Very Rock Air Guitar Video

Sebenernya ini berita basbang. Jadi, Microsoft membikin sebuah event unik untuk mempromosikan produk unggulan terbarunya, Internet Explorer 8. Event tersebut berjudul Rock Air Guitar, di mana setiap peserta yang ikut berpartisipasi diharuskan membuat sebuah video di mana mereka bermain Air Guitar. Apa itu Air Guitar? Ya gitar yang terbuat dari udara, maksudnya gitar-gitaran. Jadi si peserta akan berakting seolah-olah mereka memegang gitar dan bermain dengan gitar imajiner tersebut. Ide yang unik, karena jadinya yang ditantang bukan skill bermain gitar, tetapi kretivitas dan akting dalam berimajinasi :D

Saya kurang begitu tertarik sebenernya karena ada beberapa faktor:

  1. Saya gak suka (bahkan anti) Internet Explorer. Meski versi terbaru katanya dah bagus, but your grandpa had done a great evil to me :cry:
  2. Youtube diblok. Jadi ga bisa liat video-videonya
  3. Saya ga bisa maen gitar. Nasib kaum fanatik pemuja otak kiri

Tapi beberapa hari yang lalu ada seorang teman yang mengirimkan sebuah pesan di Facebook. Pesan tersebut berisi informasi yang mengatakan bahwa dia juga ikut kompetisi Air Guitar tersebut. Tertarik, saya buka link yang disertakan di pesan tersebut. Dan saya pun hanya bisa terkagum melihat video bikinan temen saya itu. Iri juga sebenarnya, sama-sama berangkat dari garis start yang sama, tapi saya malah belum ngapa-ngapain :) )

Silakan dicekidot video-nya gan.. Silakan juga dicek TKP buat ngasih komentar

Btw good job guys! Godspeed. ;)

WordPress Bahasa Jawa

Setelah tersedia dalam bahasa Sunda, kini WordPress juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa. Versi ini dapat diunduh di http://jv.wordpress.org/.

Adalah mas Mova Nugraha, aktor intelek di balik semua ini (setidaknya begitulah kesimpulan dari website di atas). Dia yang menerjemahkan sekaligus mengirim ke repositori WordPress. Sebelumnya dia telah mengembangkan file bahasa Jawa untuk WordPress yang bisa diinstal secara terpisah. Dan sekarang, dia sedang terlibat dalam proyek translasi Facebook ke dalam bahasa Jawa.

Jujur, tanpa bermaksud SARA, saya sebagai orang Jawa bangga atas hal ini. Meski memang saya masih belum menggunakan versi Jawa tersebut, karena masih nyaman dengan versi bahasa Inggris. Lagipula saya kurang begitu mengerti dengan beberapa kata Jawa yang ada di situ. Istilahnya, wong jawa ga weruh jawane :blush:

Saat WordPress bahasa Sunda dirilis, memang langsung muncul ide untuk membuat versi bahasa Jawa di forum WordPress Indonesia. Saya sebenarnya ikut tertarik waktu itu, tapi seingat saya ide tersebut sempat terkendala oleh beragamnya kultur bahasa Jawa. Meski begitu, versi yang ada sekarang tampaknya sudah cukup bisa diterima. Kalau memang masih ada yang dirasa kurang, sampeyan masih bisa urun rembug kok. Isi saja form contact di sana.

Monggo dipunsekeca’aken :D

Ternyata Sakit itu Mahal, Excuses Part II

Kelanjutan dari part I

Setelah di rontgen, saya kembali menghadap ibu dokter yang baik. Beliau sedang mengamati foto X Ray dada saya. Saya sudah ga enak aja melihat foto itu. Dan saat ibu dokter yang baik ngomong ke saya, perasaan saya semakin tidak karuan. Perkataan ibu dokter tersebut membawa kabar baik sekaligus kabar buruk. Kabar baiknya, prasangka saya yang menduga bahwa jantung saya yang bermasalah ternyata salah! Jantung saya sehat-sehat saja. Berita buruknya: “Mas, ada cairan yang menyumbat paru-paru Mas”. Mampus!

Saya lemes mendengar diagnosis itu. Lha wong saya ini jarang sakit, lha kok sekali sakit kok ya bagian itu yang kena. Ibu dokter yang baik ini kemudian memberi saya surat  rujukan agar saya bisa menemui dokter spesialis paru-paru. Mendengar kata spesialis, saya menjadi tambah lemes. Yaaa.. dokter spesialis bagi saya berarti semakin banyak duit yang harus keluar hari itu. Tapi mau bagaimana lagi, nafas saya sudah semakin menyakitkan waktu itu. Akhirnya dengan lemas, saya berjalan ke poli paru-paru. Singkat cerita, saya diterima pak dokter yang budiman. Beliau melihat foto X Ray saya dan membaca rujukan dari ibu dokter umum yang baik. Sambil masih menerawang foto X Ray, pak dokter berkata dengan enteng. “Wah ini sih harus operasi”. Semakin lunglai saya.

Pak dokter yang budiman tersebut kemudian memeriksa saya kembali. Setelah beberapa lama beliau mengatakan satu hal yang (seharusnya) sedikit melegakan saya. “Ga usah operasi bisa kok, Mas. Tapi harus opname. Gimana?”. Wanjrot! Opname? Euthanasia saya saja dok!! Saya gelagapan menjawab pertanyaan pak dokter. Lha wong pilihannya sama-sama ga enak dari segi moral maupun finansial. Saya mikirnya kalo saya opname, siapa yang bakal menemani saya di rumah sakit? Keluarga ga ada, temen-temen pada sibuk. Bisa-bisa mati bengong saya di sana, bukan gara-gara paru-paru ini.

Melihat gelagat saya ini, pak dokter yang budiman sepertinya paham. “Rawat jalan sih juga bisa, cuma sembuhnya agak lama. Dan juga belum tentu sembuh sampai tuntas”. Melihat ada sedikit celah untuk berkilah, saya pun menyambarnya. “Rawat jalan saja Dok!”. Pak dokter yang budiman, meski tampak enggan, menjawab “Ya sudah kalau gitu. Saya ambil dulu cairannya sedikit buat dites”. What?! Paru-paru saya mau dikeluarin terus diperes gitu?! Lagi-lagi pak dokter paham. “Cuma disedot pake suntikan sedikit di dada”.

Continue reading