Cerita Cinta

Di sebuah dunia, terdapatlah dua negri besar yang hidup penuh cinta. Negri-negri itu adalah Kerajaan Cinta dan Republik Cinta. Rakyat mereka hidup penuh cinta. Tak peduli masalah sosial, politik dan ekonomi. Hanya ada cinta.

Konon, di Kerajaan Cinta terdapat sebuah Kuil Cinta yang setiap hari selalu dihiasi lantunan Ayat-Ayat Cinta. Sementara Republik Cinta memiliki sekompi satuan khusus yang disebut Laskar Cinta yang selalu menyanyikan lagu kebesaran mereka: Lagu Cinta dengan semangat. Suatu hari kedua negeri melakukan upacara penuh cinta untuk merekatkan cinta di antara mereka.

Di awal acara, para pendeta Kuil Cinta melantunkan Munajat Cinta, kemudian disusul oleh para Laskar Cinta yang menyanyikan Kasidah Cinta. Kemudian ada seorang bijak yang bercerita tentang cerita masa lalu, tentang Arjuna Mencari Cinta yang bertarung melawan Mistikus Cinta memperebutkan Perawan Cinta.

Pada acara inti, terjadi sebuah diskusi yang membicarakan tentang Apa Artinya Cinta yang disusul dengan topik yang tak kalah seru: Ada Apa Dengan Cinta. Kedua diskusi tersebut berakhir dengan sebuah kesimpulan: Cintailah Cinta

Dan akhirnya upacara tersebut ditutup dengan pembacaan kesimpulan hasil rapat umum cinta yang membahas tentang banyaknya Pengemis Cinta yang berkeliaran, yang berakhir dengan kesepakatan bahwa: Love is Cinta.

DISCLAIMER:
- Bukan, saya ndak mau ngreview film Ayat-Ayat Cinta. Saya bukan pemuja Cinta Laura soalnya.. Saya hanya akan menonton film Ayat-Ayat Anang saja ^:)^
- Pada cerita di atas total ada 27 kata-kata “cinta”. Belum termasuk “love” dan judul CMIIW

*jadi eneg sendiri :-&

Updead: Oh ya, saya lupa, postingan ini saya peruntukan sahabat saya yang baru saja mengalami hal unik di hari yang unik.. Take it easy, pal :D

A Conversation

Di sebuah mobil yang sedang melaju, terjadi sebuah percakapan antara kedua pria yang ada di dalam mobil itu…

Penumpang (P) : Kita mau ke mana ini, Pak?
Sopir (S) : Ke daerah xxxxx Pak…
P : Yang di mana itu? Deketnya xxxx itu ya?
S : Ya, agak ke selatan sedikit..
P : Ohh.. Di daerah situ katanya banjir ya, Pak?
S : Nggak begitu parah sih, Pak..
P : Wah, kalo di apartemen saya itu Pak, setiap banjir pasti jadi tempat pengungsian
S : Masa sih Pak? Apartemennya di mana Pak?
P : Di daerah xxxxx Pak
S : Oh, memang rawan banjir di situ ya Pak..
P : Iya, hampir setiap hujan pasti banjir
Continue Reading…