Mengapa tidak Ia buat saja seluruh manusia se-iman dan se-agama?
Mudah. Karena itu membosankan. Dia sudah pernah mencoba, dan menciptakan malaikat. Hasilnya? Sepertinya Dia bosan sendiri melihat malaikat yang nurut aja disuruh-suruh.
Maka Ia pun berimprovisasi dengan menciptakan makhluk yang bernama manusia. DibuatNya manusia memiliki akal yang bisa dipakainya untuk menentukan apa-apa saja yang mau ia lakukan.
Voila, jadilah panggung pertunjukan yang mengasyikkan: manusia-manusia saling membunuh demi mendapatkan label ‘Yang Paling Benar’.
