Stop Sumbang Masjid

Seperti halnya diceritakan oleh para ulama-ulama agama, bahwa nanti pada jaman akhir (atau sekarang?) masjid akan berdiri megah di mana-mana, akan tetapi isinya hanya sedikit jamaah yang shalat di sana, atau bahkan kosong melompong. Nah, bagi Anda yang memiliki KTP Islam, tidakkah Anda rasakan gejala itu mulai terjadi saat ini?

Suatu ketika, saya tengah menunaikan shalat Jumat di sebuah masjid yang cukup megah, ketika akan memasuki waktu Dhuhur, salah satu ta’mir masjid mengumumkan beberapa hal, termasuk di antaranya adalah laporan keuangan. Waktu itu yang saya dengar adalah saldo kas yang ada adalah sekitar 15 juta. :O Astaga, saya berpikir dalam hati, masjidnya sudah megah, tapi masih punya saldo kas sebanyak itu? Buat apa? Mau dipermak macam bagaimana lagi masjid itu? Well, saya memang tidak mengerti masalah akutansi, konstruksi dan kawan-kawannya itu, tapi saya mikirnya kok ya sayang uang segitu mengendap di kas lembaga masjid itu.

Mari berpikir positif dulu, mungkin saja, para donatur, yang memberi uang sampai menumpuk seperti itu, sedang memburu surga, atau setidaknya mau menghindar dari siksa kubur yang pedih atas dosa-dosa mereka, makanya mereka bersedia melimpahkan sebagian hartanya ke masjid. Lalu pihak ta’mir juga memiliki inisiatif untuk mempercantik masjid mereka dengan harapan akan semakin banyak jamaah yang datang serta kalau bisa ikut memberi sekeping dua lembar uang (kok mirip dengan traffic-oriented blog yah? :D ).

Tapi, kalau uang sumbangannya malah mengendap dan tak terpakai seperti itu, masak amal jariyahnya sudah mulai dihitung? Bukannya kata ulama bahwa balasan amal jariyah itu akan mengalir masuk ke rekening pahala kita ketika harta yang kita amalkan dipakai? Ah, entahlah, saya bukan ahli agama.

Lantas kalau memang mau mempercantik blog masjid, apa itu akan menjamin bahwa jumlah pengunjung jamaah yang hadir di masjid akan semakin banyak? Bukan tidak mungkin, dengan semakin cantiknya masjid, akan tetapi jumlah jamaah yang hadir juga sedikit, maka hari Kiamat, yang tanda-tandanya diceritakan para ulama seperti di awal tadi, akan datang semakin cepat. Kata guru ngaji saya, zaman Rasulullah dulu masjidnya cuma bentuk persegi biasa, ga pake tingkat-tingkat, lantainya tanah dilapisi tikar, serta atapnya cuma pelepah daun kurma. Tapi selalu full setiap waktu shalat tiba. Nah, lho?

Lagipula, jika mau investasi pahala, apa hanya bisa lewat masjid saja? Coba deh, cari lahan yang lain, salah satunya adalah bidang pendidikan. Bahkan menurut saya, menyumbang di bidang pendidikan ini jauh lebih menjanjikan daripada menyumbang di masjid. Kenapa? Karena dari orang yang Anda bantu dalam pendidikannya, bisa menyalurkan ilmunya kepada orang lain, semacam referral begitulah, sehingga nantinya donatur pahala Anda juga akan semakin banyak. Nah, kalau hanya sumbangan di masjid, donatur pahala Anda tergantung dari jumlah jamaah yang menggunakan fasilitas sumbangan Anda di masjid. Semacam Pay To Click, bahasa kerennya. Nah, kalau pengunjung masjidnya habis? Yah, terputuslah amal jariyah Anda, dan Anda akan kembali mendapat siksa kubur yang pedih.

Nah, jika Anda merasa tidak punya ilmu yang pantas untuk disumbangkan (memang ada?), bagaimana? Wah, saya ndak tahu, saya bukan Tuhan yang membuat “Term of Payment” soal transfer pahala itu. Tapi kalau menurut saya sih, dengan menyumbang materi pada bidang pendidikan, Anda juga akan dianggap ikut membantu menyebarkan ilmu itu.

Ah, tapi kan kalau menyumbang masjid, maka sudah jelas yang kita bantu adalah saudara-saudara kita sesama muslim, kalau pendidikan kan bisa saja tujuan kita nyasar ke kaum kafir! :-|

Err.. lantas bagaimana memulainya? Wah, banyak caranya . Kalau Anda mampu, Anda bisa membuka semacam kursus gratis bagi anak yang tidak mampu. Atau kalau Anda mau menyumbang dana, alihkan saja tujuan sumbangan dana Anda yang semula ke masjid itu ke sekolah atau instansi pendidikan terdekat. Atau jika Anda punya buku-buku yang sudah Anda baca, bisa Anda sumbangkan ke gerakan 1000 buku. :)

Semoga Tuhan menerima amal Anda. Amen!!

27 thoughts on “Stop Sumbang Masjid

  1. saya anti pembangunan masjid. ngapain mbangun masjid. kan sudah banyak! saya juga anti memberi sumbangan pada pembangunan masjid. saya juga anti sedekah kepada pengemis. saya sudah percayakan transaksi akhirat saya dengan sebuah lembaga amil zakat. so silahkan pengemis dan panitia pembangunan masjid berhubungan dengan lembaga amil saja!
    oh ya, saya anti mengurangi kecepatan ketika melintasi aksi permintaan sumbangan pembangunan masjid. :D

    sluman slumun slamet’s last post: Mari perbesar kemaluan kita dengan semangat proklamasi…

  2. Pingback: Berpikir Merdeka

  3. nyumbang ke mesjid kek… ke panti asuhan… ke sekolah… ke gerakan 1000 buku…. ke sesama muslim… ke non muslim.. ke manapun dan kesiapapun…. kalo niatnya bener nyumbang dengan tulus, pasti dapet pahala… yakin…. yuk, kembali nge-plurk

    ichanx’s last post: Jupe, Bukan Manusia

  4. to:nazieb
    janganlah jadi orang yg dengki n iri, klo situ tidak mau menyumbang yaaa sudah tidah usah komentar yg jelek-jelek.
    sampean merasa bukan ahli agama ttp sampean bisa ngomong tentang pahala, surga, siksa kubur. JANGANLAH JADI SEORANG YG MUNAFIK
    pesan saya, orang berbuat baik belum jaminan dia masuk surga.

  5. @nde :
    Lho, saya kan hanya menyarankan, sebaiknya amal jariyah Anda itu dialihkan ke tempat di mana harta Anda itu berguna. Kalau hanya mengendap di kas masjid, kan sayang, padahal masih banyak pihak yang membutuhkan harta Anda itu. Bukannya malah egois, ingin cari pahala tanpa mau tahu amal tersebut digunakan atau tidak?

    Hmm, jadi hanya orang ahli agama ya, yang boleh ngomong soal pahala, surga, dan ahli kubur? Berarti sampeyan ahli agama donk? ;) )

  6. Kalau saya cita citanya bikin panti asuhan. Biar bisa jadi wakil Tuhan sebagai penyambung kehidupan *sok suci*

    Ah, entah kenapa kas mesjid adalah tempat tabungan favorit, tapi ironisnya masih banyak permintaan sumbangan di jalan jalan atas nama masjid, langgar, musholla dan lain sejenisnya

    Fortynine’s last post: Tape Recorder

  7. Maaf Mas .. saya sedikit tersinggung ni. Gak semua sumbangan hanya numpuk ga dipergunakan. Beberapa masjid saya liat malah memberi sumbangan kepada orang yang membutuhkan mis. untuk pembangunan masjid,pembelian buku2 agama,dll.
    Saran saya ni Mas kalau Mas ga mau nyumbang ya sudah tidak usah mencela karena bisa jadi yang dicela lebih baik dari yang mencela.Biar sumbangan itu menjadikan pahala bagi yang mengeluarkan.
    Intinya ya Mas, sebelum ngomong tu “ngaca” dulu sudah pantas belum Mas ngomong seperti itu. Ohya kalau ga salah omongan Mas itu pertanda kalau Mas itu tidak “mampu”
    Maaf kalau saya sedikit kasar. Biar ini dijadikan Mas pelajaran. OK

  8. @renie: wah, maaf kalau Anda tersinggung. Well, memang sih, ada masjid yang baik seperti itu. Tapi masalahnya masih banyak masjid yang berlomba-lomba untuk mempercantik bangunan. Nah, daripada nantinya sedekah Anda ujung-ujungnya tidak jelas, masih syukur kalau dipakai membeli buku2 agama untuk pedidikan, tapi kalau cuma ditumpuk? Nah, mending sampeyan langsung saja shodaqoh jariyah ke instansi pendidikannya langsung. Bukan begitu?

    Err.. saya sudah ngaca, dan saya memang tampan kok. Saya memang ndak kaya, tapi saya masih mampu kok, tenang saja.. :D

    Nazieb’s last post: Buat Apa Berpuasa?

  9. kita umat islam wajib menyambut infak,shodaqoh & zakat,,bukan hanya menunggu,,
    sebagian besar duit itu di berikan kepada fakir miskin,yatim piatu & yang berhak menerima nya.
    apa anda mau menyantuni yang kurang mampu pakai duit anda,,
    dalami dahulu agma nya,,baru komentar..

  10. mas yang bagus semua & semampu kita umat muslim menyumbang apa aja yang dia mampu,,
    baik moril tau materi,,
    kalau mas belum mengerti agama menurut AL-QUR’AN & HADIS’T mas jangan sembarangan komentar,,
    mungkin niat mas baik,,tapi cara nya salah,,
    coba buka kitab AL-QURAN cari kebenaran nya,,
    kalo belum tau juga tanya sama orang yg titel nya Kiai.Hj.+SH..
    dia pasti faham dengan jelas terutama orang2 pengadilan Agama.

  11. wah mas komen bodoh gini koq di publish di internet……………..
    apa anda ngerti perawatan mesjid itu spt apa….?
    biaya operasional, buat bayar listrik, air, gaji buat pengurus mesjid(ini juga sebuah profesi), acara keagamaan, pemeliharaan mesjid dll…..
    klo situ gak mau nyumbang ya udah, gak usah mempengaruhi dengan pransangka buruk kayak begitu, bukankah islam menganjurkan kita untuk berprasangka baik….?

  12. Masalah nyumbang aja kok repot…, kepada siapapun asal untuk kebaikan, diniati dengan tulus dan hati iklhas lillahi ta’ala insya allah ya dapat pahala……………………
    Kalau mau nyumbang pembangunan tempat ibadah, sebenarnya masih banyak di ampung-2 mushola,surau bahkan masjid yang kodisinya memprihatinkan, tetapi mengajukan proposal pembangunan kemana-mana gak ada yang peduli,,,, soale gak bisa untuk pamer…, mendongkrak popularitas,,, mencari dukungan suara juga gak dapet..!!!
    aku dah ngalami bahkan sampai skarang mau bangun masjid kecil_2an aja cari bantuan gak ada yang respon, ya akhirnya ya pasrah…. ngumpulin duit sendiri dikit-dikit do’akan yaa………. aku diberi kekuatan lahir batin…………. aamiiiiinnnn

  13. Assaalammu’alaikum Wr. Wb.
    Yang terhormat kaum muslimin, kami sedang merenovasi mushola yang bernama ” Mushola Alfi Khoir”yang beralamat di Perumahan Bekasi Griya Asri2, Blok C18 No16, kami sangat mengharapkan uluran tangan kaum muslimin untuk menyelesaikan pembangunan tersebut.
    Apabila kaum muslimin berniat menumbangkan sedikit rezeki di jalan Allah bisa hubungi email saya.
    Saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya
    Wassalammu’alaikun Wr. Wb.

  14. Assaalammu’alaikum Wr. Wb.
    Yang terhormat kaum muslimin, kami sedang merenovasi mushola yang bernama ” Mushola Alfi Khoir”yang beralamat di Perumahan Bekasi Griya Asri2, Blok C18 No16, kami sangat mengharapkan uluran tangan kaum muslimin untuk menyelesaikan pembangunan tersebut.
    Apabila kaum muslimin berniat menumbangkan sedikit rezeki di jalan Allah bisa hubungi email saya. –> rudy.bga2@gmail.com
    Saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya
    Wassalammu’alaikun Wr. Wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>