Stop Sumbang Masjid

Posted on August 7, 2008
Filed Under Uncategorized | Leave a Comment

Seperti halnya diceritakan oleh para ulama-ulama agama, bahwa nanti pada jaman akhir (atau sekarang?) masjid akan berdiri megah di mana-mana, akan tetapi isinya hanya sedikit jamaah yang shalat di sana, atau bahkan kosong melompong. Nah, bagi Anda yang memiliki KTP Islam, tidakkah Anda rasakan gejala itu mulai terjadi saat ini?

Suatu ketika, saya tengah menunaikan shalat Jumat di sebuah masjid yang cukup megah, ketika akan memasuki waktu Dhuhur, salah satu ta’mir masjid mengumumkan beberapa hal, termasuk di antaranya adalah laporan keuangan. Waktu itu yang saya dengar adalah saldo kas yang ada adalah sekitar 15 juta. O Astaga, saya berpikir dalam hati, masjidnya sudah megah, tapi masih punya saldo kas sebanyak itu? Buat apa? Mau dipermak macam bagaimana lagi masjid itu? Well, saya memang tidak mengerti masalah akutansi, konstruksi dan kawan-kawannya itu, tapi saya mikirnya kok ya sayang uang segitu mengendap di kas lembaga masjid itu.

Mari berpikir positif dulu, mungkin saja, para donatur, yang memberi uang sampai menumpuk seperti itu, sedang memburu surga, atau setidaknya mau menghindar dari siksa kubur yang pedih atas dosa-dosa mereka, makanya mereka bersedia melimpahkan sebagian hartanya ke masjid. Lalu pihak ta’mir juga memiliki inisiatif untuk mempercantik masjid mereka dengan harapan akan semakin banyak jamaah yang datang serta kalau bisa ikut memberi sekeping dua lembar uang (kok mirip dengan traffic-oriented blog yah? D ).

Tapi, kalau uang sumbangannya malah mengendap dan tak terpakai seperti itu, masak amal jariyahnya sudah mulai dihitung? Bukannya kata ulama bahwa balasan amal jariyah itu akan mengalir masuk ke rekening pahala kita ketika harta yang kita amalkan dipakai? Ah, entahlah, saya bukan ahli agama.

Lantas kalau memang mau mempercantik blog masjid, apa itu akan menjamin bahwa jumlah pengunjung jamaah yang hadir di masjid akan semakin banyak? Bukan tidak mungkin, dengan semakin cantiknya masjid, akan tetapi jumlah jamaah yang hadir juga sedikit, maka hari Kiamat, yang tanda-tandanya diceritakan para ulama seperti di awal tadi, akan datang semakin cepat. Kata guru ngaji saya, zaman Rasulullah dulu masjidnya cuma bentuk persegi biasa, ga pake tingkat-tingkat, lantainya tanah dilapisi tikar, serta atapnya cuma pelepah daun kurma. Tapi selalu full setiap waktu shalat tiba. Nah, lho?

Lagipula, jika mau investasi pahala, apa hanya bisa lewat masjid saja? Coba deh, cari lahan yang lain, salah satunya adalah bidang pendidikan. Bahkan menurut saya, menyumbang di bidang pendidikan ini jauh lebih menjanjikan daripada menyumbang di masjid. Kenapa? Karena dari orang yang Anda bantu dalam pendidikannya, bisa menyalurkan ilmunya kepada orang lain, semacam referral begitulah, sehingga nantinya donatur pahala Anda juga akan semakin banyak. Nah, kalau hanya sumbangan di masjid, donatur pahala Anda tergantung dari jumlah jamaah yang menggunakan fasilitas sumbangan Anda di masjid. Semacam Pay To Click, bahasa kerennya. Nah, kalau pengunjung masjidnya habis? Yah, terputuslah amal jariyah Anda, dan Anda akan kembali mendapat siksa kubur yang pedih.

Nah, jika Anda merasa tidak punya ilmu yang pantas untuk disumbangkan (memang ada?), bagaimana? Wah, saya ndak tahu, saya bukan Tuhan yang membuat “Term of Payment” soal transfer pahala itu. Tapi kalau menurut saya sih, dengan menyumbang materi pada bidang pendidikan, Anda juga akan dianggap ikut membantu menyebarkan ilmu itu.

Ah, tapi kan kalau menyumbang masjid, maka sudah jelas yang kita bantu adalah saudara-saudara kita sesama muslim, kalau pendidikan kan bisa saja tujuan kita nyasar ke kaum kafir! -|

Err.. lantas bagaimana memulainya? Wah, banyak caranya . Kalau Anda mampu, Anda bisa membuka semacam kursus gratis bagi anak yang tidak mampu. Atau kalau Anda mau menyumbang dana, alihkan saja tujuan sumbangan dana Anda yang semula ke masjid itu ke sekolah atau instansi pendidikan terdekat. Atau jika Anda punya buku-buku yang sudah Anda baca, bisa Anda sumbangkan ke gerakan 1000 buku. )

Semoga Tuhan menerima amal Anda. Amen!!

Hancock

Posted on August 7, 2008
Filed Under Uncategorized | Leave a Comment

Tak selamanya superhero itu “baik”. Mungkin itulah maksud yang ingin disampaikan oleh sutradara film ini. Tokoh utama film ini, John Hancock, yang mempunyai kekuatan super, tidaklah seperti yang superhero pada umumnya. Ia bukanlah superhero yang dicintai warga Los Angeles. Hampir semua orang membencinya, baik itu pihak yang jahat, karena ia menumpas mereka, serta warga kota yang lain, karena ia benar-benar slengekan dan tidak terkendali. Kerusakan yang disebabkannya jauh lebih besar dibandingkan dengan yang ditimbulkan oleh para penjahat ketika beraksi.

[SPOILER ALERT]

Di awal cerita, John Hancock beraksi dengan menangkap sekelompok geng mafia yang melarikan diri dengan mobil. Anggota geng itu bersenjata serta berbahaya. Hancock, yang memiliki kekuatan layaknya Superman, tanpa kesulitan mengatasi mereka. Tapi gara-gara sifat ugal-ugalannya, bukannya terima kasih yang diterimanya, justru warga kota dan polisi mencaci maki dirinya lantaran ia meledakkan mobil polisi yang mengejar, merusak jalan tol, serta menancapkan mobil mafia itu di atap pencakar langit. Bahkan ketika terbang saja, ia sambil mabuk dan menenggak alkohol.

Sementara itu, Ray Embrey, yang gagal dalam rapat mempromosikan program amalnya kepada perusahaan besar, menghadapi bahaya maut. Mobilnya macet di tengah perlintasan kereta saat sebuah kereta api tengah melaju kencang ke arahnya. Saat kereta sudah sangat dekat, Hancock pun muncul dan menyelamatkannya, tentu saja dengan cara yang “tidak biasa”. Bukannya terbang membawa mobil Ray, Hancock malah menghentikan kereta dengan menabrakkan dirinya ke lokomotif, yang membuat semua gerbong kereta berhamburan ke jalan.

Saat itulah titik balik kehidupan Hancock. Di saat orang mencaci maki dirinya, Ray justru berterima kasih dan menawarkan cara untuk mengubah kehidupan serta pandangan orang lain terhadap Hancock. Hancock yang awalnya tak setuju, merasa tertarik. Diapun menuruti semua saran Ray untuk mengubah citra dirinya, termasuk bersedia untuk dipenjara atas keugal-ugalannya.

Benar saja, hanya beberapa minggu Hancock menghilang, kejahatan di Los Angeles menigkat tajam. Puncaknya adalah sebuah perampokan di sebuah bank di mana para pelakunya bersenjata lengkap serta membawa bahan peledak. Hancock, yang sebelumnya telah mendapatkan seragam superhero baru, serta diajari tata krama serta oleh Ray, kembali diharapkan oleh warga kota. Dan diapun sukses menangkap para penjahat serta membuat warga kota terkejut dengan perubahan sikapnya.

Semenjak itu, hubungan Hancock dan Ray semakin dekat. Dari kedekatan itulah, Hancock mengetahui bahwa Mary, istri Ray ternyata juga mempunyai kekuatan seperti dirinya. Hancock pun mulai mengingat kembali hal-hal yang dilupakannya semenjak ia mengalami amnesia 80 tahun yang lalu. Sebuah fakta yang ternyata membahayakan dirinya serta keluarga Ray, bahwa sebenarnya Mary adalah istri Hancock yang juga sesama makhluk super.

Dalam kehidupan makhluk super seperti Hancock dan Mary, dua orang super yang memiliki hubungan dekat, apalagi menikah, akan kehilangan kekuatannya, agar mereka bisa merasakan kehidupan sebagai manusia biasa. Nah, pada saat Hancock dan Mary kehilangan kekuatannya inilah, para perampok bank yang ditangkap Hancock melarikan diri dari penjara dan membalas dendam pada Hancock yang telah sepenuhnya menjadi manusia biasa. Meski akhirnya berhasil mengatasi mereka, Hancock serta Mary mengalami luka yang cukup fatal. Maka agar mereka berdua dapat bertahan, Hancock menjauh dari Mary untuk memperolah kekuatannya kembali.

Ternyata selama menjauh itu, Hancock menggambar hati lambang program amal Ray di bulan, sebagai bentuk terima kasihnya pada Ray.

[/SPOILER ALERT]

Film ini mendapat respon yang cukup buruk dari para kritikus, termasuk juga saya. Setidaknya penilaian saya adalah “tidak terlalu bagus”. Dengan awal yang cukup memukau, ceritanya mulai ngelantur dan bisa dikatakan tidak konsisten di tengah sampai akhir. Jika makhluk super akan kehilangan kekuatannya saat berdekatan, kenapa pada awal cerita saat pertama bertemu dengan Mary, Hancock masih perkasa? Mereka berdua bahkan sempat bertarung dengan kekuatan super masing-masing.

Asal-usul Hancock sendiri, bagi saya, terlalu kabur dan tidak jelas, sehingga sulit untuk mengatakan apa dan siapa sebenarnya dirinya. Tapi di samping semua itu, film ini cukup menghibur, apalagi dengan konsep berbeda yang ditawarkan. Lucu juga melihat seorang super hero ugal-ugalan, tidak “serius” seperti superhero pada umumnya. Why so serious? D

Rating: =D>

God is a Programmer

Posted on August 4, 2008
Filed Under Uncategorized | Leave a Comment

DISCLAIMER: Sesuai dengan janji saya di postingan sebelumnya, kali ini saya akan mengemukakan teori saya tentang siapa itu Tuhan. Tidak ada dalil yang saya ambil, karena ini memang hasil pemikiran saya sendiri. Dan jika Anda kira saya ini sesat lantaran pemikiran saya ini, ketahuilah bahwa saya semakin percaya tentang Tuhan setelah memikirkan ini.

Apakah Anda tahu apa kira-kira tujuan Tuhan menciptakan makhluk-makhlukNya? Untuk beribadah pada-Nya? Ya, itu kata kitab suci. Tapi apa untungnya bagi Dia? Dia toh sudah Maha Segalanya, tanpa kita sembah, bahkan tanpa kita ada pun, Dia tetap Tuhan, meski entah menuhani apa.

Lantas, apa sebenarnya tujuan Dia? Sebelum membahas tentang tujuanNya, saya akan membahas tentang bagaimana Dia menciptakan dan mengatur kita, apakah Dia akan terus menerus memantau perkembangan kehidupan makhluknya seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya? Well, that must be joke. Indeed. Mungkin yang lebih tepat menggambarkan bagaimana Dia menjadi Tuhan adalah komentar dari Nabi Danalingga di postingan tersebut.

Kalo saya jadi Tuhan. Saya ciptakan saja hukum yang mengatur kehidupan ciptaan saya. Lantas saya tinggal ongkang-ongkang kaki menikmati tontonan menarik dari ciptaan saya.

Pemikiran saya ternyata hampir mirip dengan beliau!! B-) Saya berpikir bahwa Tuhan itu adalah seseorang, eh, sesuatu, eh, Dzat yang telah merencanakan segala hal sebelum menciptakan makhluk-makhluknya. Ah, mudahnya, dia adalah seorang programmer, sementara kehidupan ini adalah program yang tengah berjalan. Segala sesuatu yang telah, sedang, dan akan terjadi telah diprogram sebelumnya, pada saat Zaman Azali alias Developing Mode. Kala itu Tuhan tengah sibuk dengan IDE serta blok-blok kode, serta meng-compile serta men-debug kode buatannya, sebelum Dia menjalankannya, tepat pada saat waktu dimulai dalam istilah kita.

Jadi, mirip dengan postingan saya yang lain, sesuai dengan quote dari game Prince of Persia, You Cannot Change Your Fate, fate alias takdir, adalah alur bagaimana program kehidupan ini berjalan dari awal dimulainya waktu, sampai nanti program berakhir atau istilahnya Kiamat. Semuanya telah diperkirakan serta dihitung dengan Maha Tepat. Jadi jangan terlalu bangga dengan istilah “mengubah takdir”, sebab usaha Anda mengubah alur program itu, sudah diatur oleh Tuhan dalam kode programNya.

Oleh karena itulah, ada beberapa ayat di Kitab Suci, entah yang mana, saya lupa, yang kira-kira memiliki arti bahwa kita tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan Tuhan. Ya, itu betul, sebagai sebuah object dalam sebuah program, Anda tidak bisa tiba-tiba melenceng dari flow yang sudah diatur Tuhan. Seandainya pun terjadi, hal itu (melencengnya alur karena “usaha” Anda) adalah sebuah event yang sudah diperkirakan akan terjadi oleh sang Programmer. Hanya sang Programmer yang bisa mengubah dan mengatur bagaimana sebuah object (makhlukNya) berperilaku (behavior), bagaimana sebuah kejadian (event) terjadi dalam alur takdir.

Hal itulah yang, menurut saya, dimaksud dalam sebuah ayat yang mengatakan bahwa kita ini sesungguhnya sama sekali tidak berdaya. Ya, kita hanya bisa mengikuti alur program (takdir) Tuhan, tanpa tahu bagaimana kira-kira nantinya alur program membawa Anda.

var nazieb = new Human(); //create a new human
with(nazieb) {
.setSex(”male”); //set the sex to male
.setAge(60); //set the age to 60
.setJodoh(angelndutz); //set the “Jodoh” to another Human variable, angelndutz
.setWealth(100000); //set the wealth to 100000

.learn(”blog”); //make the object learn about blog
.meet(bloggers); //meet the object with “bloggers” group
.doAction(”post about God”); //make the object post something about God

.decWealth(”90000″); //decrease the wealth of the object by 90000
.setFeel(sad); //make the object feels sad
.think(”suicide”); //and make the object think about suicide

.listen(”religion”,”motivation”); //make the object listen about religion and motivation
.cancel(”suicide”); //cancel the object’s will to suicide
.doAction(”change my fate!!!”); //make the object do something to “change his fate”

.incWealth(”1000000″); //then increase the wealth by 1000000
.setFeel(happy); //set the feels to be happy
.think(”I’ve changed my fate successfully!!”); //make object thinks that he has changed the fate

.die(); //finally, destruct the object
}

Kira-kira begitulah contoh sederhana kode yang dibuat Tuhan untuk saya. Jadi ketika saya berpikir bahwa saya telah berhasil mengubah nasib saya, sesungguhnya hal itu sudah diprediksi oleh Tuhan, bahkan Dia sendiri-lah yang membuat saya melakukan usaha “mengubah takdir” itu.

Kemudian, apakah tujuanNya menciptakan super-program ini? Nah, sebenarnya saya tidak punya sebuah pemikiran yang jelas soal itu, hanya sebuah pemikiran yang jauh lebih ngawur: Bahwa sebenarnya Programmer kita ini adalah seorang peserta lomba membuat program di mana kehidupan ini sebenarnya adalah program yang tengah dinilai oleh juri lomba tersebut. -j

Hmmm, jadi bagaimana? Apakah Anda tadi diprogram untuk membaca postingan ini? Atau Anda telah diprogram untuk melakukan fast reader? P Lantas bagaimana lanjutan alur program Anda? Berkomentar setuju? Tidak setuju? Atau misuh-misuh? Do your part..

« go backkeep looking »