Kambing-kambing yang Tersesat

Ternyata belantara beton Jakarta tidak kalah dengan belantara yang sebenarnya loh. Kalo di sana para penggembala menggembala ternak mereka di padang rumput, maka di sini mereka menggembala di padang aspal. Bisakah? Bisa.. ini buktinya:

Di daerah tempat saya bekerja, di kawasan industri Pulogadung, banyak sekali kambing-kambing yang berkeliaran di jalanan kawasan seperti di atas. Dan itulah jawaban dari pertanyaan saya: Mengapa daging kambing di sini, meski mahal, tapi sangat kecil dan sedikit sekali? Yak, betul, karena di padang aspal di sini di mana mereka digembalakan, mereka nggak makan rumput, tapi makan sampah & sisa makanan manusia. Rumput sih cuma sekedar selingan saja. Lha kalo manusianya habis makan daging kambing? Ya kambingnya jadi kanibal berarti ;))

Tapi terlepas dari itu, keberadaan kambing-kambing di jalanan yang sepi ini malah membahayakan, baik bagi manusia ataupun kambing itu sendiri. Karena, namanya juga jalanan sepi, manusianya juga pasti pada high speed semua. Dan, namanya juga kambing, masak pake tengok kanan kiri dulu. Lha kalo ada manusia berkendara dengan cepat sementara ada kambing yang nyelonong nyebrang gimana? Hanya Tuhan yang tahu..

NB: Makanya, kalo nggak mau kayak kambing, kalo nyebrang tengok kanan-kiri dulu 3:-O (nggak ada emoticon kambing sih..)

11 thoughts on “Kambing-kambing yang Tersesat

  1. Tetangga pernah pelihara kambing di halaman. Tapi si kambing akhirnya makan tanaman tetangga yang lain, mana udara tercemar bau kotorannya, akhirnya si kambing di jual sama pemiliknya. Lha iya di kota gini kok pelihara kambing.

    Like

  2. Lha itu mungkin yg dinamakan kambing kota. Moral dari cerita ini adalah kalau beli kambing belilah didesa yang masih banyak rumput hijaunya, bukan begitu mas.
    OOT: sampeyan yo arema tah😀

    Like

  3. @Om caplang: dibikinin jembatan penyebarangan ajah kali ya Om..😀
    @mbak Ani: Hoo.. itulah Jakarta mbak.. semua makhluk ada di sini😛
    @mas Totoks: Bentul mas, tapi jangan di Malang, banyak Ongis-nya soalnya😀 Arema jess😛
    @mas Anang : seandainya 8-> kita hanya bisa berandai-andai
    @andi bagus : Yah, untungnya masih belum ada yang pelihara sapi mas 3:-O
    @aLe : Hayyah..
    @ayam buncit : ayam juga banyak lho =P~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s