The Alchemyst: The Secret of the Immortal Nicholas Flamel

The Alchemyst: The Secret of the Immortal Nicholas Flamel
Buku karangan Michael Scott ini bercerita tentang sepasang anak kembar, Josh & Sophie Newman, dua orang remaja biasa-biasa saja yang harus terlibat dalam pertempuran penuh sihir. Gara-garanya ternyata pemilik toko buku tempat Josh bekerja ternyata adalah seorang manusia abadi, seorang Alchemyst termasyhur dalam sejarah dan legenda, yaitu Nicholas Flamel. Saat Josh sedang bekerja, tiba-tiba musuh bebuyutan Flamel, Dr. John Dee datang untuk merebut Codex, buku Abraham sang Magus yang berisi rahasia-rahasia sihir paling kuat.
Di tengah pertarungan sihir, Dee berhasil merebut Codex serta menculik Paranelle, istri Nicholas. Nicholas membawa Josh & Sophie kabur untuk mencari bantuan. Mereka menemui para Tetua untuk meminta bantuan melawan Dee dan majikannya, para Tetua Gelap serta untuk merebut kembali Codex dan menyelamatkan Paranelle. Saat itulah Josh & Sophie menemukan bahwa dalam diri mereka ada sebuah bakat terpendam yang telah diramalkan sejak 10 ribu tahun yang lalu.
–
Buku ini adalah salah satu dari banyak buku yang membahas tentang legenda sang Alchemyst, Nicholas Flamel, tentang Sorcerer Stone serta Cairan Kehidupan (Elixir of Life). Tapi Michael Scott, sang penulis tidak menjadikan itu sebagai topik utama. Ia lebih menekankan cerita pada bangkitnya Ras Tetua, ras yang menghuni bumi selama 10 ribu tahun sebelum manusia pertama muncul. Ras Tetua memiliki peradaban & tekonologi yang sangat maju. Apa yang disebut manusia sebagai sihir ternyata adalah ilmu pengetahuan para Tetua.
Para Tetua terpaksa harus menyingkir dari Bumi setelah manusia menemukan besi. Mereka memang memiliki kelemahan utama terhadap besi. Tapi masih ada beberapa Tetua yang hidup bersama manusia dan dipuja sebagai dewa. Dewa-dewa dalam mitologi Mesir, Norse & Yunani diceritakan ternyata adalah para Tetua yang masih tinggal di Bumi.
Meski berbicara tentang sihir dan mitologi, buku ini tetap menyertakan unsur-unsur budaya masa modern saat ini. Si kembar diceritakan berulang kali mencari tahu informasi tentang mitologi di Google & Wikipedia. Mereka juga mempunyai iPhone, handphone bluetooth dan bahkan blog. Meski rasanya cukup berlebihan juga.
Sejarah alternatif juga banyak ditemukan di buku ini. Great Fire of London, kebakaran yang meluluh lantakkan kota London pada 1666, ternyata adalah ulah Dr. John Dee yang menggunakan jin api untuk mengejar Flamel. Bahkan Banjir Nuh, yang diceritakan pada kitab suci banyak agama, ternyata juga adalah efek dari pertarungan sihir para Tetua.
Sayang, begitu banyak unsur-unsur unik ini tidak dibarengi dengan alur yang bagus. Saat membaca buku ini, rasanya alurnya datar-datar saja dari awal sampai akhir, saya bahkan hampir tidak menyadari bahwa bukunya hampir selesai saat membaca di bab terakhir. Gara-garanya cerita tentang pertempurannya kurang menggigit. Meski begitu, saya masih penasaran dengan kelanjutannya.
Ya, buku ini memang rencananya akan dirilis dalam 6 seri. Masing-masing diberi judul sesuai dengan 6 cabang ilmu sihir yang ada: The Alchemyst, The Magician, The Sorceress, The Necromancer, The Warlock & The Enchatress.


Hihihih…
udah baca yang kedua jg,, nunggu buku ketiga..
lebih masuk akal dari pada harry potter,, tp cerita fantasinya kurang menggigit..
judulnya apaan?
penasaran abis..