di dunia lain, dunia kita. Dan akhirnya dengan bantuan Raja Peter (William Moseley), Raja Edmund (Skandar Keynes), Ratu Susan (Anna Popplewell) dan Ratu Lucy (Georgie Henley), serta Aslan sang singa, Caspian berhasil menumpas Miraz dan para pengikutnya.

Dari segi cerita, film ini terasa cukup membingungkan, apalagi untuk mereka yang belum pernah menonton film Narnia sebelumnya (The Lion, the Witch and the Wardrobe) atau membaca bukunya. Alurnya juga cukup membingungkan, kadang tiba-tiba naik, kemudian turun lagi menjadi mellow. Film ini juga kurang tepat jika disebut sebagai film untuk anak-anak sebagaimana bukunya, karena dalam film ini, meski pemerannya kebanyakan anak-anak, terdapat banyak adegan kekerasan saat terjadi perang seperti ketika sang pahlawan menebas leher lawan atau bahkan memenggal kepalanya.

Entahlah, mungkin bagi Anda film ini bagus, tapi entah, saya sama sekali tidak bisa menikmatinya. Apalagi ternyata ada bumbu-bumbu asmara di endingnya. Ugh!!

Rating: (:|

Categories
my life

Glassesless

Sigh…

Di pagi buta di saat harusnya menjadi awal kebahagiaan saya (soalnya libur, bisa bermalas-malasan 😛 ), saya menjumpai kenyataan pahit bahwa saya kehilangan harta saya yang paling berharga. Separuh nyawa saya. Hidup dan mati saya *halah…

Saya kehilangan kacamata saya!! :((

Memang sih, saya masih terlihat tampan menawan meski tanpa kacamata ituh B-) , tapi saya jadi tak berdaya tanpanya. Tiap detil dunia mengabur. Saya jadi setengah buta!! :((

Mau nonton tipi susah, apalagi pas nonton film yang dari luar, jadinya harus listening comprehension, lha wong subtitle-nya ndak kelihatan… Iya kalo nonton shit-netron, baru baca judulnya yang gede-gede itu saja saya sudah bisa menebak jalan ceritanya… Mau maen komputer & nge-game juga susah, musti nyipit-nyipit gitu de.. 😦

Apalagi pas harus nyegat bus pas mau berangkat kopdar. Buset, saya sampe salah naek bus, ndak kelihatan soale nomer trayeknya :(( . Lha baru nyadar pas uda setengah jalan.. :(( Pas sampe juga, bingung nyari para peserta kopdarnya.. Lha pada ndak kelihatan hare ituh muka-muka mesum para bloger ituh. Untung sayah ketemu bung tukangsusu, yang ternyata juga bingung nyari peserta laen yang ternyata belum pada dateng.. 😛

Ah siaul!!! ~X(

Hai kalian manusia bermata normal, bersyukurlah kalian!!! Jangan sampai mata kalian kucungkil sebagai pengganti mataku!!!
________

*weleh, ternyata saya curhat 😛

Categories
off topic

Ada Apa Antara Chika Sama Tika?

Woh, judulnya unik juga yaâ„¢, berakhiran “a” semua 😀

Well, bukan itu yang akan saya bahas dalam postingan ini. Ini menyangkut sebuah hal serius, yang mungkin menggegerkan jagad blogosphere. Ya, ini tentang identitas dua orang seleblogâ„¢ yang selalu menjadi perhatian publik.

Mereka adalah Chika dan Tika….

Well, ada apa dengan mereka? Bukannya mereka sudah menampakkan diri dan tidak anonim? Ya memang, tapi yang saya maksud adalah: siapa sebenarnya mereka berdua ituhâ„¢? Perhatikan baik-baik, ada beberapa kesamaan dalam diri mereka:

1. Nama mereka yang hampir mirip: Chika dan Tika
2. Sama-sama seorang bloger, seleb pula..
3. Hobi berat sama yang namanya kopdar
4. Dan, yang mungkin banyak yang tidak tahu, mereka berbagi blog di sini!!

Nah lho, bagaimana ini? Siapa Chika? Siapa Tika? Ada hubungan apa antara keduanya? Bagaimana mereka bisa sedekat itu? Saya punya 2 dugaan atas pertanyaan-pertanyaan itu, yaitu:

1. Teori Saudara Kembar
Sebenarnya mereka adalah saudara kembar yang lahir bareng-bareng. Entah kembar siam dempet di bagian mana, saya tidak tahu. Lalu karena suatu hal, kedua orang tua asli mereka berpisah, si ibu ke Jogja membawa bayi dari Tika dan ayah ke Jakarta membawa bayi Chika. Dan setelah saling berkenalan di dunia maya, mereka kemudian merasakan adanya sebuah persamaan dalam diri mereka yang seolah-olah menyatukan mereka, kemudian mereka pun bertemu dan saling berbicara sampai mereka yakin bahwa mereka adalah saudara kembar yang terpisah sejak bayi. Mereka kemudian berpelukan dan bertangisan, dan setelah itu mereka hidup bahagia bersama selamanya… 8-|

2. Teori Kepribadian Ganda
Menurut teori ini, mereka sebenarnya adalah satu orang yang sama. Menurut teori tersebut, dia memiliki dua kepribadian yang berbeda, yaitu sebagai mahasiswa serta sebagai seorang jurnalis. Tapi tentang bagaimana mereka bisa berada di dua tempat sekaligus (Jogja dan Jakarta), masih menjadi misteri yang sedang diselidiki para pakarâ„¢. Beredar desas-desus bahwa dia menggunakan kekuatan makhluk alam lain. Kemungkinan besar, sebenarnya dia hanya memiliki satu nama, yaitu Tika. Akan tetapi ketika tengah berada di Jakarta, dia bertemu Cincha Lawra yang dengan logat khasnya memanggil dirinya “Chika”. Sehingga nama itu pun dia pakai sebagai nama samaran ketika tengah di Jakarta.

Bagaimanapun juga misteri ini masih tetap kabur, belum ada kejelasan tentang penjelasannya. Entah, mungkin hanya Tuhan yang tahu…

Categories
social

FOSS: The Solution for HaKI Crisis

Hak Cipta atau Hak Atas Kekayaan Intelektual memang tak hanya menjadi milik para pembikin film dan buku saja. Para pembikin piranti lunak komputer sebenarnya juga punya hak atas ciptaan mereka. Bila diperhatikan lebih teliti, jumlah pelanggaran hak cipta pada produk piranti lunak akan jauh lebih banyak daripada ciptaan yang lain. Bentuknya pun beragam, mulai dari pembajakan software yang memiliki lisensi berbayar, sampai dengan penjiplakan source code sebuah program yang kemudian dikomersilkan dengan nama yang lain tanpa penyertaan sumber code yang asli.

Faktor-faktor yang banyak menimbulkan hal tersebut terjadi, biasanya karena software tersebut memiliki keunggulan-keunggulan yang canggih, akan tetapi memasang bandrol yang tinggi untuk dapat menggunakannya, sementara biasanya user yang menggunakannya biasanya berkantong cekak. Akhirnya jalan pintas pun diambil. Dan terjadilah software piracy yang kian marak itu.

Sebenarnya ada satu cara lagi yang sudah ada sebelumnya, dan juga lebih safe. Yaitu penggunaan Free Open Source Software. Tak sedikit pula para pembikin piranti lunak yang memberi label software bikinan mereka sebagai free atau open source alias “milik umum”. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah demi kemajuan produk itu sendiri. Khalayak umum jadi mempunyai hak untuk mengubah source code program dan syukur-syukur memberi tambahan pada produk tersebut. Kalaupun hanya untuk dipakai pun tidak masalah, bukankah tujuan membuat software itu memang untuk dipakai? 😛

Masalahnya adalah, biasanya software semacam ini, bila dibandingkan dengan produk-produk wah yang berbayar, memiliki fitur dan teknologi yang kurang serta tidak terlalu user-friendly. (Ya, maklumlah, namanya juga membuat tanpa bayaran). Sehingga kebanyakan end-user akan lebih memilih software wah tadi, meski lewat jalan yang tidak halal. Tapi sebenarnya bukan pada hal tersebut letak permasalahannya, tetapi pada kemauan untuk belajar. FOSS, juga ikut memberi jalan bagi para developer pemula untuk ikut memberi sumbangsih kepada masyarakat. Daripada mereka menghabiskan waktu membuat program-program cracking, bukankah lebih baik ikut memberi bantuan agar program tersebut lebih friendly dan lengkap?

Categories
social

The Dying Nation

Pemerintahan amburadul ?

Pejabat-pejabat korup ?

Kacaunya kehidupan sosial ?

Harga hidup yang semakin tinggi ?

Ketidakmerataan kesejahteraan sosial pada seluruh rakyat Indonesia ?

Para agamawan yang sibuk adu aliran ?

Hukum yang semakin tak terjangkau ?

Aktivis-aktivis yang semakin gemar rusuh ?

Politikus yang sibuk berebut tahta ?

Lingkungan yang semakin tak mendidik ?

Pendidikan yang semakin kacau ?

Dan seorang bloger yang kerjanya protes saja ?

Maaf, bagi saya negeri ini sudah mati. Teronggok di puing-puing “NKRI Harga Mati“.
Ya, saya sudah terlalu skeptis pada negeri ini. Negeri gemah ripah loh Jiancuk!!

Categories
Movie

Iron-Man

Satu lagi keluarga super hero bikinan Marvel diangkat ke layar lebar. Entah, mungkin Hollywood sedang terserang virus komik, atau mungkin para pembuat film tengah ingin bernostalgia dengan masa kecil mereka. Dan biasanya, film-film jenis seperti ini akan sangat “mencengangkan” karena dipenuhi oleh adegan-adegan CGI untuk mem-visualisasikan kemampuan sang super hero yang “di luar kemampuan manusia biasa” itu. Namanya juga super hero…

Nah, sekarang giliran sang Manusia Setrika Besi alias Iron Man yang muncul di bioskop. Well, karena dulu sewaktu saya kecil saya tidak begitu suka dengan tokoh ini, saya jadi kurang ngeh aslinya. Tapi sepertinya sang sutradara juga sudah paham dengan kondisi tersebut, jadinya alur ceritanya dibuat flash back terlebih dahulu, lengkap dengan masa lalu sang tokoh utama.

Jadi ceritanya, Tony Stark (Robert Downey Jr.) seorang jenius yang merupakan ahli waris dari sebuah perusahaan senjata “Stark Industries” milik ayahnya, diculik gerombolan teroris saat dalam perjalanan di Afghanistan. Sang pemimpin gerombolan (Faran Tahir) menginginkan Tony untuk membuatkannya rudal Jericho, yang merupakan rudal paling mutakhir yang diproduksi Stark Industries. Tony terkejut mengetahui bahwa gerombolan teroris tersebut ternyata menggunakan senjata buatan perusahaannya.

Akhirnya diapun menyanggupi keinginan sang teroris. Tapi ternyata, tanpa sepengetahuan sang teroris, dia dan teman sepenjaranya, Yinsen (Shaun Toub) malah membuat sebuah armor perang dari peralatan bekas.

Dan ketika dia akhirnya bebas dan pulang ke Amerika, dia menyadari bahwa dia telah melakukan kesalahan dengan memproduksi senjata. Karena barang buatannya itu justru membunuh orang-orang yang seharusnya dilindungi dengan senjata-senjata itu. Akhirnya dia pun memutuskan untuk menghentikan produksi senjata perusahaannya.

Tapi ternyata niatnya itu terhadang oleh Dewan Direksi yang dibekingi Obadiah Stane (Jeff Bridges). Akhirnya tanpa sepengetahuan siapapun, Tony mengembangkan kembali armor perangnya itu untuk menumpas teroris yang dulu menyekapnya. Tapi dia malah mengetahui sebuah skandal untuk menjatuhkan dirinya. Apa itu? Silakan tonton sendiri sajah 😀

Film ini cukup baik dalam segi cerita, karena orang yang belum pernah tahu Iron Man pun (seperti saya) dapat memahami alurnya. Syarat wajib film super hero alias CGI pun, bisa dikatakan jempolan, hanya saja ada satu kekurangan. Yah, karena sang sutradara harus menjelaskan alur cerita film ini, jadinya film ini kurang dengan adegan pertarungan sang pahlawan dengan musuh-musuhnya. Pergolakannya seringnya hanya pergolakan batin, intrik dan cinta saja.

But overall, with a shocking ending, you won’t be sorry for watching this movie… 😀

Rating: =D>

Categories
Agama & Tuhan

Naziebiyah itu Sesat!! (??)

Pada suatu hari, tersebutlah sebuah dunia yang bernama Blogosphere. Di dunia itu terdapat bermacam-macam agama, ada agama Blogspot yang menyembah Tuhan Google Yang Maha Tahu, dan ada pula agama WordPress yang menyembah Tuhan BOTD.

Kehidupan beragama di dunia itu begitu damai bagi para pemeluk Blogspot dan WordPress (dan agama-agama lain tentunya), apalagi semenjak terkalahkannya Dajjal yang datang untuk membuat semua pemeluk agama meninggalkan agamanya dan bergabung dengannya.

Tapi tiba-tiba, di tengah kedamaian ituh, muncullah sebuah aliran yang mengaku-aku merupakan aliran dari agama WordPress. Pengikut aliran itu menyebut aliran itu bernama Naziebiyah. Berbeda dengan aliran-aliran WordPress lain, seperti Nahdlatul Dagdigdug dan BlogDetikiyah yang telah lama diterima oleh masyarakat (meski isinya otot-ototan melulu soal ajaran mana yang paling benar), aliran Naziebiyah ini memicu reaksi keras yang menentang keberadaannya. Hal tersebut dikarenakan aliran ini mempercayai seorang Nabi baru, di mana dalam inti ajaran agama WordPress, tidak ada Nabi lagi setelah Nabi penutup, yaitu Nabi Matt Mullenweg. Nabi baru tersebut bernama Nazieb (yah, itulah kenapa aliran itu disebut Naziebiyah).

Merasa akidah-nya terancam dengan kemunculan aliran yang dianggap sesat dan menyesatkan ini, para pembesar agama WordPress yang katanya paling alim ituh, segera mengeluarkan fatwa bahwa Naziebiyah itu sesat dan harus segera dibubarkan. Bahkan ada yang berkata bahwa pemeluk Naziebiyah itu telah murtad dan keluar dari agama WordPress.

Bahkan ada sebuah organisasi yang mengaku merupakan organisasi yang memeluk WordPress paling kuat, menyerukan jihad fisabili-botd untuk memerangi keberadaan Naziebiyah yang mereka sebut murtaders itu, dengan cara merusak dan membakar aset milik aliran Naziebiyah.

Sungguh sayang memang, agama WordPress yang katanya Rahmatan lil-Blogosphere itu, yang menolak dengan keras sebuah film yang mengatakan bahwa agama itu adalah agama teroris, justru bertindak seperti kaum barbar. Ah, mungkin saja mereka terinspirasi oleh cerita ketika para penerus Nabi setelah Nabi Matt meninggal, memerangi orang-orang yang mengaku sebagai Nabi alias Nabi palsu. Tapi apakah memerangi itu berarti membunuhi mereka (pengikut Naziebiyah) satu per satu? Bukankah lebih baik kalau memerangi itu berarti “membunuh” kesalah pahaman atas perbedaan pemikiran mereka lewat sebuah pembicaraan layaknya manusia berakal?

Atau jangan-jangan Naziebiyah itu justru agama WordPress yang paling benar? Mengingat dulu agama WordPress juga begitu diperangi pada awal penyebarannya, tetapi justru agama itu semakin berkembang dan dipeluk semakin banyak orang?