Seperti abegeh-abegeh pada umumnya, saya juga ikut-ikutan trend untuk makan enak sebelum memulai puasa. Maka jadilah, ketika jam makan siang hari ini (10/08), saya dan teman-teman kantor memberanikan diri untuk mencoba restoran dekat kantor yang baru saja buka. Namanya DeKwek Resto.

Suasana di dalam deKwek Resto
Restoran ini menjual masakan-masakan bebek. Tapi menu andalannya (setidaknya yang ditampilkan di banner-bannernya) adalah Sate Bebek Peking. Menu-menu yang lain cukup bervariasi, mulai dari bebek goreng Surabaya saus merah sampai bebek Peking bakar madu. Karena penasaran, dua orang teman saya memesan sate bebek peking, sementara saya mencoba bebek Peking bakar madu.

Sate bebek & bebek Peking bakar
Restoran ini ternyata masih sangat baru. Launching-nya baru saja dilaksanakan pada 7 Agustus lalu. Mungkin karena itulah, manajemennya belum terlalu rapi. Pelayannya masih sering bingung dengan menu yang dipesan pembeli. Sate bebek yang harusnya diantar ke meja kami malah diberikan ke tamu yang datang setelah kami. Jelas kami sewot.
Belum lagi serving time-nya yang sangat lama. Minuman disajikan dahulu jauh sebelum makanan datang. Mungkin dengan harapan kami akan menghabiskannya dan terpaksa memesan lagi minuman yang harganya di atas rata-rata itu.
Begitu makanan datang, rasanya memang enak, tapi masih tergolong biasa saja. Tidak ada sesuatu yang wah dari bebek Peking bakar yang saya pesan. Malah menurut saya, masih lebih enak masakan bebek di Resto 2 Bebek yang harganya justru lebih murah. Entah bagaimana rasa sate bebek-nya.

Business Card + total kerusakan
Kalau mau mencoba silakan datang sendiri ke:
DeKwek Resto
Jalan Panglima Polim V no 60 Jakarta Selatan
Telepon: 021 7210969
Email: goldenbeak2010@gmail.com
Informasi lebih lanjut:
Website: http://www.dekwek.com (broken link)
Facebook: http://www.facebook.com/pages/SATE-BEBEK-PEKING-deKwek/369060088894
Twitter: @deKwek
gambar diambil seadanya dari kamera ponsel
gak ada bebek seenak bebek kayu tangan di surabaya =p~
sempet nyoba tuh kakak, tapi kok saya tetap tidak bisa menyukai bebek ya?
ada yang sekarang lagi in di Sby kak, namanya Bebek Pak Slamet, musti dicoba dong, kata temen²ku sih lebih enakan disitu dari yang di Kayu Tangan
Bebek H Slamet yg dari Solo bukan ya? Hmm gak tau sih menurutku lebih enak kayu tangan.. Karena sentimentil masa kecil dulu kali ya? Kalo kata bapakku yang penggemar bebek kayu tangan juga sih enakan bebeknya H Slamet..
*ngelap iler*
Mudah2an yang punya restoran baca postingan ini dan secepatnya membenahi manajemen mereka… Ngomong2, bebek goreng juga menu favoritku nih
ay ituh bebek, menthog apa banyak? :-”
Eank tuch…
Salam kenal, tukeran link yuk, link anda sudah saya pasang. Ditunggu link back-nya…
Salam kenal juga. Maaf seperti yang Anda lihat di blog saya tidak tersedia tempat untuk blogroll. Jadi saya tidak bisa memasang link blog Anda. Silakan diremove saja link blog saya di blog Anda
Tapi penasaran ama bebek madu bakarnya deh…
saya sudah coba dan buat sendiri bebek ijo masakan Aceh , warna cabe ijo nya tetep ijo segar dan pedas. belum nyoba makan bebek kayutangan nih.