Categories
Agama & Tuhan

Kenapa Tuhan Menciptakan Kita?

Pernahkah Anda membayangkan, bagaimana seandainya Anda tidak diciptakan oleh Tuhan? Tetap berada di Ketiadaan dan tidak dibebani oleh segala macam tetek bengek kehidupan.

Pernahkah Anda bertanya, buat apa sih, Tuhan repot-repot membuat segala kehidupan ini? Untuk beribadah pada-Nya? Toh, Dia sendiri mengaku kalau Dia tidak butuh semua itu. Tanpa kita beribadah pun, katanya Tuhan masih tetap Maha Segalanya. Kita juga tidak pernah meminta untuk diciptakan, dan dibuat menjalani kehidupan untuk merasakan segala pahit manisnya.

Lalu kenapa, Dia Yang Maha, tiba-tiba memaksa kita untuk Ada, menjejalkan kita ke dalam kehidupan, memberikan setumpuk aturan-aturan untuk kita laksanakan, menjanjikan akan memberi balasan yang baik bagi yang taat, dan mengancam dengan siksaan bagi yang ingkar? Apakah tidak lebih baik jika kita tetap Tiada, tanpa perlu repot-repot beribadah demi tidak disiksa dan demi mendapat nikmat tiada tara?

Secara ekstrim, tiba-tiba di pikiran saya ini, yang juga pemberian dari-Nya, yang kadang-kadang saya gunakan untuk berpikir sesuai perintahNya, muncul ide bahwa sebenarnya Tuhan itu memang sedang bosan. Jadi sebagai hiburan, dia pun memaksa kita yang semula Tiada untuk menjadi Ada dan menjadi hamba-hamba-Nya, menuruti segala macam omonganNya. Dia mungkin saja tengah tergelak ketika melihat ada orang-orang yang saling bertikai untuk mendapat pengakuan sebagai yang paling benar. Atau ketika ada orang merinding ketakutan ketika diceritakan tentang siksa-setelah-mati-yang-amat-sangat-pedih-sekali.

Mungkin saja Dia merasakan sensasi yang sama yang saya rasakan ketika sedang memainkan game simulasi ‘Sim City’. Saya merasakan ada kepuasan tersendiri ketika dengan egoisnya, tiba-tiba saya datangkan hujan meteor di kota yang sudah tertata rapi dan hidup dalam damai. Atau saat saya ciptakan banjir bandang dan kebakaran besar.

Dan Dia pasti tengah tertawa geli saat saya bingung mempertanyakan pada diri saya sendiri, “Kenapa sih Dia repot-repot menciptakan saya? Bagaimana seandainya saya tidak pernah ada? Pasti enak, tidak perlu repot-repot memikirkan kehidupan ini..”

60 replies on “Kenapa Tuhan Menciptakan Kita?”

@Fritzter
Setidaknya begini, dengan “hidup”, kita harus merasakan kesenangan dan juga kepahitan. Merasakan yang positif dan juga negatif.
Apakah tidak lebih baik jika kita hanya merasakan nol saja? Meski tidak sempat mencicipi yang enak, setidaknya kita tidak perlu merasakan yang menyakitkan..

Like

Wah, pertanyaan filosofis :mrgreen:

Saya jadi ingat sama buku “An Islamic Utopian: A Political Biography of Ali Shariati”-nya Ali Rahnema. Tokoh intelektual Iran yang dibiografikannya itu pernah nyaris bunuh diri karena memikirkan pertanyaan Maurice Maeterlinck semacam ini: Jika sebatang lilin ditiup, kemanakah perginya nyala lilin itu?

Ya, pertanyaan2 tentang eksistensi manusia yang sama yang ditanyakan Arthur Schopenhauer, Kafka dan Masnawi. Ujung pencarian jawabannya bisa beda2. Ada yang tetap hidup, ada yang bunuh diri, tercerahkan, atau malah depresi macam Nietzsche. Yang manapun, kamu ada bakat jadi filsuf lho, Bro :mrgreen:

Kenapa Tuhan menciptakan kita? Kenapa Tuhan menciptakan saya? Entah. Saya tidak tahu pasti jawaban apa pula yang pasti utk pertanyaan ini. Sejak remaja saya juga mikirin ini. Tapi tak pernah puas. Jawabannya tak ketemu benar dalam kehidupan sehari-hari, tidak juga dalam buku2 filsafat atau karya sastra.

Dulu, saking kesalnya sama Tuhan, saya teriak2 di depan teman2 kalo Dia cuma sosok kesepian di alam semesta. Lalu, macam kanak2 main boneka, dibikinnya lah awak ini utk disandiwarakan, dibentur-benturkan, lalu dimatikan. Ia cuek bebek dengan tragedi dimana-mana, orang mati sampai berbelatung, adegan2 ranjang, bayi lahir, atau apapun yang bikin manusia menangis, tertawa atau bunuh diri.

Kalau Dia sudah bosan, dibikinnya lagi kehidupan lain sehabis satu naskah usai πŸ˜€

Tapi… sejak dua tahunan ini, saya mikir simpel saja: Tuhan menciptakan kita untuk hidup, ada, mengisi ruang-waktu di hamparan semesta. Jelas, ini pemikiran yang tidak cukup ampuh untuk jadi jawaban sama sekali. Tapi, kenapa tidak menghidupkan hidup saja? Tak perlu mengisap rokok mild macam di iklan utk bikin hidup lebih hidup πŸ˜†

*celotehapapulasayaini*

Like

Yang manapun, kamu ada bakat jadi filsuf lho, Bro

😳 Saya tahu kok kalau saya ini memang tampan menawan…

Saya juga punya pendapat bahwa kita ini hanya semacam program yang semuanya sudah diatur sama Dia. Takdir itu adalah baris kode yang harus kita jalani. Dan setelah menemukan itu, keragu-raguan saya dalam menjalani hidup jadi hilang, sebab saya yakin bahwa masa depan saya sudah pasti. Ah, mungkin saya memang termasuk golongan yang akhirnya tercerahkan..

*jumawa* 8)

Like

Nazieb,

As you may read others commenting that one is solely to worship and no other.. Religion, to my views is there, set to be abide with, not questioned and debated through the capacity of human minds.. the faith and strong beliefs are the ones ensuring jannatul rewards as ultimate blessings.

It’s nice to have found and visited your blog, indeed.. πŸ™‚

Like

Kalo menurut penerawangan saya .. Tuhan tidak menciptakan kita .. tapi Tuhan menciptakan alam semesta berikut sunnahtullah yang menyertainya. Kita ada akibat sebab akibat. Orang tua kita melakukan kolusi dengan mempertemukan ovum dan sperma. Setelah cukup waktunya .. lahirlah kita.

Nah .. saat proses pembentukan manusia itulah .. Dia ‘mengutus’ jiwa untuk masuk dalam proses tersebut agar darah, tulang dan daging itu menjadi hidup. Tidak sedikit, ketika lahir .. si orok langsung dibikin ‘tamat’ kisah hidupnya oleh orang tuanya. Ada yang nyungsep di kali, di got, di comberan dan sebagainya tanpa sempat bertanya .. kenapa Tuhan menciptakannya jika kemudian langsung dikirim kembali oleh orang tuanya?

Kita bertanya tentang mengapa kita diciptakan karena kita tak tahu untuk apa kita hidup. Jika kita tahu .. pasti kita memahami untuk apa Allah menciptakan kita .. hehehe .. sorry bos jika penerawangan saya ini beda banget dengan yang lainnya :mrgreen:

Like

salah satu jenis pertanyaan transedental lain…
konon katanya, gosipnya, isunya, akal kita tidak akan pernah sanggup mengerti apa yang dimaksud Sang Maha Pencipta.

ya saya tahu, bukan jawaban yang memuaskan, eh salah, bahkan itu bukan jawaban sama sekali. ah… saya jadi berpikir lagi.

saya suka bagian tentang Sim City, hahaha… katanya kan Tuhan sedang tidak bermain dadu, apa mungkin Ia sedang bermain sejenis permainan Sim City? hmm….

salam -japs-

Like

kalo saya cukup tercerahkan dengan kata2 “suka2nya tuhan”, wong dia yang punya kuasa. seperti ketika saya lagi punya duit banyak. saya jadi bisa ngomong, “meng, tukokke aku es teh neng angkringan ngarepan. kowe oleh njupuk gorengan sakkarepmu.”

Like

Pertanyaan mas Nazieb juga sama dengan pertanyaan para Malaikat ketika Allah ingin menciptakan Adam, manusia pertama kali. Jawabannya Allah adalah :

“”Sesungguhnya AKU mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 30)

hingga membuat para Malaikat malu kepada Allah.

Like

alasan kedua adlh QS. Al-Mulk ayat 2 :

“………..supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya………”

ini hanya sedikit referensi yah mas Nazieb dari seorang hamba yg dhaif. Moga jawaban2 yg lebih puas buat mas Nazieb bertemu dgn semakin mempelajari dan meng-kaji Al-QUR’AN dgn bimbingan para Guru yg hanif (lurus) dan sholeh. Insya Allah.

Like

kalau mikir egoisnya, kadang kita diposisi apapun selalu mikir untung-rugi. terlebih dalam kondisi dirugikan, tidak merasa puas, atau selalu dalam jalan “ketidak-beruntungan”. pertayaan macem2 tuh selalu ngusik; kenapa sih saya begini; kenapa sih gk adil banget; kenapa sih.. kenapa sih. Kayaknya hidup ini gk berarti banget. Jadi buat apa hidup kalau cuma jadi obyek penderita.
Nah, gak tau juga ya pikiran td pasti berujung ke “Kenapa Tuhan Menciptakan Kita?”

Bayangkan kalau posisi kita selalu berada pada “track” yang baik, lahir dari kedua orang tua yang shaleh dan shalehah, kaya raya, dihormati lingkungan, dan kitapun tumbuh menjadi seorang dewasa yg jenius. Sungguh berarti hidup ini bukan?

…Nilai. Kita hidup untuk mencari nilai. Jadi Sejauh ini sudah berapa poin nilai Anda?

http://kemis3.blog.com/

Like

Tuk jadi panitia Hari Kiamat. 😎

g setuju tuh

perjalanan dunia ini udah ditentuin m kmn

manusia tinggal pilih mo ikutin jalan yg mana
makanya doanya tunjukilah kami jalan yang lurus
bukan buatkanlah jalan yang lurus untuk kami
artinya jalan lurus dan bengkok tu dah ada

punya akal kan?

tuhan itu diktator
dari satu sisi y
makanya nama kita hamba 4JJI

kenapa ciptain kita
suka suka dia,dia maha kuasa

kalo dah diciptain y m gmn lg
mo demo?
silakan tinggal diazab aj
diganti dengan kaum yang lain
gampang kan

intinya kalo dah idup y suka suka lo lah mo ngapain
mo ikutin mauNya dapet surga
kalogak y tinggal k neraka

so here we are

terjebak dalam dunia kecil tanpa daya dan upaya

maka nama kita adalah
budak tuhan
hamba tuhan

pasrah

dan dia akan beri segalanya untuk kita

Like

Saya merasa bersyukur bisa ngerasain hidup walaupun ada kesedihan dan penuh beban. Ga terpikir rasanya jika saya tak diciptakan Allah.. nihil dan hampa. Ada yang perlu kita syukuri dari kesedihan dan kepedihan yang kita rasakan. Saya pikir Allah menciptakan kita sebagai rasa kasih sayangnya. Bagaimana mungkin kita bisa merasakan kasih sayang tanpa hidup, atau tanpa pernah merasa susah, takut, sedih, risau, lapar. Aturan yang kita harus jalani juga Allah berikan karena kasih sayang Allah yang ingin membimbing kita untuk pulang selamat kepada-Nya. Andaikan kita langsung dimasukkan Allah langsung ke dalam surga, sepertinya kita ga akan benar-benar tau betapa nikmatnya masuk surga dan bertemu dengan Maha Pencipta.

Like

Sebagai seorang islam, harusnya menanyakan sesuatu yg berhubungan dg Yang Maha Pencipta harus dari Al Qur’an dan hadits bukan dengan pikiran manusia yg dangkal. Bacalah Al Qur’an dan tanyakan dengan Ulama yg memahami, jangan Asal menulis Tentang Allah semaunya.
β€œDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)
Sudahkah anda beribadah dengan benar ?
β€œMaka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).
β€œApakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al Qiyamah: 36).
Ingat pertanggung jawaban atas tulisan di atas
β€œAku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari makhluk dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 57-58)
Apakah rezeki yg kamu dapat hanya dari usahama Kamu saja tanpa bantuan Allah

Like

kenapa tuhan menciptakan kita karena dia sendirian di alam semesta
mkanya dia menciptakan kita …..
tapi apakah tuhan itu benar ada??
atau tuhan itu cuman khayalan dan imajinasi seseorang???

tetapi kalau tuhan itu ad kenapa diya tidak pernah menampakan dirinya ke mausia???

dan benarkah tuhan yang menciptakan kta???

knapa tuhan membiyarkan setan dan iblis hidup bersama kita ???

knapa tuhan tidak hidup bersama kita???

Like

NTAH LAH AQ PUN TAK TW , TPI YANG JELAS INILAH YANG DISEBUT RAHADIA KEHIDUPAN , DI UJUNG NYA NANTI PAZTI KETAHUAN KOQ SEMUA ….. !!!
SABAR AJA …

Like

allah tidak butuh kita tapi kita yg butuh dia..kita beruntung bisa hidup didunia..coba kita hidup di langit…gk ada air untuk di minum.. sungai mata air cuma ad di bumi..allah itu baik sama kita coba deh kalian rasain minum air putih betapa nikmat nya lega nya dari air yg lain..tuhan menciptakan kita itu rahasia yg sulit kita ketahui.karna kita manusia terbatas..yg penting kita jalani hidup dengan penuh suyukur..manusia gk ad beda nya..kaya miskin kita ini yg memilih hidu baik buruk kita pasti tahu karna hati sulit untuk di bohongi..hati kita tahu klw kita salah atau benar

Like

greaaaattt. saya juga memikirkan hal yang tepat seperti mas.

saya juga berpikir kenapa Dia menciptakan semua ini? Apakah suatu hari Dia kesepian lalu memutuskan untuk memulai semua ini, seperti kalo kita lagi bosen trus maen game The Sims… Atau mungkin secara becanda kasarnya Dia ingin ada yang mengagumi dan mengakui kehebatannya?

Kenapa Dia membuat aturan-aturan bahwa kalo kita berdosa masuk neraka, kalo baek masuk surga. Trus kenapa Dia menciptakan para Malaikat dan tugas-tugasnya? Bukankah nggak ada bedanya kalo Dia nggak pernah menciptakan ini semua? Dan kalopun saya sendiri nggak pernah ada, toh saya nggak akan merasakan apa-apa.

just glad to find you think the same, dude.

Like

saya sampe menuliskan hal ini. saya kadang kalo lagi bingung bikin tanya jawab sendiri. tanya sendiri, jawab sendiri. he. bisa dicoba. trus tentang hal ini, saya dapet gagasan bahwa mungkin jawaban dari semua ini sangat mengejutkan sampai-sampai membuat manusia lemah seperti kita mati seketika. trus jadi muncul pertanyaan lagi, kenapa kita dibuat dengan kemampuan terbatas?

bagian melankolisnya, saya juga bertanya2, apakah Dia merasakan kesedihan yang sama saat kita sedih dan terpuruk? apakah Dia merasa pilu karena menciptakan kita begitu lemah gini sehingga mudah jatuh?

that’s all. moga apapun yang terjadi, kita bisa berada dalam keadaan terbaik saat menghadapNya dan sapatau kelak dikasitau semua rahasia tentang ini.

thnx. maap ampe dua kali komen panjang2. ga maksud nge-SPAM.

Like

Karena mempunyai nama Ar-Rahman Ar-Rahiim. Nama ini mutlak sejak ia mempunyai sifat2nya. Salah satunya sifat Wujud yaitu ada. mustahil bagi Allah mempunyai sifat tidak ada. Dia ingin mencurahkan kasih sayangNya. tapi ke siapa, ke apa, atau ke makhluk mana yang sudi menerima kasih sayangnya. Nah untuk itu Ar-Rahman dan Ar-Rahiim ada di urutan kedua dan ketiga setelah nama Allah itu sendiri.

Like

NIH PERTANYAAN GA BAKAL KETEMU DEH JAWABANNYA .. !
karna keinginan manusia untuk mengenal Allah dan memiliki suatu hubungan dengan Dia nyata dari pencariannya akan tujuan. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang cerdas dengan keinginan untuk menyelidiki dan memahami. Dan, Alkitab mengatakan bahwa manusia akan terus menghimpun pengetahuan yang memuaskan tentang Allah dan ciptaan-Nya selama-lamanya.Jadi, tidak akan ada akhir dari upaya manusia untuk mencari tahu tentang Allah dan karya ciptaan-Nya.

Like

pertama-tama segala mahluk belum ada yang ada hanya zat Tuhan saja. lalu Tuhan menciptakan segala ruh baik ruh alam semesta yang besar seperti galaksi, bintang, planet dan segala isinya termasuk manusia. lalu Tuhan menciptakan amanah dan amanah ini di bebankan kepada seluruh ruh makhluknya dan hanya ruh manusia yang mengambilnya dan dipikulnya sebagai beban dipundaknya..
karena mengambil amanah ini maka aQ dan anda di ciptakan Tuhan dimuka bumi ini..

Like

manusia diciptakan untuk mengisi dunia yang bisa berkembang karenanya ,dan manusia diperintahkan menyembahNya .dan memegang amanah dengan baik. anda punya kelebihan karena Dia yang telah meletakkan didasar batin anda bibitnya. bersukurlah atas kehendaknya anda mampu,orang lain tidak. semua gerak Dia yang menggerakkan . tapi mungkin anda belum sepenuhnya mengenalNya.

Like

saya juga berpikir hal yang sama,…. bahkan anehnya lagi, pernyataan ini saya tanyakan kepada salah seorang ustadz dalam sebuah majelis, malah hasilnya saya hanya memperoleh cemoohan dari beberapa peserta majelis, bahkan ustadz pun menertawakan pertanyaan saya.
saya merasa tuhan itu bukan maha mengetahui karna, kalau memang tuhan itu ada pastilah dia akan membantu menjawab pertanyaanku melalui perantara ustadz tersebut agar saya tidak perlu berprasangka buruk kepadanya.

Like

aq sering nangis,krn memikirkan hal ini…kenapa Gusti Allah menciptakan aq? Apa artinya aq bg dunia…tanpa aq pun dunia akan berjalan sebagaimana mestinya…. Mungkinkah Dia memberikan kesempatan aq yg kecil ini untuk mgenalNya… Entahlah, mgkinkah

Like

Selepas membaca komen-komen dari sahabat semua, satu ‘conclusion’ dapat diraih.
Masih ramai antara kita yang masih mencari-cari akan tujuan kita dihidupkan di dunia ini.
Jikalau ini persoalan yang terbit dari akal fikiran kita yang sangat cetek pengetahuannya, ini bermakna hati dan fikiran kita sedang dipandu oleh satu kuasa yang Maha Agung, yang mana dengan panduan ini, natijah yang diperolehi ialah kita akan dapat mengenal dengan lebih dekat kuasa yang Maha Agung ini. In conclusion, Allah wants us to find out more about Him. Hence, the question of why we are created arises from our mind.
Apabila kita sudah mengenal Allah, maka secara langsung kita akan faham mengapa kita dihidupkan di dunia ini.
Secara am nya, Allah itu Tuhan kita dan kita hanyalah hambaNya yang sangat hina.
Usahlah dipersoalkan kenapa kita harus melakukan ibadah, akan tetapi persoalkan diri sendiri kenapa masih tidak mahu melakukan ibadah walaupun kita sudah tahu bahawa kita ini hanyalah hamba.
Kepada Tuan blog ini, sentiasalah berkomunikasi dan memohon kepada pencipta kita untuk memberikan jawapan kenapa kita dihidupkan di dunia ini. Insya Allah, Dia akan memberikan satu jawapan yang paling tepat kerana hanya Dia sahaja yang mengetahui jawapanNya.
Wallahu a’lam Bissowab

Like

Intinya tuhan itu egois dan mau menangnya sendiri !!!
Kadang sy jg brpikir, bagaimana jk seandainya sy yg jd tuhan dan tuhan yg jd sy…. ? =/

Like

lagi galau, nemu blog ini, jawapan hakikinya gak dapet si, tapi share komeng dari berbagai pihak, paling nggak ngerasa senasib aja,, thanks for all,,
jadi inget kata pak ustad,, segala karya penciptaan pasti ada buku panduannya,,
mesin cuci ada buku panduannya, tv ada buku panduannya,
hidup? kita? Al-Qur’an buku panduannya,, ikutin aja buku petunjukNya, baru bisa tau gimana cara ngejalaninnya secara bener,, *udah tau sebenernya jawabannya* tapi masi nyariiii aja, kayak belum merasa terpuaskan terus, karena jawabanya susah! namanya manusia pasti mau yang gampang2 aja, diem gak nglakuin apa2, dapet enak, bahagia, masuk surga.
jadi yang bikin pertanyaan ini susah buat dijawab ternyata adalah HAWA NAFSU,,
*ayo2, jangan pada kebanyakan mikir, tapi no action, percuma!!!
AYO SEMUA BERSEMANGAT DALAM MENJALANI HIDUP INIII!!!
MENDING BANYAK DOSA, TAPI SELALU BERTAUBAT, DARIPADA BANYAK DOSA, TAPI GAK BERBUAT APA2,, DIEM, MERATAPI HIDUP!
*menyemangati diri sendiri*

Like

manusia diciptakan untuk mengisi dunia yang bisa berkembang dan manusia diperintahkan menyembahNya .dan memegang amanah dengan baik.. bersukurlah atas kehendaknya anda mampu belum tentu orang lain mampu….

Like

apa yg…anda pertanyakan…sama.dengan..apa.yg ssaya cari…..selama ini..dan teman2 saya..menganggap saya ini gila..hehehee…sampai saya bertanya pada ahli agamapun..tidak memuaskan saya…dan akhirnya terjawab sendiri
pertanyaan td…mjd bagian dr iman manusia kepada Tuhan..Sang Causa Prima….iman tidak bisa dibuktikan kebenarannya dan hanya bisa diyakini….dan dipercaya…artinya…semua yg tidak terjawab akal pikiran dan budi manusia….adalah iman tsb..dan biarkan ini mjd rahasia atau misteri Tuhan sendiri…dan bila kita bisa menjawabnya..berarti kita Tuhan…….hahahaaa…..
yg jelas kenyataannya kita hidup…dan kita punya nurani..mana yg bener mana yg tidak……..demikian teman…

Like

Leave a Reply to Bridget Yenney Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s