Breaking the Rule
Sedikit cerita, beberapa waktu yang lalu saya mendengar seseorang yang begitu bangganya bercerita tentang dirinya yang hobi menenggak minuman keras di hadapan temannya yang rajin sembahyang. Ada juga seorang yang menggebu-gebu bercerita tentang dirinya yang jago telat masuk kantor kepada temannya yang rajin dan penurut. Serta banyak lagi cerita tentang mereka yang dengan gagah berani melawan tata tertib.
Aturan.
Ya, aturan itu memang ada untuk dilanggar. Aturan itu sengaja diadakan untuk memberi tantangan pada mereka-mereka yang bernyali untuk dapat dikenal. Ya, orang tidak akan pernah mengenal Anda jika Anda hanyalah orang yang begitu-begitu saja. Sejarah tidak pernah mencatat orang yang penurut. Jika Anda hanya mengikuti aturan yang ada, tetangga Anda bahkan mungkin tidak akan mengenal Anda. Tapi jika Anda berani menentang tata tertib, dunia yang akan mengenal Anda.
Lawanlah. Sebuah sungai hanya akan menjadi sungai jika arusnya hanya mengalir tenang. Tapi ia akan dikenal dan dikunjungi bila ada batu besar yang menentang arusnya, menciptakan riak, membuat gelombang.
Lihatlah mereka, orang yang namanya ada di setiap buku sejarah. Mereka semua adalah penentang aturan semasa hidupnya, dan ketika mereka mati, nama mereka akan tetap hidup. Galileo dan Copernicus, adalah penentang aturan gereja yang yakin bahwa bumi itu datar dan merupakan pusat tata surya. Darwin, orang yang berani menciptakan sebuah teori baru. Anda? Bahkan teman lama Anda akan lupa siapa Anda.
Tapi memang, untuk melawan sebuah aturan juga dibutuhkan nyali. Silakan pergi mencuci kaki kemudian tidur dan bermimpi menjadi terkenal jika Anda seorang pengecut tak bernyali. Karena memang akan banyak efek yang terjadi setelah Anda melakukan hal tersebut. Anda melanggar ajaran agama Anda, tentu akan banyak yang mencemooh, tapi banyak juga yang akan kagum pada Anda. Anda melanggar aturan tempat kerja, tentu atasan Anda akan memarahi Anda, tapi rekan-rekan yang sederajat dengan Anda akan jadi segan kepada Anda.
Dan jangan lupa. Ceritakan tentang perbuatan Anda itu kepada semua orang. Anda tidak akan jadi seterkenal itu jika hanya beberapa orang saja yang tahu. Publikasi. Itu yang penting. Seperti yang saya ceritakan di awal, mereka itu tengah melakukan publikasi. Ceritakanlah tindakan Anda layaknya seorang pahlawan yang kembali dari pertempuran, melawan maut, atau bahkan bertarung dengan Tuhan. Maka tentu orang yang mendengarkan Anda akan kagum pada Anda.
Terakhir, jangan lupa tanamkan motto ini pada diri Anda:
The rules is: NO RULE!!
Oke, selamat menjadi rule-breaker! Selamat menjadi terkenal!


baru deh mas itu terkenal…
melawan peraturan tapi tidak membawa kedalam neraka…baru okeh
melawan peraturan kantor, tapi bisa bikin bos berdecak-decak kagum…wuihhhh..lama2 si bos bakal yg jadi bawahan kita…
artinya, kita melawan peraturan, tapi tetap ok disegala bidang…welllll baru deh, pasang sabuk pengaman!! karena perjalanan menjadi terkenal dan sukses akan melesat secepat kilat!!
*dilema
Maksudnya ini kali mas….
Kesimpulannya ada peraturan nggak???
* Fuzzy mode:ON :-B
sayangnya ridu gak bisa break dance jadinya gak bisa terkenal donk!hehehe…
kalo sekarang emang bebas berpendapat tapi kalo udah melanggar aturan ya kita juga harus bertanggung jawab donk dgn apa yg telah kita buat..
*jd inget pelajaran PPKn deh tentang norma2 gitu..
Tapi kayaknya udah deh..
*i sense satire* >:)
mending jadi orang biasa saja.. toh kita hiduo di dunia ini hanya sementara saja kok…
Daftarin emailnya di Gravatar dulu om…
Si Naziebnya gi keluar kota…
Salah tulis nama..
Musti slametan neh….
Hatricks!!!
Killing Spree
*kabuuurrrrr……….
tapi, aturan kan ada untuk dipatuhi, bkan dilanggar..
terkenal tapi gak mulia, nol besar dong?
menarik!
Tapi saya sangat sepakat kalau orang-orang sekarang itu sangat bangga kalau bisa melawan arus. Waktu saya SMA dulu, teman-teman sangat bangga menyebut diri mereka tukang bolos daripada kutu buku. Aneh