Manajemen Waktu

Time ManagementAkhir-akhir ini saya merasa banyak waktu saya yang terbuang sia-sia. Gak tau kenapa, tiba-tiba malam datang begitu cepat, padahal pekerjaan hari itu belum ada yang selesai. Dan jadilah saya terpaksa melanjutkan pekerjaan di rumah sampai tengah malam. Akibatnya? Jelas, kurang tidur dan badan jadi lemes terus.

Membagi waktu memang bukan spesialisasi saya. Sejak dulu saya memang susah untuk dipaksa membuat kegiatan terjadwal. Harus bangun jam segini, begini jam segitu dst dst dst. Awalnya memang lancar, tapi lama-lama melenceng juga. I hate routine. Ketika saya menemukan sebuah kesenangan baru, maka hancurlah rutinitas itu. Dulu sih kasus utamanya gara-gara game. Kalau sudah keasyikan nge-game, saya bisa begadang sampai pagi, padahal esok-nya masih masuk sekolah :P

Karena tak terbiasa itulah, rasa-rasanya hidup saya jadi berantakan belakangan ini. Dulu sih masih enak, ada orang tua yang mengontrol. Terlambat bangun pagi, maka ibu saya dengan kekuatannya akan menggebrak pintu kamar sampai saya terbangun karena kaget. Sebelum tidur pun, beliau selalu mampir ke kamar saya, memastikan PC sudah dimatikan dan saya sudah berselimut mimpi, meski biasanya saya bangun lagi dan nge-game lagi.

Tapi ketika sudah hidup sendiri di perantauan macam begini, di mana tidak ada lagi kontrol, yaaa beginilah jadinya. Entah kenapa banyak sekali pengalihan-pengalihan yang selalu membuat saya melenceng dari target. Dan tampaknya saya masih belum bisa mengontrol diri saya sendiri untuk tidak mengikuti distraksi itu. Nurut ajah, lha wong biasanya memang menyenangkan.

Gara-gara itulah, aktivitas saya yang sudah cukup padat ini (sok sibuk) menjadi semakin padat. Waktu habis hanya untuk bermain-main. Padahal hidup ini terlalu singkat untuk tidak menjadi produktif. Pekerjaan-pekerjaan menjadi tertunda, yang akhirnya harus dibayar dengan kerja ekstra di waktu istirahat.

Pada akhirnya, saya cuma bisa menyalahkan hasrat dalam diri saya sebagai anak muda ( 8) ) yang selalu ingin bersenang-senang . Ababil gituu.. :P

Usaha jelas sudah dilakukan, tapi masih banyak gagalnya lantaran kurang bulatnya tekad. Memaksa diri sudah pula dilakukan, tapi kadang-kadang kalah juga dengan keinginan menikmati hidup.

Semoga saja di akhir tahun ini saya berhasil mengakhiri hidup sebagai ababil dan memulai tahun baru dengan lebih dewasa.

Menjelang Pesta Blogger+ 2010

Pesta Blogger+ 2010

Pesta Blogger+ 2010 | Merayakan Keragaman

Tak terasa, Pesta Blogger+ 2010, event akbar para aktivis dunia maya sudah di depan mata. Tapi tahun ini sepertinya ada yang beda dari PB kali ini. Bukan dengan PB-nya, tapi dengan diri saya sendiri.

Maklum, rasanya saya gak pantas untuk hadir di acara tersebut. Mau datang sebagai siapa? Blogger? *lirik arsip blog yang berlobang-lobang*. Embel-embel “+” yang disematkan untuk menjaring para aktivis maya selain Blogger rasanya juga tidak begitu berpengaruh besar. Saya nge-tweet jarang-jarang. Lha wong daftar udah sejak setahun yang lalu jumlah tweet kok baru 2000-an. Akun Twitter macam apa itu. Facebook saya pun yang njalanin malah nyonya saya. Dan saya malah lupa akun Plurk saya :| Foursquare? Saya jarang check-in di tempat-tempat gahul. Mayorship saya rata-rata di warteg dan warkop yang venue-nya saya bikin sendiri.

Maklum, beberapa bulan terakhir saya sibuk dengan dunia offline saya sendiri. Bukan sok sibuk sih, cuma sayanya aja yang ga bisa multi-tasking. Kangen sebenernya dengan kegiatan online yang dulu saya jalani. Blogwalking, maen game Facebook dan nyampah di Plurk. Tapi itu dulu, waktu saya masih kebanyakan nganggur. Semenjak pindah ke kantor baru ini alhamdulillah tanggung jawab saya semakin banyak, jadi susah buat magabut.

Tapi tentu saya tetap datang ke PB+ 2010 hari Minggu, 30 Oktober 2010 di Epicentrum besok. Hitung-hitung buat reboot eksistensi saya di dunia online. Btw, sampeyan sendiri gimana, mau datang di PestaBlogger+ 2010 dan bertemu saya? 8)

Eh iya, Selamat Hari Blogger Nasional bagi yang merayakan!

4th August 4th

Happy Anniversary, my dear..

Tak terasa waktuku bersamamu berlalu begitu cepat. Setitik cinta yang dulu menggetarkan hati kita kini sudah berkembang sebagai bunga yang cantik. Semoga Tuhan memberi kekuatan agar kita bisa memetiknya bersama suatu saat nanti.

I love you :)

Lovely February

Februari, bulan yang katanya penuh cinta. Yap, bagi saya itu memang benar, namun bukan karena bulan ini adalah bulan kematian seorang saint bernama Valentine, tapi justru karena bulan ini adalah bulan lahirnya saint pribadi saya. Yah, siapa lagi kalo bukan Nyonya saya yang satu itu.

Tepat 5 Februari kemarin, saint saya itu genap berusia sekian-sekian. (Demi kepentingan bersama, silakan tanya saja sendiri usianya. She is a she, you know :lol: ).

Selamat ulang tahun ya Sayang, semoga kamu semakin dewasa, semakin gak riwil dan semakin bisa menjalani hidup dengan tegar.

Oh ya, aku cuma minta satu hal saja: Jangan buru-buru minta dilamar dulu ya.. :lol: