Tragedy

A tragedy can only be ended by another tragedy..

Sudah lama drama itu hangus terbakar oleh api tragedi, menjadi sebuah tragedi. Tak ada lagi sajak-sajak yang menghiasi tiap episodenya yang kian hari kian memilukan. Hanya tragedi. Lalu datanglah sebuah tragedi besar. Bum!! Hancurlah tragedi-tragedi itu. Hancurlah hati yang selama ini menjadi wadah tragedi-tragedi itu. Tak bersisa. Hanya tragedi.

Hahaha, puisi macam apa itu? Entah saya tidak tahu itu puisi atau apa, yang jelas beberapa kalimat di atas cukup bagi saya untuk menggambarkan sedikit rasa dari sejumput fragmen kehidupan yang baru saja saya cicipi.

Maaf, saya tidak akan memposting sejarah awal saya ngeblog, dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional. Ataupun posting soal orang miskin dalam rangka Blog Action Day.

Saya sedang.. shock. Down.

Ah, sudahlah…

8 thoughts on “Tragedy

  1. Sudahlah bang Nazieb… Belajarlah menerima kenyataan, menerima ketentuan yang Maha Mengatur Hiduf kita. Lagi fula, soal jodoh adalah mutlak milik Tuhan untuk mengaturnya.

    Ane faham dan bisa merasakan bagaimana fedihnya ferasaan bang Nazieb ditinggalkan olehnya. Afalagi bang Nazib bukan hanya dikhianati olehnya, tafi oleh sahabat bang Nazib sendiri… oh Dewa… Ane juga ikut sedih. Tafi, yang kuat ya Bang… :cry:

    *difentung martil*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>