Smells Like Facebook 2.0

Update (10/07): Smells like Facebook now on version 2.2, to see what’s new visit Smells like Facebook blog.

After a long development, the newest version of Smells like Facebook theme is now available to download. Smells like Facebook 2.0 has many major changes from its first version. What’s new on this version? Here you are:

  1. Advanced Javascript & AJAX effect available. With WordPress jQuery, you’ll think that you’re really on Facebook and forget that you are actually reading your own blog.
  2. Right sidebar. So many people asked to me how to add second sidebar, and now it’s available. It clones the ads sidebar on your Facebook profile page.
  3. Customizable sidebar avatar & site logo. Now you can choose what picture that will be displayed on the sidebar, not only gravatar of the administrator. Option to add a site logo that will be displayed on the top left corner (like Facebook logo) now also available
  4. New dashboard page for Smells Like Facebook options. If you think AJAX effect will make your blog slow, or if you don’t want the right sidebar on your homepage, now you can customize it on the Smells Like Facebook dashboard. It’s available on “Appearance” menu.
  5. Some CSS fixes: bullet & numbering now will displayed correctly on posts.

In 2.0.2 version, some bugs have been discovered. Thy are including:

  • “Show older post” link will append the same content if clicked more than once (Ajax mode).
  • The loading image will mutiply everytime “Show older post” is clicked.
  • fixURL() method doesn’t work on Safari because Safari will decode “#” sign in URL if it appears more than once (Ajax mode).
  • Adblock (Firefox addon) considers the right sidebar as an ads bar and block it.
  • If blog homepage is different from the directory where WordPress is installed, link to Dashboard will still be loaded AJAX-ly

But in now live 2.0.3 version, those bugs have been terminated. Bad news, it seems that I totally forgot about “famous” Internet Explorer when developing this theme. Almost all Javascript & AJAX event doesn’t work on 3 versions of IE: IE6, IE7 & IE8. Even in IE6 some CSS is messed up. Phew, thanks IE for giving an extra work.

Anyway, you can download the newest version on WordPress Theme Directory. If you find some bugs or want to suggest something for next development, please visit the new blog dedicated for Smells Like Facebook. And don’t forget to follow our update on Facebook, Twitter or Plurk.

Enjoy!

Statpress vs Google Analytics

Seperti layaknya seorang bloger (halah), tentu saya ingin tahu tentang statistik kunjungan orang lain ke blog saya. Tidak bermaksud munafik, tentu saja saya masih merasa senang bila ternyata blog saya banyak dikunjungi. Berarti tulisan saya memang layak baca. Berarti pula popularitas saya meningkat, dan statu seleblog sudah semakin dekat 8) .

Okay, forget it, intinya saya ingin tahu tentang data-data orang yang mengujungi blog saya. Titik. Nah, maka daripada itu, dulu saat awal-awal meng-install WordPress di domain ini, saya menggunakan salah satu plugin-nya yang bernama Statpress. Statpress ini akan mencatat semua kunjungan (kecuali user yang login tentu sajah) dan disimpan di dalam database kita, tidak seperti plugin-plugin statistik pada umumnya, yang menggunakan third-party, alias server orang lain, sehingga kita nggak punya hak penuh dan hanya bisa pasrah kepada siapa data itu dititipkan :mrgreen: .

Awalnya cool, karena semua data, mulai dari referrer dari mana si visitor datang, sampai keyword apa yang dia pakai di search engine sehingga bisa nyasar ke sini, semuanya terekam dengan baik. Tapi… karena jumlah kunjungan semakin banyak (yang berarti saya semakin terkenal 8) ) *ahem*, jumlah data yang dimasukkan ke dalam database blog ini juga semakin banyak. Ya mau bagaimana lagi, setiap ada kunjungan, si Statpress ini pasti nambahin satu row di database. Dan bayangkan, sudah berapa juta orang yang berkunjung ke blog ini? *lebay* Sudah pasti database saya kebanjiran data. Dan mulai beberapa hari yang lalu, permasalahan ini semakin serius, saya semakin lemot membuka dashboard WordPress, apalagi membuka report statistik, sounds impossible.

Continue reading

iBerry: Indosat Blackberry Mobile Portal

Finally, sebuah beban berat terangkat dari ubun-ubun saya. Hari Senin kemarin, Indosat meluncurkan mobile portal untuk pengguna Blackberry Indosat bersamaan dengan launching produk terbaru mereka, Indosat Blackberry Storm di Senayan City. Portal tersebut diberi nama: iBerry. Para pengguna Blackberry Indosat dapat mengakses portal tersebut lewat Blackberry browser mereka di url http://i-berry.mobi/.

Setelah melakukan registrasi & aktivasi account, para pengguna bisa mendapatkan promo menarik dari merchant-merchant yang telah melakukan kerjasama dengan Indosat, serta memperoleh theme-theme menarik untuk mempercantik Blackberry mereka. Semuanya gratis. Tak lupa juga, banyak info serta tips & trik seputar dunia Blackberry.

Lantas apa hubungannya antara portal ini dengan saya? Yaa.. soalnya saya yang bikin itu portal :P Karena itulah, saya jarang online akhir-akhir ini, online hanya untuk coding saja. Update blog & blogwalking hanya kadang-kadang saja. Yang paling parah adalah para pengguna theme WordPress bikinan saya, Smells Like Facebook. Banyak yang mengirim pertanyaan & request untuk Smells Like Facebook versi 2.0, tapi dengan terpaksa saya abaikan karena tuntutan tugas.

Tapi sekarang saya sudah sedikit bebas (karena masih ada banyak bug fixing, serta fitur-fitur baru yang harus ditambahkan), so bersiaplah untuk Smells Like Facebook 2.0! Yay!

Up to date

Salah seorang teman saya, di suatu malam sepulangnya ia kerja, dengan bangga mempertontonkan laptop-nya sambil berkata, “Lihat nih, operating system-nya sudah saya update, sekarang sudah pake Ususbuntu versi Jangkrik Jamput. Ini yang pertama lho, bahkan dirilis saja belum, tapi saya sudah up to date.” Tapi setelah itu, yang dibuka ya tetep Music Player, PDF Reader dan hal-hal lain yang sebenarnya sudah ada di versi sebelumnya.

Heran rasanya, buat apa membuang bandwith sebanyak itu, tapi tidak ada peningkatan fungsi yang dirasakan? Kalau memang cuma memakai “itu-itu” saja, kan bisa memakai versi sebelumnya. Apakah label “up-to-date” itu sedemikian pentingnya? Kalau saya pribadi sih, bila tidak ada kegunaan yang penting, saya malas untuk upgrade software-software yang saya pakai. Daripada buang-buang waktu & bandwith sia-sia.

Tapi kalau memang jelas ada manfaatnya, baru saya akan upgrade. Seperti WordPress yang dipakai sebagai engine blog ini. Saya upgrade langsung ke versi 2.7 karena saya memang ingin memanfaatkan fungsi Automatic Upgrade-nya. Versi-versi di antara 2.5 sampai 2.7 sama sekali tidak saya gunakan. Toh, di changelog-nya sendiri biasanya cuma minor change saja.

Tampilan yang lebih bagus, biasanya menjadi faktor yang membuat orang mau repot-repot untuk upgrade. Padahal dia tidak mengetahui ada apa di balik versi yang terbaru itu. Upgrade Windows XP ke Vista, karena tampilannya lebih cool. Lebih nggilap. Padahal ya sama saja, cuma dipakai nge-game yang itu-itu saja. Kalau memang dipakai buat game khusus Vista sih mungkin tak masalah.

Tapi yah, itu kembali ke masing-masing individu. Memang ada beberapa orang yang ingin selalu tampil “baru” atau “mengikuti trend”. Padahal yah, kalau dengan yang lama saja sudah bisa, buat apa repot-repot cari yang baru?