Assassin's Creed: A Little Bit Dissappointing

Assassins Creed
Assassin's Creed

Game ini, sebagian besar bercerita tentang Altair, seorang assassin di masa Perang Salib, ketika Raja Inggris Richard si Hati Singa, menyusun pasukan untuk merebut kembali Jerussalem dari Saladin. Karena melakukan sebuah kesalahan, Altair mendapat perintah dari sang Mualim, untuk membunuh tokoh-tokoh penting di kota Damaskus, Acre, dan Jerusalem yang berkomplot untuk mengobarkan perang.

Saya sudah lama mengincar game ini. Sebab dari cover yang menggambarkan karakter utamanya, saya sudah menduga bahwa game ini tidak akan jauh berbeda dengan game sebelumnya, yang dari produsen yang sama, yaitu Prince of Persia. Dan ternyata memang benar. Dari wikipedia saya tahu bahwa game ini dibikin menggunakan engine yang sama dengan PoP.

Ya, saya memang penggemar berat game Prince of Persia, terutama trilogi Sands of Time-nya, khususnya lagi untuk dua seri terakhir. Sebab selain memiliki plot cerita yang menarik, game ini juga memiliki fitur yang keren, yaitu FFF alias Free Form Fighting. Dalam bahasa mudahnya, FFF adalah sistem yang memungkinkan karakter utama untuk membunuh musuh dengan cara apapun. Bisa dipenggal, disayat, atau dilempar dari ketinggian. Dan efek grafisnya benar-benar wah.

Begitu pula dengan Assassin’s Creed ini. Fitur FFF-nya memang masih terasa, meski sedikit berbeda dengan PoP. Tetapi dengan adanya gaya membunuh baru ala assassin, seperti penggunaan hidden blade, game ini terasa punya tingkat kesadisan sendiri. Dan itu bagus.😀

Saat memainkan game ini, rasa-rasanya adrenalin saya juga ikut terpacu. Bagaimana rasanya deg-degan mengendap-endap mendekati target pembunuhan, berusaha untuk tidak menarik perhatian penjaga, kemudian saat target lengah, menusuk sang target dengan cara yang sewajar mungkin agar para penjaga tidak menyadari bahwa sang target telah mati. Juga bagaimana rasanya bila dikejar-kejar seluruh penjaga di kota saat ketahuan, berusaha menghilang dan menyamar di kerumunan, atau mencari tempat persembunyian. Begh, ditambah dengan efek sound yang benar-benar mendebarkan, pengalaman main game ini masih terasa bagi saya.

Tapi…

Ada satu hal yang saya rasa sedikit mengecewakan dari game ini, yaitu bahwa game ini sangat cepat sekali untuk ditamatkan! Tamat yang dimaksud adalah menyelesaikan cerita utama dalam game, tidak termasuk optional objective-nya. Masak hanya ada 10 level di game ini? Itupun masing-masing level hampir sama misinya, yaitu membunuh seorang penting, hanya berbeda urutan dan caranya saja.

Memang sih, tingkat kesulitan untuk meng-assassinate tiap target dalam tiap level selalu bertambah, tapi tetap saja, rasanya kok ya tidak jauh berbeda. Begitu pula dengan endingnya, ugh, sangat nggatung dan tidak memuaskan.

Overall, game ini sangat mengesankan dari segi game experience, tapi dari segi cerita, err.. sedikit mengecewakan.

16 thoughts on “Assassin's Creed: A Little Bit Dissappointing

  1. Setuju saya, kalau mengincar misi utamanya aja rasanya cepat sekali tamatnya. Karena itu saya lebih suka mengumpulkan bendera dan viewpoints, atau membunuhi penjaga di tengah kota.😛

    Rumor bilang akan ada Assassin’s Creed 2…😕

    Like

  2. giLa ini Game beRat bgt…ga bisa di compres apa nie game ??? grafic nya sih keren tapi sama aja boong kLo yg bisa maen nie game cuma orang2 tertentu,,…kom gw di taro kayak gini udah kayak aki2 jalan nya lama bgt…

    Like

  3. I am astonished with the title of your blog. The Assasin Creed is a great revolution in the field of realistic gaming. After reading your post I justify each your agreement and I also agree with you that it has some technical issues which is really major. Well done in the analysis I must say.

    Like

  4. That appearance was also the only bowl game for Duke since 1961 and in addition the eighth overall. Duke will have its head coach towards the sidelines with David Cutcliffe calling the shots after earning the 2012 ACC Coach belonging to the Year award. This honor is both humbling and rewarding because of an quality of an coaches in our conference, Cutcliffe said. Ultimately, the acclaim goes to both our staff additionally, the group of young men that came to practice regularly accompanied by a desire to improve and prepare, gave their best effort on Saturdays. Duke struggled late in a very season by losing each of its last four games but still managed to finish plus a 6-6 overall record which was almost certainly the most wins the program has logged since its last bowl season.
    http://www.get2fit2quit.com/community/blog/view/1304/just-what-are-the-ideal-symptoms-of-depression

    Like

  5. Few devices know more personal details about pe&#959ple than the smartphones in their pockets: phone numbers, current location, often the owner’s real name even a unique ID number that can never be changed or turned off. These phones don’t keep secrets. They are sharing th&#1110&#1109 p&#1077r&#1109onal data widely and regularly, a Wall Street Journal investig&#1072tion has found. An examination of 101 popular smartphone “apps” games and other software applications for iPhone and Android phones showed that 56 transmitted the phone’s un&#1110que device ID to other companies without users’ awareness or consent.

    Like

  6. Setelah menyimak pembahasan tersebut, sepertinya game ini sangat seru dan mampu memacu adrenalin kita..
    Tapi saya termasuk tipe orang yang tidak terlalu suka dengan game yang terlalu rumit..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s