Indonesia yang Semakin Murung

Indonesia semakin kehilangan keceriaan. Seorang lagi pemahat senyum telah dipanggil Yang Maha Kuasa. Ya, Basuki kini telah mendapat titel baru, yaitu alm. di depan namanya menyusul rekan seprofesinya Alm. Taufik Savalas. Semakin berkurang pula keceriaan yang mungkin akan tercipta di wajah para rakyat Indonesia.

Mungkin malah ekspresi sedih dan tangis yang akan semakin ramai menyusul isu naiknya BBM yang berarti naiknya harga produksi industri yang membuat harga bahan-bahan menjadi semakin tinggi yang juga berarti bahwa kebutuhan akan semakin sulit didapat yang kemudian membuat keluarga menengah ke bawah semakin ngos-ngosan mencari utangan untuk membeli kebutuhan mereka dan yang ujung-ujungnya akan menambah panjang daftar keluarga miskin di negara kita yang sangat kita cintai ini.

Ironisnya, di saat para penebar tawa itu hilang satu per satu, rakyat justru semakin dijejali dengan derai tangis para artis-artis cilik yang meratapi kepergian “kekasih”-nya yang belum sepantasnya mereka dapatkan di usia belia mereka yang seharusnya mereka gunakan untuk belajar guna mempersiapkan kehidupan mereka yang masih panjang, atau karena mereka menjadi korban kelicikan saudara mereka yang ingin merebut harta warisan dari orang tua mereka. Ah, cerita klasik yang berulang kali disuguhkan kepada kita dengan sedikit variasi.

Semakin buruk, berita duka kematian mereka malah menjadi ladang bisnis baru para “penggunjing” setelah kasus perceraian serta perselingkuhan dalam rumah tangga artis mulai kurang diminati para pendengar setianya.

Kapan kita bisa tersenyum lagi? Tergelak sejenak di antara dunia yang semakin berduka. Menertawai diri sendiri karena hidup di negara yang mencintai kemurungan.

6 thoughts on “Indonesia yang Semakin Murung

  1. yaelah… segala macem masalah ada di satu judul…
    mo gw tambahain masalah gw ga?
    gw tutup buku neh, tutup taon! cape! kerja senen-sabtu, 07.30-02.00 berasa dijajah banget! tp asik seh, abis inih gw mo plesiran…
    *kekekekekkk… apa seh?! yaaaa gw kan cuman nambahin segala urusan yg ada di postingan yg ini… hihi*

    Like

  2. “Kapan kita bisa tersenyum lagi? Tergelak sejenak di antara dunia yang semakin berduka. Menertawai diri sendiri karena hidup di negara yang mencintai kemurungan.”

    Kapan-kapan Mas…🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s