See you later, Mr. J

Hoh..
Tak terasa sudah 10 bulan saya lalui di tanah gersang ini…
Mengadu nasib di negeri orang…
Dengan mimpi setinggi ubun-ubun Tuhan di Kahyangan..
Tapi ternyata..
Saya hanya membuang waktu saya saja di sini..

Entah apa yang salah dengan diri saya..
Semua seolah sempurna awalnya..
Tapi ternyata..
Fatamorgana..

Ah, tampaknya saya memang salah..
Terlalu nekat berlayar dengan gethek tambal sulam..
Mungkin sudah saatnya saya berbalik arah..
Kembali ke pantai dan membangun kapal yang lebih kokoh..

Biarlah mereka melihat saya seolah pecundang yang kabur dari perang..
Setidaknya saya telah mencoba dan belajar satu hal..
Bahwa saya belum siap..

Baiklah..
Kini biarkan aku pulang..
Memeluk ibuku tersayang..
Yang menyambutku dengan tangan terbentang..
Malang oh Malang..
Aku datang..


Terima kasih kepada semua bloger yang pernah kopdar dengan saya selama di Jakarta, khususnya tante cK & sista, tukangsusu, suprie, om didut & sista, Sri Sultan dan Permaisurinya serta Om Iqbalibul yang datang di acara kopdar farewell kemarin.. Tak lupa juga Om Edy meski ga dateng kemaren.. Saya merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan Anda-Anda semua.. Maafkan saya bila saya yang Anda temui ternyata sangat membosankan.. Meski saya memang tampan

Mungkin kelak jika karma kita kembali bersinggungan, kita akan kembali bersua.. Dan saya harap Anda masih berkenan untuk itu..

Terima kasih..
Sampai jumpa..

Jancuk

Disclaimer: Postingan ini mengandung pisuhan yang sangat parah. Bagi Anda yang masih di bawah usia 17 tahun atau dalam kondisi dilarang misuh oleh orang tua Anda atau Anda adalah orang yang anti pisuhan atau Anda sedang memburu surga, silahkan tutup browser Anda atau ganti url browser Anda dengan url lain yang kontennya sesuai dengan selera Anda.

jancuk…

jancuk!

Jancuk!!

JANCUK!!!

JANCUKKK!!!!!

JIANCUKKKK!!!!!!!!

JUANNCUKKKKK!!!!!!!

JANNNNCUKKKKK!!!!!!!!!

JIANNNNCUKKKKKK!!!!!!!!!!!

Chronicles of Narnia: Prince Caspian

Film yang diadaptasi dari buku yang berjudul sama ini, dimulai dengan cerita tentang seorang Pangeran dari negri Telmarine bernama Caspian X (Ben Barnes) yang melarikan diri dari Pamannya. Sang Paman yang bernama Miraz (Sergio Castellitto), bermaksud membunuh sang pangeran untuk merebut tahta-nya, setelah dia mendapat anak laki-laki. Karena Miraz tidak dapat naik tahta bahkan seandainya Caspian telah mati, jika dia tidak memiliki putra sebagai ahli waris.

Dibantu gurunya, Dr. Cornelius (Vincent Grass), Pangeran Caspian melarikan diri ke hutan dengan membawa sebuah terompet ajaib yang katanya bisa mendatangkan bantuan di saat darurat. Di tengah hutan ternyata di bertemu bangsa dwarf dan bangsa Narnia lainnya yang telah disangka punah sejak lama oleh bangsa Telmarine. Karena ketakutan melihat si dwarf, sang Pangeran meniup terompet ajaibnya.

Caspian yang tadinya pingsan, terbangun di dalam sebuah pondok kecil milik Trufflehunter, seekor tikus tanah yang bisa berbicara. Awalnya dia ketakutan melihat si tikus dapat berbicara, tapi kemudian dia sadar bahwa si tikus dan bangsa Narnia lainnya sebenarnya baik, tidak seperti yang diceritakan di negeri Telmarine tentang bangsa Narnia yang liar dan buas.

Caspian pun mulai merasa senang terhadap bangsa Narnia. Masalahnya adalah, justru bangsa Narnia yang membencinya karena bangsa Telmarine telah menjajah Narnia sangat lama dan berusaha memusnahkan bangsa Narnia. Akan tetapi dengan bantuan centaurus yang bisa meramal bintang, Caspian mendapat dukungan dari bangsa Narnia untuk mengalahkan Miraz dan merebut tahta Telmarine, serta mengembalikan kedamaian di Narnia.

Sementara itu, Caspian tidak menyadari bahwa terompet yang ditiupnya tanpa sengaja itu telah memanggil Raja-Raja dan Ratu-Ratu Narnia dari masa lampau yang kini tengah berada di dunia lain, dunia kita. Dan akhirnya dengan bantuan Raja Peter (William Moseley), Raja Edmund (Skandar Keynes), Ratu Susan (Anna Popplewell) dan Ratu Lucy (Georgie Henley), serta Aslan sang singa, Caspian berhasil menumpas Miraz dan para pengikutnya.

Dari segi cerita, film ini terasa cukup membingungkan, apalagi untuk mereka yang belum pernah menonton film Narnia sebelumnya (The Lion, the Witch and the Wardrobe) atau membaca bukunya. Alurnya juga cukup membingungkan, kadang tiba-tiba naik, kemudian turun lagi menjadi mellow. Film ini juga kurang tepat jika disebut sebagai film untuk anak-anak sebagaimana bukunya, karena dalam film ini, meski pemerannya kebanyakan anak-anak, terdapat banyak adegan kekerasan saat terjadi perang seperti ketika sang pahlawan menebas leher lawan atau bahkan memenggal kepalanya.

Entahlah, mungkin bagi Anda film ini bagus, tapi entah, saya sama sekali tidak bisa menikmatinya. Apalagi ternyata ada bumbu-bumbu asmara di endingnya. Ugh!!

Rating: (:|

Glassesless

Sigh…

Di pagi buta di saat harusnya menjadi awal kebahagiaan saya (soalnya libur, bisa bermalas-malasan :P ), saya menjumpai kenyataan pahit bahwa saya kehilangan harta saya yang paling berharga. Separuh nyawa saya. Hidup dan mati saya *halah…

Saya kehilangan kacamata saya!! :( (

Memang sih, saya masih terlihat tampan menawan meski tanpa kacamata ituh B-) , tapi saya jadi tak berdaya tanpanya. Tiap detil dunia mengabur. Saya jadi setengah buta!! :( (

Mau nonton tipi susah, apalagi pas nonton film yang dari luar, jadinya harus listening comprehension, lha wong subtitle-nya ndak kelihatan… Iya kalo nonton shit-netron, baru baca judulnya yang gede-gede itu saja saya sudah bisa menebak jalan ceritanya… Mau maen komputer & nge-game juga susah, musti nyipit-nyipit gitu de.. :(

Apalagi pas harus nyegat bus pas mau berangkat kopdar. Buset, saya sampe salah naek bus, ndak kelihatan soale nomer trayeknya :( ( . Lha baru nyadar pas uda setengah jalan.. :( ( Pas sampe juga, bingung nyari para peserta kopdarnya.. Lha pada ndak kelihatan hare ituh muka-muka mesum para bloger ituh. Untung sayah ketemu bung tukangsusu, yang ternyata juga bingung nyari peserta laen yang ternyata belum pada dateng.. :P

Ah siaul!!! ~X(

Hai kalian manusia bermata normal, bersyukurlah kalian!!! Jangan sampai mata kalian kucungkil sebagai pengganti mataku!!!
________

*weleh, ternyata saya curhat :P