Movie: Legion

Saya tertarik untuk menonton film ini setelah membaca kalimat pertama di artikel 21 Cineplex yang membahas film ini: “Setelah Tuhan kehilangan kepercayaan kepada manusia“. Sangat mengundang rasa keingin tahuan saya. Memang dari dulu saya suka dengan film / buku yang bercerita tentang masalah yang sangat sensitif tersebut. Tuhan. Apalagi dengan bumbu narasi dan plot yang bagus.

Legion
Legion

Jadi, cerita dimulai dengan sesosok “orang” yang jatuh di sebuah malam yang basah. Siluet orang tersebut menunjukkan sebuah benda di punggungnya, yang seharusnya tidak ada di sana. Sepasang sayap. Yap, bisa ditebak, manusia dengan sayap adalah penggambaran umum untuk seorang malaikat. Si malaikat ini (Paul Bettany) kemudian entah kenapa menyayat kedua sayapnya dan pergi ke sebuah bangunan yang menyimpan segudang senjata modern.

Lalu cerita beralih ke pinggiran gurun Mojave, dimana Charlie (Adrianne Palicki), seorang gadis pelayan dan Jeep (Lucas Black), anak si pemilik restoran tinggal. Charlie diceritakan tengah mengandung anak dari pacarnya yang tidak bertanggung jawab. Sementara Jeep menaruh hati padanya dan ingin mengasuh serta membesarkan anak Charlie. Kehidupan Charlie, Jeep dan keluarganya yang biasanya sepi tiba-tiba berubah saat datang seorang nenek. Nenek tersebut tiba-tiba berubah menjadi semacam monster penghisap darah dan menyerang pengujung restoran kecil tersebut. Beruntung Kyle (Tyrese Gibson), seorang pengujung, berhasil menembaknya hingga mati. Mereka bingung dan ketakutan hingga datang malaikat yang muncul di awal film.

Malaikat ini menjelaskan bahwa Tuhan sudah kecewa dengan manusia. Maka Dia memutuskan untuk mengakhiri dunia saja dan para malaikat, anak buah-Nya yang paling loyal, diperintahkan untuk menghabisi seluruh manusia. Tapi Michael sang malaikat, merasa bahwa Tuhan bertindak terlalu tergesa-gesa dan berusaha untuk mencegah Kiamat yang segera datang. Maka ia turun ke Bumi dan berusaha menyelamatkan anak dalam kandungan Charlie, yang ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia.

Yaaa… Film ini sih lumayan bagus. Tapi saya kurang sreg dengan beberapa detil-nya. Masak Tuhan bertingkah seperti anak kecil yang ngambek karena tidak dituruti keinginannya. Memang dalam film-film semacam ini, seperti juga dalam Constantine, Tuhan sering dianggap sebagai “anak kecil” yang memiliki kekuatan tak terbatas. Tapi dalam film Legion ini, saya kok ngrasanya Dia lebih childish lagi.๐Ÿ˜†

Lalu malaikatnya juga kurang cool. Masak si Gabriel (Kevin Durand), sang archangel bisa kena tembak? Hal yang membedakan malaikat dengan manusia cuma dari sayap dan kekuatannya saja. Tapi pas ditembak tetap saja berdarah๐Ÿ˜ . Soal anak Charlie juga, apa yang membuat anak itu begitu spesial? Menurut 21 Cineplex sih, katanya anak itu adalah Yesus Kristus yang akan datang kembali ke dunia untuk kedua kalinya dan menjadi Juru Selamat. Tapi dalam film sama sekali tidak disebut tentang itu. Mungkin itu disimpan untuk sekuel-nya, karena endingnya juga terasa nanggung.

Overall, film ini bagus. Tapi untuk tema film seperti ini, saya lebih suka Constantine.
*ambigu yo ben*

Oh ya, saya dapat istiliah baru dari film ini: kerasukan malaikat.๐Ÿ˜†

(gambar dari wikipedia)

49 thoughts on “Movie: Legion

  1. saya merasa film ini serba nanggung. horror enggak, action juga enggak. lagian, mosok Tuhan ngambeknya dengan cara begitu. kenapa gak sekalian aja dihancurin pake bencana alam?

    Like

  2. keren pisan blognya….legion, kadang cerita fiksi gini mengandung sara, kenapa??? karena apa perintah Tuhan tidak ada yang boleh menentangnya, ini berarti malaikat memiliki kehendak sendiri, sedangkan malaikat itu tidak berkehendak, sama seperti luzifer, karena dia punya kehendak, maka dia dilemparkan keneraka…..bukan menetang sichhh cuma kasih coment aja,,,,kalo kartun animasi sich mungkin bisa2 aja tapi kalo udah dipernakan manusia…..???? lam kenal ya…

    Like

  3. ya betul kata Anna, pagi ini sya juga melihat halaman yang baru dari facebook,kesan pertama sangat menarik tapi sayang ada beberapa hal yang dibuang yang menurut saya sangat berguna bagi saya tentunya…hehehehehe

    Like

  4. Hi,
    I LOVE your theme and i want to use it in one of my blogs.
    I want to ask you is there any options to CHANGE color of the theme?
    I want Brown for example. Should i change codes in style.css?
    Great thanks,
    shahab

    Like

  5. Hari ini aku diajak nonton ni film ma temen. dari sinopsisnya emang kayaknya aneh untuk terima ya.. tapi liat aja entar stlah nonton, hehe…

    Like

  6. SAYA GAG TAU APA YG DIPIKIRKAN OLEH SUTRADARANYA, MUNGKIN DIA BELUM MAKAN SAMPAI2 BISA BIKIN FILM SINTING KAYAK GINI YA..
    1. GAG MASUK AKAL SAMA SEKALI —— FILM FIKSI PUN JG HARUS PAKE LOGIKA DONG MESKI SEDIKIT .
    2. CHILDISH.

    mungkin si pembuat film pernah mimpi aneh kayak gitu trus dibuatin filmnya , hehe

    Like

  7. cuma film…. ngapain di bikin pusing. yang seneng bilang bagus…. kaya aku yang ga seneg ya bilangnya jelek bgt….. hoek….

    Like

  8. pak ustad gmn klo sudah melakukan shalot taubat,terus melakukan dosa/khilap namanya jg manusia biasa yg tdk akan luput dari dosa,pertanyaanya apakah akan lebih berdosa setelah melakukan solat taubat melakukan lg perbuatan dosa atau tdk usah dulu shalat taubat sebelum benar2 siap ,mhn balasanya,terima kasih

    Like

    1. Yaelah gan……namanya juga film,dimana-mana yang namanya film pasti boongan kagak nyata,kalau mau nonton film yang nyata nonton film dokumenter gan…

      Like

  9. Meskipun jalan ceritanya aneh banget. Tuhan digambarkan childish dan malaikatnya tarung2 gak jelas. Tapi bolehlah efek sm actionnya itung2 buat hiburan. Santai aja kan cuma film, tdk usah dibawa serius

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s