Arjuna

10 September 2014, kira-kira sebulan yang lalu. Satu titik balik dalam hidup saya lewati. Saya jadi seorang ayah.

Arjuna Muhammad Nazieb. Lelaki mungil buah dari peraduan saya dengan sang ibu diizinkan untuk lahir dan menjadi tanggung jawab saya.

Alhamdulillah. Selamat datang, nak. Kata orang ayahmu mungkin memang masih belum cukup matang untuk menjadi walimu. Tapi insya Allah ayah akan berusaha sekuat mungkin untuk menjadikanmu apa yang Allah dan kau sepakati sebelum kau menyeruak keluar dari perut ibumu.

Jadilah apapun yang kau mau, asal tidak ada orang yang kau sakiti dalam perjalanan hidupmu. Akan ayah ajari kau tentang kesederhanaan seperti yang kakek nenekmu ajarkan dulu padaku. Bukan karena kehidupan ayah yang belum bisa bermewah-mewah, tapi karena ayah yakin memanjakanmu tidak akan menjadikanmu manusia yang kuat kelak.

Ah, tidak usah kita bicarakan dululah tentang apa yang akan kau, ayah dan ibumu lakukan kelak. Untuk saat ini izinkan aku dan ibumu menikmati tangisan merengekmu, bau popok basahmu dan segala tingkahmu yang memutar balikkan kehidupan yang biasa kami jalani selama ini.

Selamat datang Arjuna, putera pertamaku.

The Sign of Three

Bukan, ini bukan posting atau review tentang Sherlock season 3 episode 2 itu. Tapi kalau Anda nonton & mengikuti Sherlock sih pasti ngerti kenapa saya pakai judul di atas. Spoiler Alert!

Alhamdulillah, terhitung 2 bulan semenjak saya melepaskan keperjakaan saya dan merenggut keperawanan istri saya, di bulan ini saya mulai mendapatkan hasilnya. You reap what you sow, kata orang belanda.

Continue reading

2013 In A Nutshell

Di injury time tahun 2013 ini, entah kenapa, sisi ke-blogger-an saya tiba-tiba muncul dan ingin menutup tahun yang indah ini dengan sebuah postingan layaknya blogger-blogger pada umumnya, setelah sempat melewatkan momen-momen penting tanpa sebiji huruf pun terposting di blog ini.

Sebenarnya tidak terlalu banyak hal-hal penting yang terjadi tahun ini, tapi yang sedikit itu justru yang istimewa. Okay, let’s just wrap this amazing journey!

Continue reading

Gravity

Gravity“Life in outer space is impossible”. Mantra itu lah yang dipakai sutradara Alfonso Cuaron dalam menciptakan film terbaik (versi saya) tahun ini. Setelah bertahun-tahun terlena dan takjub dengan film-film luar angkasa macam Star Trek, Star Wars, John Carter dll, kita seakan lupa dengan fakta singkat tersebut; hidup di luar angkasa itu tidak mungkin. Tidak ada gravitasi yang membuat kita bisa berdiri tegak adn juga tidak ada okisgen yang selama ini kita sia-siakan.

Gravity menyampaikan pesan sederhana itu dengan begitu indah, realistis dan sangat manusiawi. Boleh dibilang ini film thriller luar angkasa yang paling masuk akal. Tidak ada pesawat luar angkasa yang berkejar-kejaran dan saling menembak laser. Tidak ada alien-alien jahat yang berusaha memusnahkan manusia. Hanya ada 2 orang astronot yang terdampar di orbit yang berusaha menyelamatkan diri mereka dari serbuan pecahan satelit yang meledak dan kembali ke bumi.

Continue reading

Javascript: Google Closure Library vs jQuery

Google Closure

Bahasa pemrograman Javascript adalah salah satu fitur utama, bahkan termasuk salah satu yang utama di dalam dunia web development saat ini. Di era yang katanya 3.0 ini boleh dibilang hampir semua web developer memakai Javascript untuk membuat tampilan web mereka lebih dinamis dan interakitf.

Berbagai macam library Javascript pun bermunculan untuk mendukung hal tersebut. Dan tentu saja, yang paling fenomenal adalah jQuery, pernah dengar? jQuery sebenarnya berawal dari sebuah library sederhana yang digunakan untuk mempermudah proses selecting elemen DOM pada website. Tapi kemudian library ini berkembang hingga hampir seluruh proses manipulasi DOM dapat dilakukan dalam jQuery. Mulai dari mengubah atribut, menambahkan CSS style, melakukan AJAX request hingga yang paling keren membuat animasi.

Tak ayal, library ini menjadi populer dengan sangat cepat. Bahkan bisa dibilang lebih terkenal dari Javascript itu sendiri. Banyak web developer mengatakan mereka belajar tentang Javascript justru setelah beberapa lama menggunakan jQuery. Sampai-sampai ada jargon “too much jQuery” atau “there’s jQuery for that” yang menyindir fenomena penggunaan jQuery secara berlebihan untuk perintah-perintah sederhana yang sebenarnya bisa dilakukan di Javascript biasa.

Continue reading

Man of Steel Review

Man of Steel Superman

Man of Steel, film garapan Zack Snyder ini menceritakan kembali tentang asal usul kedatangan sang manusia super ke bumi. Dimulai di planet Krypton yang tengah menunggu kehancuran, film ini bercerita tentang Jor-El (Russel Crowe), ayah kandung Superman melawan pemberontakan General Zod (Michael Shannon) yang ingin membangun Krypton baru dengan kaum-kaum yang ia pilih sendiri.

Inti ceritanya tetap sesuai dengan kisah asal muasal Superman yang biasa kita dengar, bagaimana Jor-El kemudian mengirimkan anaknya Kal-El yang baru lahir menuju bumi agar selamat dari kehancuran planet. Ironisnya, Zod justru ikut selamat karena sebelum planet Krypton meledak ia dan kroni-kroninya malah dikirim ke penjara luar angkasa. Bedanya dari cerita umumnya, kali ini Jor-El mengirim sebuah “Codex” yang merupakan benda pusaka Krypton bersama Kal.

Continue reading

Argo, Propaganda yang Menghibur

Argo
Argo

Argo, yang dibintangi sekaligus disutradarai oleh Ben Affleck, mengambil tema tentang Iranian Hostage Crisis di tahun 1979 di mana segerombolan besar demonstran menyerbu kedutaan besar Amerika di Teheran, Iran dan menyandera para pegawainya. Yang menjadi fokus ceritanya adalah tentang 6 orang pegawai yang berhasil kabur melalui pintu belakang kedutaan. Bermaksud mencari kebebasan dan keselamatan, mereka justru dicekam dengan rasa takut tertangkap para pemberontak.

Saat keenam orang itu berhasil bersembunyi untuk sementara di rumah Duta Besar Kanada, di Amerika Serikat para pejabat CIA berdebat tentang cara memulangkan mereka. Berbagai jalan diperdebatkan untuk menyusupkan “penjemput” ke Iran dan membawa kembali para pelarian itu.

Continue reading