Smells Like Facebook!

Update:

2 Agustus 10: Smells Like Facebook 2.6 : http://smells-like-facebook.nazieb.com/513/smells-like-facebook-2-6/

16 April 09: Smells Like Facebook telah dirilis.. Silakan lihat & download di sini. For further info about the themes, visit http://wp-project.nazieb.com/themes/smells-like-facebook/

Akhirnya theme kloning dari Facebook ini selesai juga (phew). Pekerjaan iseng-iseng saja sebenarnya, hanya untuk mengisi waktu di antara waktu nganggur dan waktu kerja lembur. Dan boleh saya bilang, theme ini merupakan theme WordPress yang paling ‘ngeplek’ dengan stylesheetnya Facebook 8) . FYI, theme ini meng-klon halaman profil user di Facebook. Tidak seluruhnya memang, tapi garis besarnya sudah disesuaikan dengan fitur-fitur WordPress.

Kolom untuk ads / iklan masih belum disediakan, mengingat hal tersebut tidak ada dalam fitur dasar WordPress. Tab-tab boxes di Facebook digantikan dengan daftar kategori, sementara link-link utama di pojok kiri atas diganti dengan daftar Page / halaman. Gambar / foto dari pemilik blog / komentator diambil dari Gravatar, tentu saja. Kotak deskripsi pendek (di bawah foto utama) adalah Biographical Info yang ada di wp-admin/profile.php. Judul blog & tagline ditempatkan di mana nama user & status di Facebook berada.

Theme ini masih saya gunakan secara pribadi di blog ini dan belum saya rilis untuk umum, karena ada beberapa fitur yang belum ditambahkan, serta masih ada beberapa tampilan yang kacau jika ditampilkan di Internet Explorer. IE sucks!! Rencananya sih akan saya upload ke Direktori Theme WordPress. Semoga saja lulus verifikasi. :D

Ternyata meng-kloning itu mengasyikkan! Memang ada beberapa pihak yang mencibir bahwa saya ini bisanya meniru doang lah, yang ide-nya ga orisinil lah, yang plagiat lah. Ya mau bagaimana lagi? Wong saya ahlinya memang di situ. Saya masih belum bisa menemukan ide yang benar-benar orisinil dan bagus, jadi yah, sementara bertahan di level ini dulu.

Jika ada kritik atau saran atau pujian soal theme ini, silakan meninggalkan reply. Terima kasih. :D

Catatan Pengangguran

Hampir 2 bulan berlalu semenjak saya kehilangan pekerjaan dengan cara yang sangat tidak mengenakkan yang disebabkan oleh kurang peka-nya perasaan orang-orang kaya pemegang saham terhadap masyarakat kecil seperti saya ini. Hampir 2 bulan pula-lah, saya menjalani hidup sebagai seorang pengangguran. Banyak hal yang terjadi selama itu, selain semakin terbatasnya akses saya menuju dunia maya.

Salah satunya adalah saya semakin hafal dengan acara-acara televisi. Tentu saja, mau bagaimana lagi, tak ada hiburan lain yang bisa diperoleh, sementara uang harus dihemat mengingat sumber penghasilan tetap sudah menghilang. Jadiah saya seharian tidur-tiduran di depan televisi. Hal paling buruk yang terjadi adalah, teman satu kost saya, adalah tipe orang Indonesia banget. Jadi tontonannya ya acara-acara Indonesia, macam sinetron, FTV dan sinema-sinema yang selalu mengangkat cerita-cerita yang mengandung khayalan tingkat tinggi. Dan mau tidak mau, saya juga harus menonton acara-acara tersebut. (doh)

Kemudian adalah bahwa saya semakin rajin ke bioskop. Yah, adakalanya saya merasa jenuh hanya tidur-tiduran di dalam kamar selama sehari penuh. Jadi saya dan kawan-kawan senasib sepenanggungan memutuskan untuk berangkat ke bioskop terdekat mencari sedikit hiburan yang lain. Untungnya kos-kosan saya cukup dekat dengan bioskop yang murah meriah, apalagi mall baru deket kos-kosan juga sudah buka bioskop. yay! Dan karena sangat tidak terbatasnya waktu, dibanding saat masih bekerja dulu, intensitas kunjungan saya juga semakin tinggi. Hampir semua film yang diputar selama bulan Februari sampai dengan pertengahan Maret sudah saya tonton. Eh, bukan semua, hanya hampir seluruhnya adalah film-film luar negeri garapan Hollywood. Entah, saya hanya merasa aneh saja dengan film-film Indonesia. Saya selalu kecewa saat memutuskan untuk menonton film-film Indonesia. Memang ada beberapa film luar juga yang tidak terlalu bagus, tapi entah, somehow saya merasa kalau itu masih mending daripada film-film Indonesia. Jagad X Code dan Kambing Jantan adalah dua film yang saya tonton selama masa nganggur ini. Dan saya tidak bisa merasakan entertainment yang ditawarkan dalam kedua film tersebut. Apalagi Kambing Jantan, saya bener-bener kecewa. Berangkat dengan harapan akan terhibur dengan komedi seperti yang ditawarkan di bukunya, ternyata saya malah mengantuk sepanjang film. Tak ubahnya seperti film-film romantis ala Indonesia pada umumnya. Pacaran, pacaran, marahan, bla bla bla bla bla. Unsur komedi yang ditawarkan juga sangat garing, hanya beberapa saja yang cukup menghibur. Give me my 2 hours back!!

Ah, sudahlah, saya tidak mau mengalami darah tinggi gara-gara mengomentari film tersebut. (Saya ini sudah jadi pengangguran, cing! Ga usah ditambahin lagi penderitaannya!)

Lanjoot..!!