Agama MLM

Di sebuah sore, saat saya bersama beberapa teman sedang hang out di sebuah warung mie ayam, terdengar percakapan dua orang di sebelah kami. Seorang pria dan wanita. Si pria, yang mengenakan baju rapi dan necis, tampak tengah menjelaskan sesuatu dengan serius kepada si wanita. Iseng-iseng, saya pun mencuri dengar.

“Kalau ibu bisa menjual barang kita sejumlah 10 buah dalam bulan ini, maka keuntungannya adalah 5 juta. Kalau setahun? Maka totalnya adalah 60 juta”, kira-kira seperti itu kata si pria.

Si ibu, tampak begitu antusias mendengar penjelasan si pria. Dan tampaknya sadar akan ketertarikan si wanita, si pria pun menjelaskan lebih serius, dengan menggunakan angka-angka fantastis yang bisa diraih si wanita bila mau bergabung dengannya. Ya, saya baru sadar, kalau si pria sedang mempromosikan program MLM.

Saya jadi agak geli mendengar penjelasan si pria kepada calon korban downline-nya itu. Keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan terdengar terlalu berlebihan. Tapi saya juga agak terkejut melihat si ibu yang malah tampak sangat antusias. Kenapa dia tidak bertanya kepada sang pria “Pak, kalau memang benar keuntungannya segitu, dan bapak memang sudah lama ikut program ini, kok kita makannya di warung mie ayam? Bukannya di restoran yang mewah?” :-j

Continue Reading..

Tragedy

A tragedy can only be ended by another tragedy..

Sudah lama drama itu hangus terbakar oleh api tragedi, menjadi sebuah tragedi. Tak ada lagi sajak-sajak yang menghiasi tiap episodenya yang kian hari kian memilukan. Hanya tragedi. Lalu datanglah sebuah tragedi besar. Bum!! Hancurlah tragedi-tragedi itu. Hancurlah hati yang selama ini menjadi wadah tragedi-tragedi itu. Tak bersisa. Hanya tragedi.

Hahaha, puisi macam apa itu? Entah saya tidak tahu itu puisi atau apa, yang jelas beberapa kalimat di atas cukup bagi saya untuk menggambarkan sedikit rasa dari sejumput fragmen kehidupan yang baru saja saya cicipi.

Maaf, saya tidak akan memposting sejarah awal saya ngeblog, dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional. Ataupun posting soal orang miskin dalam rangka Blog Action Day.

Saya sedang.. shock. Down.

Ah, sudahlah…

Just Blog It!

Sebegitu susahnya kah menulis blog? Masak cuma sebegitu doang?

Nggak begitu susah sih, cuma males saja…

Wah, kalo males sih mending gak usah ngeblog.. Gak bagus tahu..

Hey!! Gak ada yang nyuruh kamu baca blog-ku.. Kalau nggak suka ya sudah, jangan dibaca.. Aku memang gak bisa terus-terusan nulis bagus kayak kamu.. Tapi apa gara-gara itu aku gak boleh ngeblog? Gak ada aturan bahwa orang ngeblog itu harus panjang lebar, bagus, dan harus bikin yang mbaca mikir! Lagipula ini kan blog-ku sendiri, ngapain kamu pake nyuruh-nyuruh aku gak usah ngeblog, hah?? HAH!!

*mulai emosi dan ad-hominem*

:-j

Bagaimana bila tak ada apapun yang didapat?

Saya kira blogger ndak akan kewalahan. Mereka ndak akan kurang akal. Bahkan ketika tak punya apa pun, mereka bisa menulis kata “kosong” atau sekadar secuil titik dan koma di layar.

Ndorokakung – http://ndorokakung.com/2008/02/08/blogisme-pecas-ndahe/

Happy Idl Fitr

Saya, pemilik blog ini dan b l o g -b l o g lainnya, mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri bagi yang memang merasa pantas untuk merayakannya. Saya juga mengucapkan mohon maaf bagi Anda yang pemaaf atas postingan-postingan saya yang mungkin tidak menyenangkan bagi Anda, khususnya kepada bapak dan ibu pengikut FPI yang dimuliakan Tuhan.

Eh, anak buah Anda sudah minta maaf sama pemilik warung yang diobrak, belum?