Kambing-kambing yang Tersesat
Ternyata belantara beton Jakarta tidak kalah dengan belantara yang sebenarnya loh. Kalo di sana para penggembala menggembala ternak mereka di padang rumput, maka di sini mereka menggembala di padang aspal. Bisakah? Bisa.. ini buktinya:
Di daerah tempat saya bekerja, di kawasan industri Pulogadung, banyak sekali kambing-kambing yang berkeliaran di jalanan kawasan seperti di atas. Dan itulah jawaban dari pertanyaan saya: Mengapa daging kambing di sini, meski mahal, tapi sangat kecil dan sedikit sekali? Yak, betul, karena di padang aspal di sini di mana mereka digembalakan, mereka nggak makan rumput, tapi makan sampah & sisa makanan manusia. Rumput sih cuma sekedar selingan saja. Lha kalo manusianya habis makan daging kambing? Ya kambingnya jadi kanibal berarti
)
Tapi terlepas dari itu, keberadaan kambing-kambing di jalanan yang sepi ini malah membahayakan, baik bagi manusia ataupun kambing itu sendiri. Karena, namanya juga jalanan sepi, manusianya juga pasti pada high speed semua. Dan, namanya juga kambing, masak pake tengok kanan kiri dulu. Lha kalo ada manusia berkendara dengan cepat sementara ada kambing yang nyelonong nyebrang gimana? Hanya Tuhan yang tahu..
NB: Makanya, kalo nggak mau kayak kambing, kalo nyebrang tengok kanan-kiri dulu 3:-O (nggak ada emoticon kambing sih..)


Emangnya kyk motor ente Oom..
OOT: sampeyan yo arema tah
makannya buat ikon kambing donk
@mbak Ani: Hoo.. itulah Jakarta mbak.. semua makhluk ada di sini
@mas Totoks: Bentul mas, tapi jangan di Malang, banyak Ongis-nya soalnya
@mas Anang : seandainya 8-> kita hanya bisa berandai-andai
@andi bagus : Yah, untungnya masih belum ada yang pelihara sapi mas 3:-O
@aLe : Hayyah..
@ayam buncit : ayam juga banyak lho =P~