Fair Game

Fair Game
Fair Game

Invasi Amerika atas Iraq tahun 2003 memang masih menyisakan banyak tanda tanya. Apakah alasan yang dipakai George W. Bush bahwa Iraq tengah membuat senjata pemusnah massal memang benar adanya? Film ini mencoba memberi jawaban atas pertanyaan besar itu.

Valerie Plame, seorang agen CIA yang juga istri mantan diplomat Joe Wilson ditugaskan untuk menyelidiki isu pembelian uranium oleh Iraq dalam jumlah besar dari Nigeria. Karena Joe pernah bertugas di Nigeria, maka ia meminta bantuan suaminya itu untuk pergi ke sana dan melakukan penyelidikan.

Sesampainya di Nigeria, Joe menemukan fakta bahwa pembelian itu sebenarnya tidak pernah terjadi. Tapi saat CIA melaporkan hasil penyelidikan Joe ini, Scooter Libby, Asisten Wapres menganggap hasil tersebut salah dan memaksa CIA untuk kembali menyelidikinya, meski ujung-ujungnya hasil yang didapatkan tetap sama.

Puncaknya adalah ketika Presiden Bush menyampaikan pidato bahwa Amerika akan menginvasi Irak karena tuduhan yang ia lontarkan tentang WMD (weapon mass damage) ternyata benar. Joe Wilson, yang menganggap pemerintah membohongi dirinya, merasa perlu memberi tahu publik tentang apa yang diketahuinya. Ia pun menulis artikel kontroversial di New York Times yang bertajuk “What I Didn’t Find In Nigeria”.

Pihak Gedung Putih yang kebohongannya terancam terbongkar karena artikel Wilson menyerang balik sang diplomat dengan merilis artikel yang menyebut sang diplomat adalah pembohong. Yang menjadi masalah utama adalah di artikel tersebut pemerintah juga membongkar identitas rahasia Valerie sebagai agen CIA.

Artikel pemerintah itu sontak menghancurkan kehidupan keluarga Wilson. Joe tetap bersikeras meneruskan perjuangannya melawan kebohongan pemerintah, sementara Valerie tak tahu apa yang harus dilakukan semenjak negara yang selama ini ia bela berbalik menghancurkan hidupnya.

Terdengar seperti film dengan teori konspirasi yang biasa-biasa saja? Saya kira tidak. Film ini beserta tokoh-tokoh yang ada memang nyata dan benar-benar terjadi. Kasus Valerie Plame atau “Plamegate” memang mengundang kontroversi besar di Amerikat pada tahun 2003. Bahkan pada bagian credit title nama beberapa tokohnya sengaja disensor demi keamanan karena nama yang dipakai memang asli. Judul “Fair Game” sendiri diambil dari buku yang ditulis Valerie tentang pengalamannya itu.

Terlepas dari benar atau tidaknya fakta yang dibeberkan, film ini memberi sentilan yang cukup mengganggu di kepala saya. Bagaimana sebuah negara yang disebut-sebut negara paling bebas itu ternyata bisa menjadi tiran dengan caranya sendiri. Kadang-kadang tusukan kata-kata memang lebih menyakitkan daripada pedang.

Akhirnya, apakah film ini layak ditonton? Tentu saja, apalagi jika benar film-film Hollywood tidak akan beredar di Indonesia dalam waktu dekat.🙂

Baca juga: Fair Game by @bakulrujak
*) gambar dari wikipedia

82 thoughts on “Fair Game

  1. Amerika…? hebat sekali mereka dalam senyap merusak bangsa ini dan menguasai dunia dengan cara yang licik…?
    Zionisme, Freemasonry, iluminati dsb
    kita hanya diam saja..?
    kangramatea

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s