Pesta Blogger 2009

Oke, jadi ini cerita tentang Pesta Blogger kemarin ituh.

Saya ndak ikut rame-ramenya soalnya saya cuma dateng setengah hari. Cuma ikut sesi pagi (pidato, diskusi, performance dari Pandji) lantas dilanjut makan siang, dan chaw! saya menghilang, menuju kampus untuk ikut ujian. Ternyata konsisten itu cobaannya banyak. sigh. Selesai ujian, balik ke venue, dah tinggal acara bagi-bagi door prize. Ga dapet lagi.

Jadi yaaa, jangan tanya saya acara kemaren seru apa nggak. Katanya siiih, acara kemaren membosankan. Kalo saya sih pokoknya ada acara ngumpul-ngumpul gitu pasti seru :D Lagian what do you expect with a thousand people together inside a room? Di mana-mana acaranya ya gitu itu. Kalau mau beneran asik sih ya tinggal pinggirin kursinya, lalu summon DJ. Ajojing dah.. :P

Tapi meski saya tidak, ehm, eksis, bukan berarti saya tidak exist. Berikut sedikit bukti tentang keberadaan saya di sana:

Me & PB09

Me & PB09

Duduk di belakang Pak Menteri

Duduk di belakang Pak Menteri

Saya juga mengucapkan selamat dan terima kasih kepada mas Iman Brotoseno serta crew panitia atas terselenggaranya PB 09 kemarin. Semoga PB2010 bisa lebih seruuu! Yeah!!

Surrogates: A More Modern, Meaningless Life

Surrogates

Surrogates

Bumi 17 tahun di masa mendatang. Teknologi manusia diceritakan mencapai puncak tertinggi. Revolusi paling besar dalam sejarah umat manusia. Surrogates, adalah istilah untuk menyebut robot pengganti manusia. Dengan Surrogates, manusia tidak perlu melakukan semua aktivitas outdoor-nya dengan diri mereka sendiri. Mereka cukup mengendalikan robot mereka dari dalam rumah menggunakan semacam sensor yang dihubungkan dengan otak mereka. Dikatakan sebagai revolusi terbesar dalam sejarah umat manusia, karena dengan Surrogates, mereka bisa tetap beraktivitas tanpa khawatir terkena masalah. Mereka bisa berkendara tanpa khawatir cedera karena kecelakaan lalu lintas. Mereka bisa berhubungan dengan orang lain tanpa tertular penyakit.

Cerita film ini sendiri dimulai ketika 2 buah Surrogates ditemukan hancur. Belakangan diketahui bahwa “pilot” kedua robot tersebut ternyata ikut mati. Hal yang menghancurkan Surrogates mereka ternyata ikut membunuh mereka, padahal salah satu fitur Surrogates adalah sang pengendali tak perlu khawatir mendapat cedera seandainya terjadi kecelakaan terhadap Surrogates mereka. Agen FBI Tom Greer (Bruce Willis) ditugaskan menyelidiki hal ini. Ia menemukan bahwa kedua Surrogates tersebut diserang oleh seseorang menggunakan sebuah senjata misterius yang dapat menghancurkan Surrogates sekaligus menembus sistem pertahanan yang melindungi pengendalinya. Kasus tersebut semakin dalam saat diketahui bahwa salah satu Surrogates yang hancur adalah milik Dr. Lionel Carter (James Cromwell), penemu Surrogates. Pengendali Surrogates tersebut, yang ikut mati adalah putranya, Jared Carter.

Greer berhasil melacak penyerang kedua Surrogates tersebut. Ia adalah salah seorang dread, orang-orang yang menentang penggunaan Surrogates atas dasar moral dan agama. Sayang dalam pengejarannya, Surrogates milik Greer dihancurkan para dread. Greer memutuskan untuk melanjutkan pengejarannya dengan dirinya sendiri, tanpa robot pengganti. Tapi sayang, sang penyerang telah ditemukan tewas. Greer curiga bahwa sang Prophet, pemimpin para dread ada di balik peristiwa tersebut.

Di sisi lain, ia mengalami masalah rumah tangga dengan istrinya, yang selalu menggunakan Surrogates tanpa pernah menjalani kehidupan dengan dirinya sendiri. Istrinya masih mengalami trauma karena mereka telah kehilangan putra mereka satu-satunya dalam sebuah kecelakaan lalu lintas.

Dari segi cerita, film ini memang cukup bagus. Meski terdapat beberapa “hole”, tapi alurnya cukup menarik untuk diikuti. Banyak twist yang terjadi yang cukup mengejutkan, meski mungkin dapat dengan mudah ditebak oleh Anda yang sering menonton film macam begini.

Tapi ada satu hal lain yang membuat saya suka film ini, yaitu pesan moralnya. Bahwa tindakan manusia yang semakin mengeksploitasi ilmu pengetahuan justru membuat mereka semakin kehilangan arti hidup. Sains yang diciptakan untuk membantu hidup mereka justru malah membuat manusia lupa siapa diri mereka sebenarnya. Surrogates ini adalah salah satu contohnya, bagaimana manusia telah kehilangan arti diri mereka. Apa pentingnya tubuh mereka, jika mereka bisa menggunakan sebuah tubuh yang tidak bisa merasa sakit. Definisi manusia sendiri telah menyempit menjadi sebuah gumpalan sel bernama otak. Ya, hanya otak lah satu-satunya tanda keberadaan manusia.

Cogito ergo sum, memang Descartes pernah mengatakan hal tersebut. Tapi ada alasan kenapa Tuhan menciptakan manusia lengkap dengan perangkat tubuhnya, tak hanya dengan segumpal otak untuk berpikir dan merasakan kenikmatan saja. Agar manusia sadar, bahwa dirinya adalah makhluk lemah, yang dapat merasakan sakit. Agar mereka tahu, bahwa ada batas-batas di setiap perbuatan mereka. Agar mereka tidak semena-mena terhadap diri mereka dan orang lain.

Saya teringat kepada film lain yang juga bercerita tentang manusia yang sudah keblabasan: Wall-E. Dalam film animasi tersebut, bahkan manusia sudah lupa cara berjalan. Mereka tidak perlu repot-repot melakukan aktivitas yang dapat melelahkan, karena mereka sudah punya alat yang dapat menyediakan kebutuhan mereka serta mampu membawa mereka kemana-mana.

Ah, memang selalu ada dua sisi koin. Teknologi memang dapat membantu kehidupan kita, tapi bila digunakan secara berlebihan, kita sendiri yang akan mengalami kerugian. Itulah kenapa beberapa hari ini saya sempat absen dari dunia maya dan lebih fokus kepada kehidupan nyata saya. :)

Kapan ya, ada film Indonesia dengan aksi keren plus pesan moral yang bagus kayak begini? :roll:

Re-Hello World!!-isasi

Haha! Hampir lupa kalo punya blog ini (doh).

Mohon maaf pemirsa, blog ini sempat tidak bisa diakses selama 2 minggu. Gara-garanya disuspend pihak hosting dikarenakan ada skrip iklan yang habisin resource CPU server :D . Pada saat yang sama, saya, sohibul blog (bahasa keren-nya bloger selain narablog) sedang berada di kampung halaman yang sejuk, nyamain, damai dan jauh dari internet. Jadi yaaa.. sekalian aja blognya ikut libur Lebaran.

Dan setelah jumlah visit yang menurun, Google PageRank yang jatuh bebas, dan beberapa pemasang iklan yang mencak-mencak, akhirnya blog ini dapat dinikmati kembali. Untuk saat ini belum ada postingan bermutu yang layak dibaca, tapi yaaaa.. daripada ga bisa diakses.

Sekian kata-kata pembukaan re-launch blog ini. Selamat menikmati dan tak lupa sohibul blog mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin :D